<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Enam Rumpon Nelayan Filipina Ditertibkan Kapal Pengawas Perikanan</title><description>Sebanyak 6 alat bantu penangkapan ikan &amp;ldquo;rumpon&amp;rdquo; yang diduga kuat  milik nelayan Filipina ditertibkan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan"/><item><title>Enam Rumpon Nelayan Filipina Ditertibkan Kapal Pengawas Perikanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan-DMIbUWdpid.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KKP pasang rumpon (KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/320/2085880/enam-rumpon-nelayan-filipina-ditertibkan-kapal-pengawas-perikanan-DMIbUWdpid.jpg</image><title>KKP pasang rumpon (KKP)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 6 (enam) alat bantu penangkapan ikan &amp;ldquo;rumpon&amp;rdquo; yang diduga kuat milik nelayan Filipina ditertibkan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 15 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Selasa (30/7).

Hal ini menambah deretan rumpon nelayan Filipina yang telah ditertibkan oleh KKP. Sejak Januari hingga 31 Juli 2019, sebanyak 82 rumpon ilegal milik nelayan Filipina telah ditertibkan. Selain itu, terdapat 5 (lima) rumpon ilegal milik nelayan Malaysia yang juga ditertibkan pada tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kenalkan, Ini Ikan Napoleon dengan Panjang 2 Meter Harganya Rp1,4 Juta/Kg
&amp;ldquo;Penertiban 6 (enam) rumpon nelayan Filipina berlangsung di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 716 Laut Sulawesi, yang berbatasan dengan perairan Filipina,&amp;rdquo; tutur Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman.
&amp;nbsp;
Agus menambahkan, rumpon-rumpon tersebut dipasang di perairan Indonesia sekitar 1-4 mil laut di dalam Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Hal ini sangat merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan kemudian ditangkap oleh nelayan Filipina.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Susi: Jaga Tanah di Pulo Dua Jangan Sampai Terjual ke Asing
Selanjutnya, KP. Hiu 15 yang dinakhodai Capt. Aldi Firmansyah menarik rumpon-rumpon tersebut dan diserahkan ke Stasiun PSDKP Tahuna Sulawesi Utara.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di wilayah pengelolaan perikanan (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR).</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 6 (enam) alat bantu penangkapan ikan &amp;ldquo;rumpon&amp;rdquo; yang diduga kuat milik nelayan Filipina ditertibkan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 15 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Selasa (30/7).

Hal ini menambah deretan rumpon nelayan Filipina yang telah ditertibkan oleh KKP. Sejak Januari hingga 31 Juli 2019, sebanyak 82 rumpon ilegal milik nelayan Filipina telah ditertibkan. Selain itu, terdapat 5 (lima) rumpon ilegal milik nelayan Malaysia yang juga ditertibkan pada tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kenalkan, Ini Ikan Napoleon dengan Panjang 2 Meter Harganya Rp1,4 Juta/Kg
&amp;ldquo;Penertiban 6 (enam) rumpon nelayan Filipina berlangsung di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 716 Laut Sulawesi, yang berbatasan dengan perairan Filipina,&amp;rdquo; tutur Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman.
&amp;nbsp;
Agus menambahkan, rumpon-rumpon tersebut dipasang di perairan Indonesia sekitar 1-4 mil laut di dalam Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Hal ini sangat merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan kemudian ditangkap oleh nelayan Filipina.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Susi: Jaga Tanah di Pulo Dua Jangan Sampai Terjual ke Asing
Selanjutnya, KP. Hiu 15 yang dinakhodai Capt. Aldi Firmansyah menarik rumpon-rumpon tersebut dan diserahkan ke Stasiun PSDKP Tahuna Sulawesi Utara.

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di wilayah pengelolaan perikanan (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR).</content:encoded></item></channel></rss>
