<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Terpukul Imbas Kebijakan Tarif Trump</title><description>Indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada pembukaan pada hari Jumat waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump"/><item><title>Wall Street Terpukul Imbas Kebijakan Tarif Trump</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2019 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump-cTNnXFd92A.png" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/02/278/2087076/wall-street-terpukul-imbas-kebijakan-tarif-trump-cTNnXFd92A.png</image><title>Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada pembukaan pada hari Jumat waktu setempat dibebani lesunya saham teknologi karena sensitif terhadap tarif tambahan 10% untuk produk China. Hal ini tentu memperkeruh perdagangan AS dan China.

Sementara itu, pertumbuhan pekerjaan domestik yang melambat di bulan Juli menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Baca Juga: Trump Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk Barang China Senilai USD300 Miliar
Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (2/8/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,76 poin atau 0,21% ke level 26.528,66. Indeks S&amp;amp;P 500 dibuka lebih rendah sebesar 9,66 poin atau 0,33% ke 2.943,90 dan indeks Nasdaq Composite turun 54,70 poin atau 0,67% menjadi 8.056,42.

Sebelumnya, perang dagang Amerika-China semakin sengit pada Kamis (1/8/2019) waktu setempat setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen atas sebagian barang-barang buatan China. Rencana pengenaan tarif itu hanya satu hari setelah kedua negara adikuasa itu sepakat melanjutkan perundingan dagang bulan depan.
Baca Juga: Wall Street Melemah Akibat Data Negatif Ekonomi AS
&amp;ldquo;Perundingan dagang terus berlanjut, dan dalam perundingan itu Amerika mulai tanggal 1 September akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen atas barang-barang China bernilai USD300 miliar,&amp;rdquo; kata Trump.

&amp;ldquo;Ini tidak termasuk barang-barang bernilai USD250 miliar yang sudah dikenai tarif impor 25 persen sebelumnya,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>NEW YORK - Indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada pembukaan pada hari Jumat waktu setempat dibebani lesunya saham teknologi karena sensitif terhadap tarif tambahan 10% untuk produk China. Hal ini tentu memperkeruh perdagangan AS dan China.

Sementara itu, pertumbuhan pekerjaan domestik yang melambat di bulan Juli menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Baca Juga: Trump Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk Barang China Senilai USD300 Miliar
Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (2/8/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,76 poin atau 0,21% ke level 26.528,66. Indeks S&amp;amp;P 500 dibuka lebih rendah sebesar 9,66 poin atau 0,33% ke 2.943,90 dan indeks Nasdaq Composite turun 54,70 poin atau 0,67% menjadi 8.056,42.

Sebelumnya, perang dagang Amerika-China semakin sengit pada Kamis (1/8/2019) waktu setempat setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10 persen atas sebagian barang-barang buatan China. Rencana pengenaan tarif itu hanya satu hari setelah kedua negara adikuasa itu sepakat melanjutkan perundingan dagang bulan depan.
Baca Juga: Wall Street Melemah Akibat Data Negatif Ekonomi AS
&amp;ldquo;Perundingan dagang terus berlanjut, dan dalam perundingan itu Amerika mulai tanggal 1 September akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen atas barang-barang China bernilai USD300 miliar,&amp;rdquo; kata Trump.

&amp;ldquo;Ini tidak termasuk barang-barang bernilai USD250 miliar yang sudah dikenai tarif impor 25 persen sebelumnya,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
