<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Kuartal II-2019 Diprediksi Hanya 5,04%</title><description>Perekonomian kuartal II-2019 diproyeksikan cenderung melambat dari kuartal sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04"/><item><title>Ekonomi RI Kuartal II-2019 Diprediksi Hanya 5,04%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04-Ic0OULzQDi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087705/ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-diprediksi-hanya-5-04-Ic0OULzQDi.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Perekonomian kuartal II-2019 diproyeksikan cenderung melambat dari kuartal sebelumnya. Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 mencapai 5,04% (year on year/yoy).

Prediksi tersebut, lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy, juga lebih rendah dari realisasi kuartal II-2018 sebesar 5,27% yoy.

&quot;Perekonomian kuartal II-2019 diperkirakan masih tetap solid, namun cenderung sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya,&quot; ujar Josua kepada Okezone, Senin (5/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019
Dia menyatakan, pada periode tersebut konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh sekitar 5,04%-5,06% yoy. Meningkat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2019 yang sebesar 5,01% yoy.

Peningkatan laju konsumsi rumah tangga itu, ditopang oleh faktor musiman Idul Fitri seperti THR dan pembayaran gaji ke-13 PNS. Namun tertahan oleh konsumsi masyarakat menengah ke atas yang cenderung melambat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Hanya Tumbuh 5,1% pada 2019
Hal ini terindikasi dari leading indicator seperti pertumbuhan penjualan mobil yang mengalami kontraksi -11,3% yoy, dari kuartal sebelumnya -10,8% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor melambat tipis -0,01% yoy dari kuartal sebelumnya 15,4% yoy.

&quot;Selain itu rata-rata pertumbuhan penjualan ritel sepanjang kuartal II-2019 juga mengalami perlambatan menjadi 5,5% yoy dari kuartal sebelumnya 8,8% yoy,&quot; ujarnya.

Meski demikian, Josua menyebut pertumbuhan investasi atau Pembentukan  Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal II-2019 diperkirakan cenderung  melambat, terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang terkontraksi  -5,9% yoy dari kuartal sebelumnya 3,2% yoy.

Terkontraksinya penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode April-Juni 2019 mengalami perlambatan. Selain itu,  investasi non-bangunan juga mengalami perlambatan terindikasi dari  pertumbuhan penjualan alat berat yang mengalami kontraksi sekitar -16%  yoy pada periode yang sama.

&quot;Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung meningkat tipis ditopang  oleh belanja K/L yang tumbuh 15,7% yoy dari kuartal sebelumnya yang  tercatat -7,9% yoy,&quot; katanya.

Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II terhambat oleh  perlambatan net ekspor yang diperkirakan terkontraksi -19% yoy, lebih  dalam dibandingkan impor perlambatan kinerja impor. Hal tersebut  dipengaruhi oleh tren penurunan eskpor komoditas seiring dengan tren  perlambatan mitra dagang utama Indonesia.

&quot;Serta dipengaruhi tren penurunan harga komoditas ekspor seperti CPO (minyak kelapa sawit) dan batubara,&quot; tutup Josua.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perekonomian kuartal II-2019 diproyeksikan cenderung melambat dari kuartal sebelumnya. Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 mencapai 5,04% (year on year/yoy).

Prediksi tersebut, lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy, juga lebih rendah dari realisasi kuartal II-2018 sebesar 5,27% yoy.

&quot;Perekonomian kuartal II-2019 diperkirakan masih tetap solid, namun cenderung sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya,&quot; ujar Josua kepada Okezone, Senin (5/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019
Dia menyatakan, pada periode tersebut konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh sekitar 5,04%-5,06% yoy. Meningkat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I-2019 yang sebesar 5,01% yoy.

Peningkatan laju konsumsi rumah tangga itu, ditopang oleh faktor musiman Idul Fitri seperti THR dan pembayaran gaji ke-13 PNS. Namun tertahan oleh konsumsi masyarakat menengah ke atas yang cenderung melambat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Hanya Tumbuh 5,1% pada 2019
Hal ini terindikasi dari leading indicator seperti pertumbuhan penjualan mobil yang mengalami kontraksi -11,3% yoy, dari kuartal sebelumnya -10,8% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor melambat tipis -0,01% yoy dari kuartal sebelumnya 15,4% yoy.

&quot;Selain itu rata-rata pertumbuhan penjualan ritel sepanjang kuartal II-2019 juga mengalami perlambatan menjadi 5,5% yoy dari kuartal sebelumnya 8,8% yoy,&quot; ujarnya.

Meski demikian, Josua menyebut pertumbuhan investasi atau Pembentukan  Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal II-2019 diperkirakan cenderung  melambat, terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang terkontraksi  -5,9% yoy dari kuartal sebelumnya 3,2% yoy.

Terkontraksinya penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode April-Juni 2019 mengalami perlambatan. Selain itu,  investasi non-bangunan juga mengalami perlambatan terindikasi dari  pertumbuhan penjualan alat berat yang mengalami kontraksi sekitar -16%  yoy pada periode yang sama.

&quot;Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung meningkat tipis ditopang  oleh belanja K/L yang tumbuh 15,7% yoy dari kuartal sebelumnya yang  tercatat -7,9% yoy,&quot; katanya.

Menurutnya, kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II terhambat oleh  perlambatan net ekspor yang diperkirakan terkontraksi -19% yoy, lebih  dalam dibandingkan impor perlambatan kinerja impor. Hal tersebut  dipengaruhi oleh tren penurunan eskpor komoditas seiring dengan tren  perlambatan mitra dagang utama Indonesia.

&quot;Serta dipengaruhi tren penurunan harga komoditas ekspor seperti CPO (minyak kelapa sawit) dan batubara,&quot; tutup Josua.
</content:encoded></item></channel></rss>
