<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Rp5.911,2 Triliun pada Juni 2019</title><description>Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019"/><item><title>Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Rp5.911,2 Triliun pada Juni 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019-lOfYVYFfXz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/20/2085787/pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-rp5-911-2-triliun-pada-juni-2019-lOfYVYFfXz.jpg</image><title>Rupiah (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2019. Perlambatan M2 terjadi pada seluruh komponen.

Mengutip laman Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/7/2019), posisi M2 pada Juni 2019 tercatat Rp5.911,2 triliun atau tumbuh 6,8% (yoy). Besaran tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,8% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di Desember 2018 Hanya Rp5.783 Triliun 
Uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh melambat, dari 7,4% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 4,5% (yoy) pada Juni 2019. Perlambatan M1 tersebut terutama pada komponen uang kartal seiring dengan kembali normalnya kebutuhan likuiditas masyarakat pasca Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri. Komponen lainnya berupa uang kuasi juga tumbuh sedikit melambat, dari 7,9% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 7,6% (yoy) pada Juni 2019.
&amp;nbsp;
Adanya faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 terutama disebabkan oleh penurunan operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit. Operasi keuangan pemerintah menurun sebesar -12,7% (yoy), setelah mencatat kenaikan 5,5% (yoy) pada Mei 2019 yang disebabkan oleh penurunan tagihan kepada Pemerintah Pusat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di RI Rp5.670 Triliun
Sementara itu, penyaluran kredit pada Juni 2019 tumbuh 9,9% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2019 sebesar 11,1% (yoy). Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih turun sebesar -2,2% (yoy) pada Juni 2019, membaik dibandingkan -3,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.Suku bunga kredit pada Juni 2019 menurun, sementara suku bunga  simpanan bergerak bervariasi. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit  Juni 2019 sebesar 10,73%, turun 3 basis poin dibandingkan dengan suku  bunga pada bulan sebelumnya.

Demikian juga, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka  tenor 1 bulan dan 6 bulan juga menurun, dari masing-masing 6,82% dan  7,31% pada Mei 2019 menjadi 6,76% dan 7,26%. Suku bunga simpanan  berjangka tenor 3 bulan tercatat relatif stabil sebesar 6,79%. Sementara  suku bunga simpanan berjangka waktu 12 bulan dan 24 bulan meningkat  menjadi masing-masing 7,05% dan 7,34%.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2019. Perlambatan M2 terjadi pada seluruh komponen.

Mengutip laman Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (31/7/2019), posisi M2 pada Juni 2019 tercatat Rp5.911,2 triliun atau tumbuh 6,8% (yoy). Besaran tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,8% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di Desember 2018 Hanya Rp5.783 Triliun 
Uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh melambat, dari 7,4% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 4,5% (yoy) pada Juni 2019. Perlambatan M1 tersebut terutama pada komponen uang kartal seiring dengan kembali normalnya kebutuhan likuiditas masyarakat pasca Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri. Komponen lainnya berupa uang kuasi juga tumbuh sedikit melambat, dari 7,9% (yoy) pada Mei 2019 menjadi 7,6% (yoy) pada Juni 2019.
&amp;nbsp;
Adanya faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 terutama disebabkan oleh penurunan operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit. Operasi keuangan pemerintah menurun sebesar -12,7% (yoy), setelah mencatat kenaikan 5,5% (yoy) pada Mei 2019 yang disebabkan oleh penurunan tagihan kepada Pemerintah Pusat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di RI Rp5.670 Triliun
Sementara itu, penyaluran kredit pada Juni 2019 tumbuh 9,9% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2019 sebesar 11,1% (yoy). Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih turun sebesar -2,2% (yoy) pada Juni 2019, membaik dibandingkan -3,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.Suku bunga kredit pada Juni 2019 menurun, sementara suku bunga  simpanan bergerak bervariasi. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit  Juni 2019 sebesar 10,73%, turun 3 basis poin dibandingkan dengan suku  bunga pada bulan sebelumnya.

Demikian juga, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka  tenor 1 bulan dan 6 bulan juga menurun, dari masing-masing 6,82% dan  7,31% pada Mei 2019 menjadi 6,76% dan 7,26%. Suku bunga simpanan  berjangka tenor 3 bulan tercatat relatif stabil sebesar 6,79%. Sementara  suku bunga simpanan berjangka waktu 12 bulan dan 24 bulan meningkat  menjadi masing-masing 7,05% dan 7,34%.</content:encoded></item></channel></rss>
