<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Sarana Infrastruktur yang Dibutuhkan Ibu Kota Baru</title><description>Bappenas memaparkan beberapa sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan di ibu kota baru Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru"/><item><title>Ini Sarana Infrastruktur yang Dibutuhkan Ibu Kota Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru</guid><pubDate>Senin 29 Juli 2019 18:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru-6pggSV8qye.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibu Kota Pindah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/29/470/2085079/ini-sarana-infrastruktur-yang-dibutuhkan-ibu-kota-baru-6pggSV8qye.jpg</image><title>Ibu Kota Pindah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional  Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian  PPN/Bappenas) memaparkan beberapa sarana dan prasarana infrastruktur  yang dibutuhkan di ibu kota baru Indonesia.

&quot;Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan dalam konsep  pengelolaan ibu kota negara yakni sarana utilitas, gedung perkantoran,  dan fasilitas publik,&quot; menurut keterangan tertulis Kementerian  PPN/Bappenas, di Jakarta, Senin (29/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6.000 Kontraktor Siap Bangun Ibu Kota Baru, Ini Fakta Menariknya
Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri atas saluran multifungsi,  sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik , jalan dan sejumlah  sarana utilitas lainnya. Sedangkan untuk gedung perkantoran yang  dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara antara lain  gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
&amp;nbsp;
Selain itu fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah  sakit, sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, perpustakaan,  transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa) dan berbagai  fasilitas publik lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, LPJK Siapkan 6.000 Kontraktor
Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S.  Prawiradinata mengatakan bahwa pemindahan ibu kota sudah pasti akan di  Kalimantan. Di mana pun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke  seluruh Kalimantan akan signifikan.

Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia-sentris, seimbang  terhadap seluruh wilayah Indonesia. Itulah mengapa Kalimantan menjadi  pilihan, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana.

Rencananya Kementerian PPN/Bappenas akan membentuk sebuah badan  otorita yang bertugas untuk mempermudah manajemen aset dan pendaan bagi  proyek-proyek KPBU utilitas.Sebelumnya pemerintah mengungkapkan bahwa mengungkapkan estimasi   biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40.000   hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan sekitar Rp466 triliun.

Bappenas menegaskan bahwa pemerintah ingin pemindahan ibu kota baru   diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan   utang.

Penggunaan utang kemungkinan disiapkan untuk kekurangan-kekurangan   dalam pembiayaan pemindahan ibu kota negara. Dengan demikian utang hanya   akan menjadi salah satu sumber terkait rencana skema pembiayaan   pemindahan ibu kota negara.(antaranews)</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional  Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian  PPN/Bappenas) memaparkan beberapa sarana dan prasarana infrastruktur  yang dibutuhkan di ibu kota baru Indonesia.

&quot;Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan dalam konsep  pengelolaan ibu kota negara yakni sarana utilitas, gedung perkantoran,  dan fasilitas publik,&quot; menurut keterangan tertulis Kementerian  PPN/Bappenas, di Jakarta, Senin (29/7/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 6.000 Kontraktor Siap Bangun Ibu Kota Baru, Ini Fakta Menariknya
Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri atas saluran multifungsi,  sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik , jalan dan sejumlah  sarana utilitas lainnya. Sedangkan untuk gedung perkantoran yang  dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara antara lain  gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
&amp;nbsp;
Selain itu fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah  sakit, sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, perpustakaan,  transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa) dan berbagai  fasilitas publik lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, LPJK Siapkan 6.000 Kontraktor
Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S.  Prawiradinata mengatakan bahwa pemindahan ibu kota sudah pasti akan di  Kalimantan. Di mana pun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke  seluruh Kalimantan akan signifikan.

Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia-sentris, seimbang  terhadap seluruh wilayah Indonesia. Itulah mengapa Kalimantan menjadi  pilihan, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana.

Rencananya Kementerian PPN/Bappenas akan membentuk sebuah badan  otorita yang bertugas untuk mempermudah manajemen aset dan pendaan bagi  proyek-proyek KPBU utilitas.Sebelumnya pemerintah mengungkapkan bahwa mengungkapkan estimasi   biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40.000   hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan sekitar Rp466 triliun.

Bappenas menegaskan bahwa pemerintah ingin pemindahan ibu kota baru   diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan   utang.

Penggunaan utang kemungkinan disiapkan untuk kekurangan-kekurangan   dalam pembiayaan pemindahan ibu kota negara. Dengan demikian utang hanya   akan menjadi salah satu sumber terkait rencana skema pembiayaan   pemindahan ibu kota negara.(antaranews)</content:encoded></item></channel></rss>
