<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Umumkan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II-2019</title><description>Usai rapat para pejabat negara tersebut akan memaparkan kondisi sistem keuangan terkini hasil dari rapat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019"/><item><title>Sri Mulyani Umumkan Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2019 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019-MMEUDCljUv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/30/20/2085369/sri-mulyani-umumkan-stabilitas-sistem-keuangan-kuartal-ii-2019-MMEUDCljUv.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan mengumumkan kesimpulan rapat berkala dari KSSK terkait kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) kuartal II-2019 pada hari ini, Selasa (30/7/2019).
Baca Juga: Perekonomian Indonesia Pasca-Pemilu dan Jelang Lebaran dalam Kondisi Baik
Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terdiri dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santiso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Rencananya kesimpulan disampaikan pada pukul 13.00 WIB di Menara Sjafruddin Prawiranegara, Bank Indonesia, Jakarta. Usai rapat para pejabat negara tersebut akan memaparkan kondisi sistem keuangan terkini hasil dari rapat tersebut.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Perang Dagang Pemicu Guncangan Pasar Keuangan
KSSK memang rutin mengumumkan hasil rapatnya secara berkala. Pada hasil rapat KSSK kuartal I 2019 yang diumumkan pada 23 April 2019 lalu, disimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam kondisi normal dan terjaga dengan baik.
Pada saat itu Sri Mulyani menyatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan pemantauan perkembangan di sektor perekonomian secara keseluruhan, baik dalam negeri maupun global. Beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan KSSK sendiri adalah kondisi perekonomian global. IMF sendiri mengkoreksi pertumbuhan ekonomi dunia.Selain itu, KSSK juga mengamati kebijakan Amerika Serikat (AS) baik  secara moneter maupun perang dagang dengan China. Perang Dagang AS dan  China sendiri sudah terjadi sejak tahun lalu.
&quot;KSSK menilai potensi perekonomian global mengalami pelemahan dan  penurunan perdagangan dunia,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan,  Jakarta, Selasa, 23 April  2019.
Meskipun begitu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut  jika ekonomi Indonesia masih berada di kondisi yang stabil. KSSK akan  terus mengawasi segala komponen yang dapat memengaruhi ekonomi dalam  negeri.
&quot;Merespons hal tersebut keinginan kita untuk terus memacu menjaga  pertumbuhan ekonomi KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter,  fiskal, makroprudential dan mikro simpanan. Ini untuk menjaga stabilitas  ekonomi dan terus menopang pertumbuhan ekonomi kita,&quot; jelasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan mengumumkan kesimpulan rapat berkala dari KSSK terkait kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) kuartal II-2019 pada hari ini, Selasa (30/7/2019).
Baca Juga: Perekonomian Indonesia Pasca-Pemilu dan Jelang Lebaran dalam Kondisi Baik
Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, terdiri dari Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santiso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Rencananya kesimpulan disampaikan pada pukul 13.00 WIB di Menara Sjafruddin Prawiranegara, Bank Indonesia, Jakarta. Usai rapat para pejabat negara tersebut akan memaparkan kondisi sistem keuangan terkini hasil dari rapat tersebut.
Baca Juga: Cerita Sri Mulyani soal Perang Dagang Pemicu Guncangan Pasar Keuangan
KSSK memang rutin mengumumkan hasil rapatnya secara berkala. Pada hasil rapat KSSK kuartal I 2019 yang diumumkan pada 23 April 2019 lalu, disimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam kondisi normal dan terjaga dengan baik.
Pada saat itu Sri Mulyani menyatakan, kesimpulan tersebut berdasarkan pemantauan perkembangan di sektor perekonomian secara keseluruhan, baik dalam negeri maupun global. Beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan KSSK sendiri adalah kondisi perekonomian global. IMF sendiri mengkoreksi pertumbuhan ekonomi dunia.Selain itu, KSSK juga mengamati kebijakan Amerika Serikat (AS) baik  secara moneter maupun perang dagang dengan China. Perang Dagang AS dan  China sendiri sudah terjadi sejak tahun lalu.
&quot;KSSK menilai potensi perekonomian global mengalami pelemahan dan  penurunan perdagangan dunia,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan,  Jakarta, Selasa, 23 April  2019.
Meskipun begitu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut  jika ekonomi Indonesia masih berada di kondisi yang stabil. KSSK akan  terus mengawasi segala komponen yang dapat memengaruhi ekonomi dalam  negeri.
&quot;Merespons hal tersebut keinginan kita untuk terus memacu menjaga  pertumbuhan ekonomi KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter,  fiskal, makroprudential dan mikro simpanan. Ini untuk menjaga stabilitas  ekonomi dan terus menopang pertumbuhan ekonomi kita,&quot; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
