<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Hanya 5,05%   </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05"/><item><title>Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 Hanya 5,05%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05-un42BBIcrF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087785/melambat-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2019-hanya-5-05-un42BBIcrF.jpg</image><title>Foto: BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019 (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy.

Juga lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2018 yang sebesar 5,27% yoy. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2019 tercatat sebesar 5,06% yoy.

&quot;Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 meemang melambat bila dibandingkan kuartal I-2019 dan jauh lebih melambat jika dibandingkan kuartal II-2018. Sehingga kita perlu membedah apa yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,05% di kuartal II-2019,&quot; ujar Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II-2019 Diprediksi Hanya 5,04%
Selain itu, BPS mencatat harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional pada kuartal I 2019 secara umum mengalami kenaikan jika secara kuartal (q to q), namun mengalami penurunan jika secara tahunan (yoy). Hal ini tentu berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Salah satunya terjadi penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal II-2019 mengalami penurunan 6,12% dari kuartal II-2018. Kemudian batu bara mengalami penurunan harga 22,9% serta minyak kelapa sawit (CPO) turun 16,7%.

&quot;Di sisi lain, dari empat negara mitra dagang utama Indonesia, perekonomian keempatnya  melambat yakni Singapura, China, dan Korea Selatan, dan Amerika Serikat yang pada kuartal II-2019. Ini semua faktor yang pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan  pertumbuhan ekonomi cenderung melambat dari kuartal sebelumnya.  Proyeksinya pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 mencapai 5,04% yoy.

&quot;Perekonomian kuartal II-2019 diperkirakan masih tetap solid, namun  cenderung sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya,&quot; ujar Josua  kepada Okezone.

Dia menyatakan, pada periode tersebut konsumsi rumah tangga  diperkirakan tumbuh sekitar 5,04%-5,06% yoy. Meningkat dibandingkan  pertumbuhan pada kuartal I-2019 yang sebesar 5,01% yoy.

Peningkatan laju konsumsi rumah tangga itu, ditopang oleh faktor  musiman Idul Fitri seperti THR dan pembayaran gaji ke-13 PNS. Namun  tertahan oleh konsumsi masyarakat menengah ke atas yang cenderung  melambat.

Hal ini terindikasi dari leading indicator seperti pertumbuhan  penjualan mobil yang mengalami kontraksi -11,3% yoy, dari kuartal  sebelumnya -10,8% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor melambat  tipis -0,01% yoy dari kuartal sebelumnya 15,4% yoy.

&quot;Selain itu rata-rata pertumbuhan penjualan ritel sepanjang kuartal  II-2019 juga mengalami perlambatan menjadi 5,5% yoy dari kuartal  sebelumnya 8,8% yoy,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy.

Juga lebih rendah bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2018 yang sebesar 5,27% yoy. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2019 tercatat sebesar 5,06% yoy.

&quot;Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 meemang melambat bila dibandingkan kuartal I-2019 dan jauh lebih melambat jika dibandingkan kuartal II-2018. Sehingga kita perlu membedah apa yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,05% di kuartal II-2019,&quot; ujar Kepala BPS Suharyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II-2019 Diprediksi Hanya 5,04%
Selain itu, BPS mencatat harga komoditas migas dan non migas di pasar internasional pada kuartal I 2019 secara umum mengalami kenaikan jika secara kuartal (q to q), namun mengalami penurunan jika secara tahunan (yoy). Hal ini tentu berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

Salah satunya terjadi penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada kuartal II-2019 mengalami penurunan 6,12% dari kuartal II-2018. Kemudian batu bara mengalami penurunan harga 22,9% serta minyak kelapa sawit (CPO) turun 16,7%.

&quot;Di sisi lain, dari empat negara mitra dagang utama Indonesia, perekonomian keempatnya  melambat yakni Singapura, China, dan Korea Selatan, dan Amerika Serikat yang pada kuartal II-2019. Ini semua faktor yang pengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menanti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2019Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan  pertumbuhan ekonomi cenderung melambat dari kuartal sebelumnya.  Proyeksinya pertumbuhan ekonomi kuartal II-2019 mencapai 5,04% yoy.

&quot;Perekonomian kuartal II-2019 diperkirakan masih tetap solid, namun  cenderung sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya,&quot; ujar Josua  kepada Okezone.

Dia menyatakan, pada periode tersebut konsumsi rumah tangga  diperkirakan tumbuh sekitar 5,04%-5,06% yoy. Meningkat dibandingkan  pertumbuhan pada kuartal I-2019 yang sebesar 5,01% yoy.

Peningkatan laju konsumsi rumah tangga itu, ditopang oleh faktor  musiman Idul Fitri seperti THR dan pembayaran gaji ke-13 PNS. Namun  tertahan oleh konsumsi masyarakat menengah ke atas yang cenderung  melambat.

Hal ini terindikasi dari leading indicator seperti pertumbuhan  penjualan mobil yang mengalami kontraksi -11,3% yoy, dari kuartal  sebelumnya -10,8% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor melambat  tipis -0,01% yoy dari kuartal sebelumnya 15,4% yoy.

&quot;Selain itu rata-rata pertumbuhan penjualan ritel sepanjang kuartal  II-2019 juga mengalami perlambatan menjadi 5,5% yoy dari kuartal  sebelumnya 8,8% yoy,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
