<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPS Beberkan Penyebab Uang Beredar di RI Terus Melambat</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar tumbuh melambat pada Juni 2019 baik untuk uang beredar dalam arti luas (M2).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat"/><item><title>LPS Beberkan Penyebab Uang Beredar di RI Terus Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat-bQq1rSkR3Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/20/2086074/lps-beberkan-penyebab-uang-beredar-di-ri-terus-melambat-bQq1rSkR3Y.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar tumbuh melambat pada Juni 2019 baik untuk uang beredar dalam arti luas (M2) maupun uang beredar dalam arti sempit (M1).  Perlambatan ini pun dinilai terjadi akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh tidak cukup cepat.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, perlambatan peredaran uang di Indonesia sudah terjadi sejak empat tahun terakhir. Salah satunya karena angka pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan di level 5%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Rp5.911,2 Triliun pada Juni 2019
Menurut dia, peredaran uang akan jauh lebih cepat, jika pertumbuhan ekonomi tumbuh lebih tinggi.

&quot;Faktor-faktor dibelakang penurunan uang beredar ini paling utama adalah relatif pertumbuhan ekonomi kita yang tetap sekitar 5%,&quot; kata dia di Kantor LPS, Jakarta, Rabu (31/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di Desember 2018 Hanya Rp5.783 Triliun
Di samping itu, konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi juga disebut sebagai alasan lain peredaran uang melambat. Pasalnya, angka konsumsi yang tinggi juga akan menekan angka dana pihak ketiga (DPK) di perbankan.

&quot;Konsumsi yang tinggi ini akan memakan tabungan. Ini yang menyebabkan DPK tidak cukup tumbuh dengan cepat,&quot; kata dia.
Melihat secara rinici, perlambatan untuk peredaran M1 khususnya uang  kartal, kata Halim, diakibatkan adanya pergeseran penggunaan ke uang  elektronik.

&quot;Penggunaan uang elektronik akan menurunkan penggunaan uang kertas.  Secara struktural uang beredar akan menurun. Kalau ada kemajuan uang  elektronik,&quot; jelasnya.

Sedangkan untuk perlambatan peredaran M2 khususnya untuk tabungan  deposito, menurutnya, diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi yang belum  tumbuh dengan cukup pesat.

&quot;Jadi ini beberapa hal kenapa uang beredar Indonesia relatif melambat,&quot; ucap dia.

Sekadar diketahui, BI mencatat peredaran uang M2 pada Juni 2019  tercatat Rp5.911,2 triliun atau tumbuh 6,8% (year on year/yoy), lebih  rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2019 yang sebesar 7,8% yoy.  Sedangkan untuk posisi peredaran uang M1 hanya tumbuh 4,5% yoy pada Juni  2019 dari posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 7,4% yoy.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar tumbuh melambat pada Juni 2019 baik untuk uang beredar dalam arti luas (M2) maupun uang beredar dalam arti sempit (M1).  Perlambatan ini pun dinilai terjadi akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh tidak cukup cepat.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan, perlambatan peredaran uang di Indonesia sudah terjadi sejak empat tahun terakhir. Salah satunya karena angka pertumbuhan ekonomi yang relatif stagnan di level 5%.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Rp5.911,2 Triliun pada Juni 2019
Menurut dia, peredaran uang akan jauh lebih cepat, jika pertumbuhan ekonomi tumbuh lebih tinggi.

&quot;Faktor-faktor dibelakang penurunan uang beredar ini paling utama adalah relatif pertumbuhan ekonomi kita yang tetap sekitar 5%,&quot; kata dia di Kantor LPS, Jakarta, Rabu (31/7/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Tumbuh Melambat, Uang Beredar di Desember 2018 Hanya Rp5.783 Triliun
Di samping itu, konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi juga disebut sebagai alasan lain peredaran uang melambat. Pasalnya, angka konsumsi yang tinggi juga akan menekan angka dana pihak ketiga (DPK) di perbankan.

&quot;Konsumsi yang tinggi ini akan memakan tabungan. Ini yang menyebabkan DPK tidak cukup tumbuh dengan cepat,&quot; kata dia.
Melihat secara rinici, perlambatan untuk peredaran M1 khususnya uang  kartal, kata Halim, diakibatkan adanya pergeseran penggunaan ke uang  elektronik.

&quot;Penggunaan uang elektronik akan menurunkan penggunaan uang kertas.  Secara struktural uang beredar akan menurun. Kalau ada kemajuan uang  elektronik,&quot; jelasnya.

Sedangkan untuk perlambatan peredaran M2 khususnya untuk tabungan  deposito, menurutnya, diakibatkan oleh pertumbuhan ekonomi yang belum  tumbuh dengan cukup pesat.

&quot;Jadi ini beberapa hal kenapa uang beredar Indonesia relatif melambat,&quot; ucap dia.

Sekadar diketahui, BI mencatat peredaran uang M2 pada Juni 2019  tercatat Rp5.911,2 triliun atau tumbuh 6,8% (year on year/yoy), lebih  rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2019 yang sebesar 7,8% yoy.  Sedangkan untuk posisi peredaran uang M1 hanya tumbuh 4,5% yoy pada Juni  2019 dari posisi bulan sebelumnya yang tumbuh 7,4% yoy.</content:encoded></item></channel></rss>
