<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Jatuh, Minyak Mentah WTI Sentuh Level USD53,95 per Barel   </title><description>Hal ini menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang berpotensi melemahkan permintaan energi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel"/><item><title>Harga Jatuh, Minyak Mentah WTI Sentuh Level USD53,95 per Barel   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel</guid><pubDate>Jum'at 02 Agustus 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel-ZvWBTq9klD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bahan Bakar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/02/320/2086724/harga-jatuh-minyak-mentah-wti-sentuh-level-usd53-95-per-barel-ZvWBTq9klD.jpg</image><title>Ilustrasi Bahan Bakar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena banyaknya data ekonomi suram dan kekhawatiran yang berlarut-larut atas perdagangan global. Hal ini menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang berpotensi melemahkan permintaan energi.
Baca Juga: Stok AS Menurun, Harga Minyak Meningkat
Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun USD4,63 menjadi menetap pada USD53,95 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober, jatuh USD4,55 menjadi ditutup pada USD60,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur global J.P.Morgan turun menjadi 49,3 pada Juli, menandakan kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut dan jatuh ke level terendah sejak Oktober 2012, menurut laporan terakhir.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ekspektasi Penurunan Fed Rate
&quot;Data PMI Juli memberi sinyal bahwa sektor manufaktur global tetap lemah pada awal kuartal ketiga. PMI menyiratkan tidak ada pertumbuhan dalam output manufaktur global dengan tren penurunan arus perdagangan internasional yang sangat membebani kinerja,&quot; kata Peneliti JPMorgan Olya Borichevska, dikutip dari Antaranews, Jumat (2/8/2019).Laporan ini disusun oleh IHS Markit berdasarkan hasil survei yang  mencakup lebih dari 13.500 eksekutif pembelian di lebih dari 40 negara.
Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh lembaga riset Institute for  Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa PMI manufaktur AS datang  lebih rendah dari yang diperkirakan pada Juli.
Data lemah ditambah dengan kekhawatiran perdagangan yang  berkepanjangan menghidupkan kembali kekhawatiran atas melemahnya  permintaan minyak, para ahli mencatat.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena banyaknya data ekonomi suram dan kekhawatiran yang berlarut-larut atas perdagangan global. Hal ini menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi yang berpotensi melemahkan permintaan energi.
Baca Juga: Stok AS Menurun, Harga Minyak Meningkat
Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun USD4,63 menjadi menetap pada USD53,95 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober, jatuh USD4,55 menjadi ditutup pada USD60,50 per barel di London ICE Futures Exchange.
Indeks pembelian manajer (PMI) manufaktur global J.P.Morgan turun menjadi 49,3 pada Juli, menandakan kontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut dan jatuh ke level terendah sejak Oktober 2012, menurut laporan terakhir.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Ekspektasi Penurunan Fed Rate
&quot;Data PMI Juli memberi sinyal bahwa sektor manufaktur global tetap lemah pada awal kuartal ketiga. PMI menyiratkan tidak ada pertumbuhan dalam output manufaktur global dengan tren penurunan arus perdagangan internasional yang sangat membebani kinerja,&quot; kata Peneliti JPMorgan Olya Borichevska, dikutip dari Antaranews, Jumat (2/8/2019).Laporan ini disusun oleh IHS Markit berdasarkan hasil survei yang  mencakup lebih dari 13.500 eksekutif pembelian di lebih dari 40 negara.
Sebuah laporan terpisah yang dirilis oleh lembaga riset Institute for  Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa PMI manufaktur AS datang  lebih rendah dari yang diperkirakan pada Juli.
Data lemah ditambah dengan kekhawatiran perdagangan yang  berkepanjangan menghidupkan kembali kekhawatiran atas melemahnya  permintaan minyak, para ahli mencatat.</content:encoded></item></channel></rss>
