<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I, Laba Bersih PP Properti Anjlok 12,22% ke Rp158,53 Miliar</title><description>PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp158,53 miliar atau turun 12,22%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar"/><item><title>Semester I, Laba Bersih PP Properti Anjlok 12,22% ke Rp158,53 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 13:39 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar-88BHgyRPdT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akuntan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/278/2085872/semester-i-laba-bersih-pp-properti-anjlok-12-22-ke-rp158-53-miliar-88BHgyRPdT.jpg</image><title>Akuntan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp158,53 miliar atau turun 12,22% dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp180,066 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta.

Seiring penurunan laba bersih, penjualan dan pendapatan usaha perseroan sepanjang semester pertama juga ikut terkoreksi 27,5% menjadi sebesar Rp804,1 miliar, dibanding semester I tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp1,109 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Garap Proyek Jalan Tol Tanggul Laut di Semarang, PT PP Segera Bentuk Badan Usaha
Sedangkan, total beban pokok penjualan dan beban usaha turun 30,39% menjadi Rp658,4 miliar dibanding akhir semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp945,9 miliar.

Pada catatan ekuitas tertulis Rp5,89 triliun atau naik 1,23% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp5,818 triliun.Sedangkan kewajibanperseroantercatat senilai Rp11,34 triliun atau mengalami peningkatan 6,47% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp10,65 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp10,7 Triliun hingga April 
Sementara aset perseroan tercatat senilaiRp17,23 triliun atau naik 4,61% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp16,47 triliun.

Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto pernah bilang, sepinya capaian PPRO di paruh pertama tahun ini tak lepas dari kondisi industri yang masih dihantui dampak kenaikan bunga tahun lalu.

&amp;ldquo;Plus momen pemilihan umum (pemilu) serta Idul Fitri masih menjadi sentimen negatif,&amp;rdquo; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar, PP Properti Tawarkan Bunga 11,15%
Meskipun demikian, dirinya menyakini target tahun ini bisa tercapai. Pasalnya, raihan marketing sales biasanya lebih banyak pada semester II mengingat tidak adanya perhelatan politik. Hal senada juga disampaikan Direktur Realty PT PP Properti Tbk, Galih Saksono.

Disampaikannya, perseroan optimistis pada semester kedua 2019 penjualan produk propertinya akan meningkat dua kali lipat. Hal itu ditopang oleh antusias di pasar properti di sejumlah kota besar di Indonesia setelah gelaran Pilpres 2019.

Antusiasme pembeli di pasar properti setelah gelaran pemilu, kata  Galih, tercermin dari data pemasaran PP Properti selama Juli 2019 myang  mengalami peningkatan 20% dibandingkan bulan sebelumnya. Pemasaran  produk-produk PP Properti di kota-kota besar Indonesia seperti Surabaya,  Semarang, Malang, Bandung dan lainnya mengalami pertumbuhan secara  merata.

Galih mengatakan, dengan antusiasme pasar serta akan adanya beberapa  investor yang sudah bersiap-siap untuk mendukung PP Properti di semester  kedua 2019, menjadikan pihaknya optimistis dengan target penjualan Rp  4,2 triliun di tahun ini.&quot;Harapannya memang pemasaran di semester kedua  ini akan lebih baik. Sehingga, kita juga optimistis dengan target yang  telah ditetapkan,&quot; tambah Galih.

Galih melanjutkan, untuk tahun ini PP Properti masih mengandalkan  sejumlah proyek di Surabaya, Semarang, Malang dan Bandung. Khusus untuk  di Jatim, setelah tower Caspian yang baru saja melangsungkan penutupan  atap (topping off), PP Properti akan tetap melanjutkan pembangunan tower  Orlin, Western dan Grand Sagara.(neraca)</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp158,53 miliar atau turun 12,22% dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp180,066 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta.

Seiring penurunan laba bersih, penjualan dan pendapatan usaha perseroan sepanjang semester pertama juga ikut terkoreksi 27,5% menjadi sebesar Rp804,1 miliar, dibanding semester I tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp1,109 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Garap Proyek Jalan Tol Tanggul Laut di Semarang, PT PP Segera Bentuk Badan Usaha
Sedangkan, total beban pokok penjualan dan beban usaha turun 30,39% menjadi Rp658,4 miliar dibanding akhir semester I 2018 yang tercatat sebesar Rp945,9 miliar.

Pada catatan ekuitas tertulis Rp5,89 triliun atau naik 1,23% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp5,818 triliun.Sedangkan kewajibanperseroantercatat senilai Rp11,34 triliun atau mengalami peningkatan 6,47% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp10,65 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp10,7 Triliun hingga April 
Sementara aset perseroan tercatat senilaiRp17,23 triliun atau naik 4,61% dibanding akhir tahun 2018 yang tercatat senilai Rp16,47 triliun.

Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto pernah bilang, sepinya capaian PPRO di paruh pertama tahun ini tak lepas dari kondisi industri yang masih dihantui dampak kenaikan bunga tahun lalu.

&amp;ldquo;Plus momen pemilihan umum (pemilu) serta Idul Fitri masih menjadi sentimen negatif,&amp;rdquo; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga:Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar, PP Properti Tawarkan Bunga 11,15%
Meskipun demikian, dirinya menyakini target tahun ini bisa tercapai. Pasalnya, raihan marketing sales biasanya lebih banyak pada semester II mengingat tidak adanya perhelatan politik. Hal senada juga disampaikan Direktur Realty PT PP Properti Tbk, Galih Saksono.

Disampaikannya, perseroan optimistis pada semester kedua 2019 penjualan produk propertinya akan meningkat dua kali lipat. Hal itu ditopang oleh antusias di pasar properti di sejumlah kota besar di Indonesia setelah gelaran Pilpres 2019.

Antusiasme pembeli di pasar properti setelah gelaran pemilu, kata  Galih, tercermin dari data pemasaran PP Properti selama Juli 2019 myang  mengalami peningkatan 20% dibandingkan bulan sebelumnya. Pemasaran  produk-produk PP Properti di kota-kota besar Indonesia seperti Surabaya,  Semarang, Malang, Bandung dan lainnya mengalami pertumbuhan secara  merata.

Galih mengatakan, dengan antusiasme pasar serta akan adanya beberapa  investor yang sudah bersiap-siap untuk mendukung PP Properti di semester  kedua 2019, menjadikan pihaknya optimistis dengan target penjualan Rp  4,2 triliun di tahun ini.&quot;Harapannya memang pemasaran di semester kedua  ini akan lebih baik. Sehingga, kita juga optimistis dengan target yang  telah ditetapkan,&quot; tambah Galih.

Galih melanjutkan, untuk tahun ini PP Properti masih mengandalkan  sejumlah proyek di Surabaya, Semarang, Malang dan Bandung. Khusus untuk  di Jatim, setelah tower Caspian yang baru saja melangsungkan penutupan  atap (topping off), PP Properti akan tetap melanjutkan pembangunan tower  Orlin, Western dan Grand Sagara.(neraca)</content:encoded></item></channel></rss>
