<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semester I, Ekonomi RI Tumbuh Melambat di 5,06%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06% pada semester I-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06"/><item><title>Semester I, Ekonomi RI Tumbuh Melambat di 5,06%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06-vTAXudL5z7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan Ekonomi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2087888/semester-i-ekonomi-ri-tumbuh-melambat-di-5-06-vTAXudL5z7.jpg</image><title>Pertumbuhan Ekonomi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06% pada semester I-2019. Realisasi ini mengalami perlambatan dari pertumbuhan ekonomi pada semester I-2018 yang sebesar 5,17%.

&quot;Secara kumulatif sepanjang tahun  semester I-2019 pertumbuhan ekonomi 5,06%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Negatif, Kontribusi Ekonomi Papua Barat dan Maluku Paling Kecil di Kuartal II
Adapun secara rinci, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 sebesar 5,07% dan pada kuartal II-2019 tercatat tumbuh melambat jadi 5,05%. Menurutnya, ekonomi global memberikan pengaruh yang besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;nbsp;
Kondisi perekonomian global yang mengalami pelemahan turut berdampak pada ekonomi domestik. Hal itu tercermin dari data industri serta perdagangan di pasar global yang cenderung melemah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor dan Investasi Loyo Jadi Penyebab Ekonomi RI Lesu di Kuartal II-2019
Harga sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia pun mengalami penurunan pada kuartal II-2019 jika dibandingkan kuartal II-2018. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan 6,12%.
Kemudian batu bara mengalami penurunan harga 22,9% ,serta minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) turun 16,7%.

Selain itu, empat mitra dagang utama utama Indonesia yakni China, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat juga mengalami perekonomian yang melambat di kuartal II-2019. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.Dia menyebutkan, ekonomi China tumbuh 6,2% di kuartal II-2019,  melambat dari kuartal II-2018 yang sebesar 6,7%. Lalu Singapura melambat  jadi 0,1% di kuartal II-2019 dari periode yang sama tahun lalu sebesar  2,7%.

Kemudian, Korea Selatan tumbuh menjadi 2,1% di kuartal II-2019,  melambat dari laju pertumbuhan kuartal II-2018 yang sebesar 2,9%. Juga  Amerika Srikat yang ekonominya melambat jadi 2,3% di kuartal II-2019  dari 3,2% di kuartal II-2018.

&quot;Melihat dari perekonomian global, maka tantangan yang kita hadapi  tidaklah gampang. Sebab perlmabatan perekonomian global memang cukup  signifikan,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,06% pada semester I-2019. Realisasi ini mengalami perlambatan dari pertumbuhan ekonomi pada semester I-2018 yang sebesar 5,17%.

&quot;Secara kumulatif sepanjang tahun  semester I-2019 pertumbuhan ekonomi 5,06%,&quot; ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tumbuh Negatif, Kontribusi Ekonomi Papua Barat dan Maluku Paling Kecil di Kuartal II
Adapun secara rinci, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 sebesar 5,07% dan pada kuartal II-2019 tercatat tumbuh melambat jadi 5,05%. Menurutnya, ekonomi global memberikan pengaruh yang besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
&amp;nbsp;
Kondisi perekonomian global yang mengalami pelemahan turut berdampak pada ekonomi domestik. Hal itu tercermin dari data industri serta perdagangan di pasar global yang cenderung melemah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor dan Investasi Loyo Jadi Penyebab Ekonomi RI Lesu di Kuartal II-2019
Harga sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia pun mengalami penurunan pada kuartal II-2019 jika dibandingkan kuartal II-2018. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami penurunan 6,12%.
Kemudian batu bara mengalami penurunan harga 22,9% ,serta minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) turun 16,7%.

Selain itu, empat mitra dagang utama utama Indonesia yakni China, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat juga mengalami perekonomian yang melambat di kuartal II-2019. Kondisi tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.Dia menyebutkan, ekonomi China tumbuh 6,2% di kuartal II-2019,  melambat dari kuartal II-2018 yang sebesar 6,7%. Lalu Singapura melambat  jadi 0,1% di kuartal II-2019 dari periode yang sama tahun lalu sebesar  2,7%.

Kemudian, Korea Selatan tumbuh menjadi 2,1% di kuartal II-2019,  melambat dari laju pertumbuhan kuartal II-2018 yang sebesar 2,9%. Juga  Amerika Srikat yang ekonominya melambat jadi 2,3% di kuartal II-2019  dari 3,2% di kuartal II-2018.

&quot;Melihat dari perekonomian global, maka tantangan yang kita hadapi  tidaklah gampang. Sebab perlmabatan perekonomian global memang cukup  signifikan,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
