<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Calon Ibu Kota Baru, Harga Tanah di Gunung Mas Naik 4 Kali Lipat</title><description>Harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat"/><item><title>   Calon Ibu Kota Baru, Harga Tanah di Gunung Mas Naik 4 Kali Lipat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat</guid><pubDate>Selasa 30 Juli 2019 14:58 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat-Pi2yatqpzJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Jokowi Tinjau Gunung Mas (Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/30/470/2085450/calon-ibu-kota-baru-harga-tanah-di-gunung-mas-naik-4-kali-lipat-Pi2yatqpzJ.jpg</image><title>Foto: Jokowi Tinjau Gunung Mas (Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya.
&amp;ldquo;Masyarakat sekarang banyak berbondong-bondong ada yang menjual tanahnya, karena harganya sedang naik empat kali lipat,&amp;rdquo; kata Binartha salah satu masyarakat saat ditemui di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, seperti dikutip Antaranews, Selasa (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sejuta PNS Pusat Bakal Diboyong ke Ibu Kota Baru
Binartha menjelaskan, bahwa kenaikan harga tanah di dekat lokasi pemukiman terjadi karena masyarakat banyak yang termakan tingginya harga tanah setelah isu pemindahan ibu kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di Gunung Mas, satu kavling tanah biasanya dipatok ukuran 20x30 meter, dengan harga Rp10 juta jika jauh dari pemukiman. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman, biasanya dihargai Rp25 juta.
&amp;nbsp;Baca Juga: 6.000 Kontraktor Siap Bangun Ibu Kota Baru, Ini Fakta Menariknya
Dengan munculnya informasi akan dijadikan ibu kota, tanah melonjak menjadi Rp40 juta per kavling dan Rp100 juta per kavling bila dekat dengan pemukiman atau naik empat kali lipat.
Menurut Binartha, hal tersebut adalah langkah yang kurang tepat, sebab belum dipastikan secara tepat mengenai lokasi Istana Negara ataupun pusat ibu kota nantinya.
&amp;nbsp;Menanggapi hal tersebut, Camat Manuhing Sugiarto juga mengimbau agar  masyarakat tidak perlu ambil langkah spekulatif dengan aksi jual beli  tanah. &amp;ldquo;Lokasinya saja belum dipastikan titiknya, kok sudah pada jual  beli, nanti kalau salah kan rugi besar, tidak usah beli-beli tanah  dulu,&amp;rdquo; kata Sugiarto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, Presiden Joko Widodo usai  mengunjungi Kecamatan Manuhing, Gunung Mas, pada Mei 2019, mulai  menaruh hati dengan lokasi tersebut. Namun saat ini kajian masih  dilakukan.
Data menunjukkan, prediksi kebutuhan lahan untuk Istana Negara akan  memakan luas sekitar 121 hektare, jika administrasi tanah milik warga  tidak diperoleh dengan cara yang benar, ditakutkan lahan yang terkena  dampak pembangunan tidak akan mendapat ganti rugi.
Dia mengimbau masyarakat tidak terbawa isu mengenai tingginya harga  tanah yang akan diganti nantinya, menyusul pembangunan Istana Negara  yang akan dicanangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya.
&amp;ldquo;Masyarakat sekarang banyak berbondong-bondong ada yang menjual tanahnya, karena harganya sedang naik empat kali lipat,&amp;rdquo; kata Binartha salah satu masyarakat saat ditemui di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, seperti dikutip Antaranews, Selasa (30/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sejuta PNS Pusat Bakal Diboyong ke Ibu Kota Baru
Binartha menjelaskan, bahwa kenaikan harga tanah di dekat lokasi pemukiman terjadi karena masyarakat banyak yang termakan tingginya harga tanah setelah isu pemindahan ibu kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di Gunung Mas, satu kavling tanah biasanya dipatok ukuran 20x30 meter, dengan harga Rp10 juta jika jauh dari pemukiman. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman, biasanya dihargai Rp25 juta.
&amp;nbsp;Baca Juga: 6.000 Kontraktor Siap Bangun Ibu Kota Baru, Ini Fakta Menariknya
Dengan munculnya informasi akan dijadikan ibu kota, tanah melonjak menjadi Rp40 juta per kavling dan Rp100 juta per kavling bila dekat dengan pemukiman atau naik empat kali lipat.
Menurut Binartha, hal tersebut adalah langkah yang kurang tepat, sebab belum dipastikan secara tepat mengenai lokasi Istana Negara ataupun pusat ibu kota nantinya.
&amp;nbsp;Menanggapi hal tersebut, Camat Manuhing Sugiarto juga mengimbau agar  masyarakat tidak perlu ambil langkah spekulatif dengan aksi jual beli  tanah. &amp;ldquo;Lokasinya saja belum dipastikan titiknya, kok sudah pada jual  beli, nanti kalau salah kan rugi besar, tidak usah beli-beli tanah  dulu,&amp;rdquo; kata Sugiarto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, Presiden Joko Widodo usai  mengunjungi Kecamatan Manuhing, Gunung Mas, pada Mei 2019, mulai  menaruh hati dengan lokasi tersebut. Namun saat ini kajian masih  dilakukan.
Data menunjukkan, prediksi kebutuhan lahan untuk Istana Negara akan  memakan luas sekitar 121 hektare, jika administrasi tanah milik warga  tidak diperoleh dengan cara yang benar, ditakutkan lahan yang terkena  dampak pembangunan tidak akan mendapat ganti rugi.
Dia mengimbau masyarakat tidak terbawa isu mengenai tingginya harga  tanah yang akan diganti nantinya, menyusul pembangunan Istana Negara  yang akan dicanangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
