<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelindo IV Minta Tol Laut Diperbanyak di Daerah Hinterland</title><description>Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meminta kepada Komisi VI DPR RI agar melakukan evaluasi Tol Laut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland"/><item><title>Pelindo IV Minta Tol Laut Diperbanyak di Daerah Hinterland</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland-Vv9VrxcKPr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Laut</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/320/2085824/pelindo-iv-minta-tol-laut-diperbanyak-di-daerah-hinterland-Vv9VrxcKPr.jpg</image><title>Tol Laut</title></images><description>MAKASSAR - Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meminta kepada Komisi VI DPR RI agar melakukan evaluasi Tol Laut. Diminta agar diperbanyak di daerah hinterland.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang dalam pemaparannya saat menerima Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana bersama rombongan ke Kantor Pusat Pelindo IV Makassar yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Makassar New Port (MNP).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sudahkah Tol Laut Kurangi Ketimpangan Harga Antar Wilayah RI?
Farid Padang mengatakan evaluasi Tol Laut yaitu yang membuka banyak rute feeder bukan pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). &quot;Tetapi Tol Laut harus diperbanyak di daerah hinterland dan dapat terintegrasi dengan Program Rumah Kita. Pelindo IV pada intinya siap menyediakan infra dan supra, serta mendukung program Tol Laut,&quot; katanya, Makassar.

Di samping itu, lanjut dia, kapal Tol Laut seharusnya tidak hanya dari BUMN tetapi juga pihak swasta untuk menciptakan kompetisi tarif yang efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pembangunan Tanggul Laut Berupa Tol, Ini Penjelasannya
Dirut Pelindo IV juga meminta, kepada Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, industri dan persaingan usaha, agar penyiapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dalam pengembangan pelabuhan dapat dilakukan secara simultan.

&quot;Karena pengembangan di Perhubungan Laut juga tidak menunggu selesainya RIP baru pembangunan dilaksanakan,&quot; ujarnya.
Selain itu menurut Farid, agar izin pengembangan tahap Ultimate MNP  khusus untuk industri di dalam pelabuhan, dapat dipercepat untuk  hilirisasi.

Permasalahan di atas kata dia, hanya sebagian kecil dari beberapa  persoalan yang dihadapi Pelindo IV. Dia berharap setelah ada kunjungan  kerja langsung dari Komisi VI DPR RI, sedikit banyak persoalan tersebut  dapat teratasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana  mengatakan bahwa kunjungan kerja hari ini (Selasa) adalah lanjutan dari  rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta.

&quot;Kami dari Komisi VI DPR ingin melihat langsung permasalahan apa yang  terjadi di Pelindo IV. Sekaligus melihat progress Makassar New Port  Tahap I A yang sudah selesai dan Tahap I B dan I C yang saat ini sedang  berlangsung pembangunannya,&quot; tukas Azam.</description><content:encoded>MAKASSAR - Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) meminta kepada Komisi VI DPR RI agar melakukan evaluasi Tol Laut. Diminta agar diperbanyak di daerah hinterland.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang dalam pemaparannya saat menerima Kunjungan Kerja Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana bersama rombongan ke Kantor Pusat Pelindo IV Makassar yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Makassar New Port (MNP).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sudahkah Tol Laut Kurangi Ketimpangan Harga Antar Wilayah RI?
Farid Padang mengatakan evaluasi Tol Laut yaitu yang membuka banyak rute feeder bukan pada daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). &quot;Tetapi Tol Laut harus diperbanyak di daerah hinterland dan dapat terintegrasi dengan Program Rumah Kita. Pelindo IV pada intinya siap menyediakan infra dan supra, serta mendukung program Tol Laut,&quot; katanya, Makassar.

Di samping itu, lanjut dia, kapal Tol Laut seharusnya tidak hanya dari BUMN tetapi juga pihak swasta untuk menciptakan kompetisi tarif yang efisien.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pembangunan Tanggul Laut Berupa Tol, Ini Penjelasannya
Dirut Pelindo IV juga meminta, kepada Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, industri dan persaingan usaha, agar penyiapan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dalam pengembangan pelabuhan dapat dilakukan secara simultan.

&quot;Karena pengembangan di Perhubungan Laut juga tidak menunggu selesainya RIP baru pembangunan dilaksanakan,&quot; ujarnya.
Selain itu menurut Farid, agar izin pengembangan tahap Ultimate MNP  khusus untuk industri di dalam pelabuhan, dapat dipercepat untuk  hilirisasi.

Permasalahan di atas kata dia, hanya sebagian kecil dari beberapa  persoalan yang dihadapi Pelindo IV. Dia berharap setelah ada kunjungan  kerja langsung dari Komisi VI DPR RI, sedikit banyak persoalan tersebut  dapat teratasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana  mengatakan bahwa kunjungan kerja hari ini (Selasa) adalah lanjutan dari  rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta.

&quot;Kami dari Komisi VI DPR ingin melihat langsung permasalahan apa yang  terjadi di Pelindo IV. Sekaligus melihat progress Makassar New Port  Tahap I A yang sudah selesai dan Tahap I B dan I C yang saat ini sedang  berlangsung pembangunannya,&quot; tukas Azam.</content:encoded></item></channel></rss>
