<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 60,48%, Laba Bersih Wijaya Karya Capai Rp1,01 Triliun   </title><description>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1,01 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun"/><item><title>Naik 60,48%, Laba Bersih Wijaya Karya Capai Rp1,01 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2019 12:33 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun-coYmlBdte0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/02/278/2086839/naik-60-48-laba-bersih-wijaya-karya-capai-rp1-01-triliun-coYmlBdte0.jpg</image><title>Ilustrasi Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1,01 triliun pada semester pertama tahun ini.
Dengan demikian laba bersih semester I-2019  secara tahunan (year on year/yoy) tumbuh 60,48% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Baca Juga: WIKA Rampungkan Pembangunan Bandara Internasional Oecusse Timor Leste
&amp;ldquo;Kami ingin menjadi perusahaan engineering, procurement and construction (EPC) dan investasi terdepan yang berfokus pada kualitas sehingga semua pengerjaan harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik dan terukur,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana, Jumat (2/8/2019).
Tumiyana mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan efisiensi sehingga membuahkan net profit margin sebesar 8,93% dari penjualan Rp11,36 triliun.
Baca Juga: Tumbuh 53,8%, Wika Cetak Laba Bersih Rp2,07 Triliun
WIKA selama ini telah memanfaatkan building information modelling dengan optimal untuk merumuskan bentuk desain, model, visualisasi, dan simulasi. Dengan demikian, segala risiko, termasuk di antaranya yang menyebabkan biaya pengerjaan menjadi lebih besar pada saat proses konstruksi bisa lebih diminimalkan.
Selain itu, dapat disampaikan juga bahwa penerapan strategi backward-forward terintegrasi yang dilakukan WIKA pada 7 portofolio bisnisnya, mampu meningkatkan supply chain, efisiensi biaya produksi, dan mendorong perkembangan bisnis yang berkelanjutan (Investasi) sehingga meningkatkan laba.Direktur Utama tersebut menyampaikan keyakinannya bahwa WIKA akan  terus meningkatkan kapasitasnya dengan mengerjakan proyek-proyek baru  berskala besar karena masih memiliki cukup ruang untuk meningkatkan  kekuatan permodalan. Saat ini, net gearing ratio dan gross gearing ratio  perusahaan masing-masing tercatat masih pada angka 0,74 dan 1,05.
Kinerja positif perusahaan di semester I tahun 2019, turut tercermin  dari perolehan kontrak baru yang mencapai Rp15,23 triliun. Segmen  infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27%; segmen energi dan  industrial plant 39%; segmen industri 17,60%, dan segmen properti  sebesar 4,12%. Demikian dikutip dari Antaranews.
Deretan kontrak baru selama 2019 yang berhasil diraih WIKA di  antaranya pembangunan jalan tol Serpong&amp;ndash;Balaraja (Banten), relokasi pipa  Pertamina di Jawa Barat, hotel domestik Terminal 3 Bandara  Soekarno&amp;ndash;Hatta, serta proyek-proyek di luar negeri, antara lain di  Malaysia, Aljazair, dan Taiwan.</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1,01 triliun pada semester pertama tahun ini.
Dengan demikian laba bersih semester I-2019  secara tahunan (year on year/yoy) tumbuh 60,48% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Baca Juga: WIKA Rampungkan Pembangunan Bandara Internasional Oecusse Timor Leste
&amp;ldquo;Kami ingin menjadi perusahaan engineering, procurement and construction (EPC) dan investasi terdepan yang berfokus pada kualitas sehingga semua pengerjaan harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik dan terukur,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana, Jumat (2/8/2019).
Tumiyana mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan efisiensi sehingga membuahkan net profit margin sebesar 8,93% dari penjualan Rp11,36 triliun.
Baca Juga: Tumbuh 53,8%, Wika Cetak Laba Bersih Rp2,07 Triliun
WIKA selama ini telah memanfaatkan building information modelling dengan optimal untuk merumuskan bentuk desain, model, visualisasi, dan simulasi. Dengan demikian, segala risiko, termasuk di antaranya yang menyebabkan biaya pengerjaan menjadi lebih besar pada saat proses konstruksi bisa lebih diminimalkan.
Selain itu, dapat disampaikan juga bahwa penerapan strategi backward-forward terintegrasi yang dilakukan WIKA pada 7 portofolio bisnisnya, mampu meningkatkan supply chain, efisiensi biaya produksi, dan mendorong perkembangan bisnis yang berkelanjutan (Investasi) sehingga meningkatkan laba.Direktur Utama tersebut menyampaikan keyakinannya bahwa WIKA akan  terus meningkatkan kapasitasnya dengan mengerjakan proyek-proyek baru  berskala besar karena masih memiliki cukup ruang untuk meningkatkan  kekuatan permodalan. Saat ini, net gearing ratio dan gross gearing ratio  perusahaan masing-masing tercatat masih pada angka 0,74 dan 1,05.
Kinerja positif perusahaan di semester I tahun 2019, turut tercermin  dari perolehan kontrak baru yang mencapai Rp15,23 triliun. Segmen  infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27%; segmen energi dan  industrial plant 39%; segmen industri 17,60%, dan segmen properti  sebesar 4,12%. Demikian dikutip dari Antaranews.
Deretan kontrak baru selama 2019 yang berhasil diraih WIKA di  antaranya pembangunan jalan tol Serpong&amp;ndash;Balaraja (Banten), relokasi pipa  Pertamina di Jawa Barat, hotel domestik Terminal 3 Bandara  Soekarno&amp;ndash;Hatta, serta proyek-proyek di luar negeri, antara lain di  Malaysia, Aljazair, dan Taiwan.</content:encoded></item></channel></rss>
