<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I-2019, BFI Finance Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun</title><description>BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup paruh pertama 2019 dengan membukukan pendapatan senilai Rp2,5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun"/><item><title>Semester I-2019, BFI Finance Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2019 14:27 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun-9IadghN4Z2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/30/278/2085428/semester-i-2019-bfi-finance-raup-pendapatan-rp2-5-triliun-9IadghN4Z2.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup paruh pertama 2019 dengan membukukan pendapatan senilai Rp2,5 triliun. Nilai pendapatan ini meningkat dari periode yang sama pada sebelumnya hanya Rp2,4 triliun ditengah kondisi eksternal yang belum cukup kondusif bagi perusahaan.

&amp;ldquo;Disamping terus memperkuat core business untuk pembiayaan mobil, motor, properti, serta alat berat dan mesin, BFI Finance juga menelurkan dan mengembangkan beberapa produk pembiayaan demi mengakomodasi kebutuhan gaya hidup saat ini,&amp;rdquo; ujar Business Director BFI Finance Sutadi seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 24%
Menurutnya, gelaran pilpres yang mengakibatkan para pelaku usaha mengambil sikap wait and see, momentum Ramadhan dan Lebaran, serta perlambatan investasi juga lesunya harga komoditas, telah mengakibatkan tekanan yang cukup memengaruhi pertumbuhan bisnis perseroan. Namun demikian, penerapan strategi yang agile dengan fokus berinovasi menelurkan dan mengembangkan produk sesuai perubahan pola hidup masyarakat terus dilakukan.

BFI Finance sebagai perusahaan pembiayaan juga mencatatkan laba bersih tercatat sebesar Rp690 miliar. Namun demikian, Perusahaan tetap gigih mendorong pertumbuhan bisnis untuk menjawab beragam tantangan tersebut dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp18,3 triliun di semester pertama 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sebelum Jatuh Tempo, BFI Finance Siapkan Rp335 MiliarDari piutang pembiayaan tersebut, komposisi pembiayaan BFI Finance  masih didominasi oleh pembiayaan mobil sebesar 73%, kontribusi alat  berat dan mesin sebesar 15%, dilengkapi dengan pembiayaan motor sebesar  10%, sisanya berasal dari kontribusi pembiayaan properti (property  backed financing) dan syariah.

Saldo pinjaman yang diterima oleh Perusahaan di semester pertama 2019  ini tercatat sebesar Rp6,8 triliun, dengan pembiayaan bersama atas  fasilitas kredit atau joint financing diluar saldo pinjaman tersebut  sebesar Rp1,03 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan periode  yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp462 miliar.

Perusahaan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko  dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting,  monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin dengan mencatat  rasio pembiayaan bermasalah (NPF/non performing financing) sebesar  1,43% dalam enam bulan pertama 2019, atau lebih baik dari rata-rata  industri pembiayaan yang sebesar 2,7%.</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menutup paruh pertama 2019 dengan membukukan pendapatan senilai Rp2,5 triliun. Nilai pendapatan ini meningkat dari periode yang sama pada sebelumnya hanya Rp2,4 triliun ditengah kondisi eksternal yang belum cukup kondusif bagi perusahaan.

&amp;ldquo;Disamping terus memperkuat core business untuk pembiayaan mobil, motor, properti, serta alat berat dan mesin, BFI Finance juga menelurkan dan mengembangkan beberapa produk pembiayaan demi mengakomodasi kebutuhan gaya hidup saat ini,&amp;rdquo; ujar Business Director BFI Finance Sutadi seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Laba Bersih BFI Finance Tumbuh 24%
Menurutnya, gelaran pilpres yang mengakibatkan para pelaku usaha mengambil sikap wait and see, momentum Ramadhan dan Lebaran, serta perlambatan investasi juga lesunya harga komoditas, telah mengakibatkan tekanan yang cukup memengaruhi pertumbuhan bisnis perseroan. Namun demikian, penerapan strategi yang agile dengan fokus berinovasi menelurkan dan mengembangkan produk sesuai perubahan pola hidup masyarakat terus dilakukan.

BFI Finance sebagai perusahaan pembiayaan juga mencatatkan laba bersih tercatat sebesar Rp690 miliar. Namun demikian, Perusahaan tetap gigih mendorong pertumbuhan bisnis untuk menjawab beragam tantangan tersebut dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp18,3 triliun di semester pertama 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sebelum Jatuh Tempo, BFI Finance Siapkan Rp335 MiliarDari piutang pembiayaan tersebut, komposisi pembiayaan BFI Finance  masih didominasi oleh pembiayaan mobil sebesar 73%, kontribusi alat  berat dan mesin sebesar 15%, dilengkapi dengan pembiayaan motor sebesar  10%, sisanya berasal dari kontribusi pembiayaan properti (property  backed financing) dan syariah.

Saldo pinjaman yang diterima oleh Perusahaan di semester pertama 2019  ini tercatat sebesar Rp6,8 triliun, dengan pembiayaan bersama atas  fasilitas kredit atau joint financing diluar saldo pinjaman tersebut  sebesar Rp1,03 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan periode  yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp462 miliar.

Perusahaan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko  dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting,  monitoring, collection dan recovery kredit yang disiplin dengan mencatat  rasio pembiayaan bermasalah (NPF/non performing financing) sebesar  1,43% dalam enam bulan pertama 2019, atau lebih baik dari rata-rata  industri pembiayaan yang sebesar 2,7%.</content:encoded></item></channel></rss>
