<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Pede Investasi Semester II-2019 Lebih Moncer</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis investasi di Indonesia akan tumbuh lebih baik di semester II-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer"/><item><title>Sri Mulyani Pede Investasi Semester II-2019 Lebih Moncer</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2019 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer-ZeZJObzmMG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/30/320/2085668/sri-mulyani-pede-investasi-semester-ii-2019-lebih-moncer-ZeZJObzmMG.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis investasi di Indonesia akan tumbuh lebih baik di semester II-2019. Hal ini didorong sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun eksternal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investasi Kuartal II-2019 Tembus Rp200 Triliun, Menko Darmin: Sangat Tinggi
Pada semester I 2019, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Indonesia mencapai Rp395,6 triliun atau meningkat 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp361,6 triliun.

Sri Mulyani menyatakan, investasi di paruh kedua tahun 2019 akan meningkat didukung Pemilu 2019 yang sudah selesai diselenggarakan, sehingga memberikan kepastian bagi investor. Selain itu, didukung arah kebijakan pemerintah yang memacu investasi dan ekspor.

&quot;Dengan ekonomi Indonesia yang stabil dan arah kebijakannya yang pasti, serta koordinasi yang harmonis antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan, ini menimbulkan dampak confidence yang bagus,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks BI, Jakarta (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Semester I-2019, Realisasi Investasi Naik 9,4% Melaju ke Rp395,6 Triliun
Dia menyatakan, berbagai insentif fiskal yang diberikan pemerintah  juga akan semakin memikat investasi. Di antaranya seperti tax holiday,  tax allowance, hingga restitusi pajak.

&quot;Jadi, kita harapkan investasi asing langsung (FDI) dan penanaman  modal asing akan tumbuh. Kemarin memang sempat kontraksi karena  ketidakpastian di seluruh emerging country, tapi sekarang sudah  kembali,&quot; ujarnya.

Optimisme itu juga menguat karena banyaknya tamu negara yang  berkunjung ke Indonesia, menandakan kondisi ekonomi domestik yang memang  menarik. Terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Putra  Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan dan Pimpinan  Softbank, keduanya menyatakan minat berinvestasi di Tanah Air.

Kunjungan dari pihak Arab Saudi tersebut membuahkan investasi sebesar  USD9,6 miliar atau setara Rp136 triliun. Sedangkan dari hasil kunjungan  Softbank yakni investasi sebesar USD3 miliar atau setara Rp42 triliun.

&quot;Kita lihat ada CEO Softbank yang menanamkan dananya melalui Grab  Indonesia, lalu pangeran Arab yang datang dengan menawarkan investasi ke  kita,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis investasi di Indonesia akan tumbuh lebih baik di semester II-2019. Hal ini didorong sejumlah faktor baik dari dalam negeri maupun eksternal.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investasi Kuartal II-2019 Tembus Rp200 Triliun, Menko Darmin: Sangat Tinggi
Pada semester I 2019, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Indonesia mencapai Rp395,6 triliun atau meningkat 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp361,6 triliun.

Sri Mulyani menyatakan, investasi di paruh kedua tahun 2019 akan meningkat didukung Pemilu 2019 yang sudah selesai diselenggarakan, sehingga memberikan kepastian bagi investor. Selain itu, didukung arah kebijakan pemerintah yang memacu investasi dan ekspor.

&quot;Dengan ekonomi Indonesia yang stabil dan arah kebijakannya yang pasti, serta koordinasi yang harmonis antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan, ini menimbulkan dampak confidence yang bagus,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks BI, Jakarta (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Semester I-2019, Realisasi Investasi Naik 9,4% Melaju ke Rp395,6 Triliun
Dia menyatakan, berbagai insentif fiskal yang diberikan pemerintah  juga akan semakin memikat investasi. Di antaranya seperti tax holiday,  tax allowance, hingga restitusi pajak.

&quot;Jadi, kita harapkan investasi asing langsung (FDI) dan penanaman  modal asing akan tumbuh. Kemarin memang sempat kontraksi karena  ketidakpastian di seluruh emerging country, tapi sekarang sudah  kembali,&quot; ujarnya.

Optimisme itu juga menguat karena banyaknya tamu negara yang  berkunjung ke Indonesia, menandakan kondisi ekonomi domestik yang memang  menarik. Terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Putra  Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan dan Pimpinan  Softbank, keduanya menyatakan minat berinvestasi di Tanah Air.

Kunjungan dari pihak Arab Saudi tersebut membuahkan investasi sebesar  USD9,6 miliar atau setara Rp136 triliun. Sedangkan dari hasil kunjungan  Softbank yakni investasi sebesar USD3 miliar atau setara Rp42 triliun.

&quot;Kita lihat ada CEO Softbank yang menanamkan dananya melalui Grab  Indonesia, lalu pangeran Arab yang datang dengan menawarkan investasi ke  kita,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
