<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Mati Listrik Serentak, Plt Bos PLN: Murni Teknis Bukan karena Politik</title><description>PT PLN (Persero) memastikan mati listrik yang terjadi secara serentak pada hari ini bukan sabotase.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik"/><item><title>Soal Mati Listrik Serentak, Plt Bos PLN: Murni Teknis Bukan karena Politik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik</guid><pubDate>Minggu 04 Agustus 2019 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik-cqNtIuNuAO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Dirut PLN Sripeni Inten (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/04/320/2087599/soal-mati-listrik-serentak-plt-bos-pln-murni-teknis-bukan-karena-politik-cqNtIuNuAO.jpg</image><title>Plt Dirut PLN Sripeni Inten (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan mati listrik yang terjadi secara serentak pada hari ini bukan sabotase. Apalagi sampai berbau politis.

Asal tahu saja isu politis ini muncul dikarenakan Sripeni baru diangkat menjadi Plt Dirut PLN baru pada jumat lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kronologi Penyebab Mati Listrik Serentak di Jakarta hingga Jawa Barat
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, kejadian ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Ini murni karena gangguan teknis yang terjadi karena ada tegangan yang turun di Transmisi SUTET Ungaran-Pemalang 500 kilo volt (KV).

&quot;Ini murni teknis. Berkaitan dengan hal-hal teknis. Tidak lihat satu hal pun yang sifatnya politis,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di P2B Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapan Listrik Jakarta hingga Bandung Kembali Hidup? Ini Jawaban PLN
Sripeni Inten mengatakan, pemadaman serupa pernah terjadi pada 1997. Kala itu, sistem kelistrikan di Jawa dan Bali mati total (black out).

Lalu, pada September 2018 juga terjadi pemadaman tapi seraca parsial  karena sistem di Grati terganggu di PLTU Paiton, Jawa Timur. Kala itu,  transmisi yang terganggu bertegangan 500 KV.

&quot;Jadi dalam.kurung waktu sebenarnya ini tidak sering. Dan kita  harapkan hal yang kita hindari, jadi upaya improvisasi sistem,&quot; ucapnya.

Sripeni juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Dirinya  berjanji, perbaikan akan dikerjakan secepatnya sehingga harapannya  sebelum pukul 00.00 WIB seluruh aliran listrik sudah kembali normal.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan mati listrik yang terjadi secara serentak pada hari ini bukan sabotase. Apalagi sampai berbau politis.

Asal tahu saja isu politis ini muncul dikarenakan Sripeni baru diangkat menjadi Plt Dirut PLN baru pada jumat lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kronologi Penyebab Mati Listrik Serentak di Jakarta hingga Jawa Barat
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengatakan, kejadian ini tidak ada kaitannya dengan unsur politik. Ini murni karena gangguan teknis yang terjadi karena ada tegangan yang turun di Transmisi SUTET Ungaran-Pemalang 500 kilo volt (KV).

&quot;Ini murni teknis. Berkaitan dengan hal-hal teknis. Tidak lihat satu hal pun yang sifatnya politis,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di P2B Gandul, Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapan Listrik Jakarta hingga Bandung Kembali Hidup? Ini Jawaban PLN
Sripeni Inten mengatakan, pemadaman serupa pernah terjadi pada 1997. Kala itu, sistem kelistrikan di Jawa dan Bali mati total (black out).

Lalu, pada September 2018 juga terjadi pemadaman tapi seraca parsial  karena sistem di Grati terganggu di PLTU Paiton, Jawa Timur. Kala itu,  transmisi yang terganggu bertegangan 500 KV.

&quot;Jadi dalam.kurung waktu sebenarnya ini tidak sering. Dan kita  harapkan hal yang kita hindari, jadi upaya improvisasi sistem,&quot; ucapnya.

Sripeni juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Dirinya  berjanji, perbaikan akan dikerjakan secepatnya sehingga harapannya  sebelum pukul 00.00 WIB seluruh aliran listrik sudah kembali normal.</content:encoded></item></channel></rss>
