<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Keren seperti Google, IBM Pecat 100.000 Karyawan</title><description>Raksasa piranti lunak IBM dilaporkan telah memecat sebanyak 100.000 karyawan dalam beberapa tahun terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan"/><item><title>Ingin Keren seperti Google, IBM Pecat 100.000 Karyawan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2019 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/01/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan-DfyMQQrXce.png" expression="full" type="image/jpeg">CEO IBM (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/01/320/2086562/ingin-keren-seperti-google-ibm-pecat-100-000-karyawan-DfyMQQrXce.png</image><title>CEO IBM (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Berharap menjadi perusahaan yang milenial dan dikenal keren serta trendi seperti Amazon atau Google, Raksasa piranti lunak IBM dilaporkan telah memecat sebanyak 100.000 karyawan dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan ini muncul dalam deposisi mantan Vice President IBM dalam gugatan diskriminasi pekerja usia tua yang sedang berlangsung.

&quot;Kami telah menemukan kembali IBM dalam lima tahun terakhir, untuk menargetkan peluang bernilai lebih tinggi bagi klien kami,&quot; demikian penjelasan IBM seperti dikutip Business Insider, Jumat (2/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perjalanan Charles Ranlett Flint, sang Pendiri IBM
Saat ini, IBM telah dilanda sejumlah tuntutan hukum yang menuduh raksasa teknologi itu melakukan diskriminasi terhadap pekerja yang lebih tua.

Dalam salah satu kasus perdata, Alan Wild, mantan Vice President HRD IBM mengatakan perusahaan telah memberhentikan 50.000 hingga 100.000 karyawan hanya dalam beberapa tahun terakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK Akui Pajak Google Cs Masih Jadi Masalah Dunia
Menurut laporan Bloomberg, mengutip dokumen pengadilan yang diajukan di Texas, Wild mengatakan, dalam deposisinya bahwa IBM ingin menunjukkan kepada milenium bahwa perusahaan itu bukan perusahaan berkumpulnya orangtua dan mereka ingin menunjukkan sebagai perusahaan yang milenial, keren, trendi seperti Google atau Amazon.


&quot;Untuk melakukan itu, IBM mulai mendepak sebagian besar tenaga kerjanya yang lebih tua menggunakan PHK bergulir selama beberapa tahun,&quot; kata pengadilan.


Dalam penjelasannya, IBM mengatakan merekrut 50.000 karyawan setiap  tahun, dan menghabiskan hampir setengah miliar dolar untuk melatih tim.

&quot;Kami juga menerima lebih dari 8.000 lamaran pekerjaan setiap hari,  tingkat tertinggi yang pernah kami alami, sehingga ada kegembiraan yang  jelas tentang strategi dan arahan IBM untuk masa depan,&quot; kata perusahaan  itu.


IBM adalah pemain utama di pasar teknologi. Tetapi perusahaan tengah  berjuang melawan saingan yang lebih baru, dipimpin oleh Amazon dan  Google. Kedua kompetitor itu mendominasi pasar komputasi cloud yang  tumbuh cepat dan terlihat bahwa pendapatannya menyusut terus menerus  selama tujuh tahun terakhir.

IBM memiliki 350.600 pekerja di seluruh dunia pada akhir 2018. Jumlah tersebut turun 19% dari tahun 2013.</description><content:encoded>JAKARTA - Berharap menjadi perusahaan yang milenial dan dikenal keren serta trendi seperti Amazon atau Google, Raksasa piranti lunak IBM dilaporkan telah memecat sebanyak 100.000 karyawan dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan ini muncul dalam deposisi mantan Vice President IBM dalam gugatan diskriminasi pekerja usia tua yang sedang berlangsung.

&quot;Kami telah menemukan kembali IBM dalam lima tahun terakhir, untuk menargetkan peluang bernilai lebih tinggi bagi klien kami,&quot; demikian penjelasan IBM seperti dikutip Business Insider, Jumat (2/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Perjalanan Charles Ranlett Flint, sang Pendiri IBM
Saat ini, IBM telah dilanda sejumlah tuntutan hukum yang menuduh raksasa teknologi itu melakukan diskriminasi terhadap pekerja yang lebih tua.

Dalam salah satu kasus perdata, Alan Wild, mantan Vice President HRD IBM mengatakan perusahaan telah memberhentikan 50.000 hingga 100.000 karyawan hanya dalam beberapa tahun terakhir.
&amp;nbsp;Baca Juga: Wapres JK Akui Pajak Google Cs Masih Jadi Masalah Dunia
Menurut laporan Bloomberg, mengutip dokumen pengadilan yang diajukan di Texas, Wild mengatakan, dalam deposisinya bahwa IBM ingin menunjukkan kepada milenium bahwa perusahaan itu bukan perusahaan berkumpulnya orangtua dan mereka ingin menunjukkan sebagai perusahaan yang milenial, keren, trendi seperti Google atau Amazon.


&quot;Untuk melakukan itu, IBM mulai mendepak sebagian besar tenaga kerjanya yang lebih tua menggunakan PHK bergulir selama beberapa tahun,&quot; kata pengadilan.


Dalam penjelasannya, IBM mengatakan merekrut 50.000 karyawan setiap  tahun, dan menghabiskan hampir setengah miliar dolar untuk melatih tim.

&quot;Kami juga menerima lebih dari 8.000 lamaran pekerjaan setiap hari,  tingkat tertinggi yang pernah kami alami, sehingga ada kegembiraan yang  jelas tentang strategi dan arahan IBM untuk masa depan,&quot; kata perusahaan  itu.


IBM adalah pemain utama di pasar teknologi. Tetapi perusahaan tengah  berjuang melawan saingan yang lebih baru, dipimpin oleh Amazon dan  Google. Kedua kompetitor itu mendominasi pasar komputasi cloud yang  tumbuh cepat dan terlihat bahwa pendapatannya menyusut terus menerus  selama tujuh tahun terakhir.

IBM memiliki 350.600 pekerja di seluruh dunia pada akhir 2018. Jumlah tersebut turun 19% dari tahun 2013.</content:encoded></item></channel></rss>
