<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani?   </title><description>&quot;Untuk ekspor, karena berkaitan dengan kondisi global, kinerja ekspor kita masih jauh dari harapan,&quot; kata Sri Mulyani</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani"/><item><title>Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 18:06 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani-Q7RkTpG0hZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/20/2088005/ekonomi-ri-melambat-apa-strategi-sri-mulyani-Q7RkTpG0hZ.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan ekspor dan investasi masih perlu digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkualitas.
&quot;Posisi dari konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah itu porsinya masih sangat tinggi di kuartal kedua 2019,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: Tergantung Global, Menko Darmin Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2%
Dia menegaskan yang masih perlu ditingkatkan adalah porsi dari investasi dan ekspor.
&quot;Untuk ekspor, karena berkaitan dengan kondisi global, kinerja ekspor kita masih jauh dari harapan,&quot; katanya.
Baca Juga: BPS Sebut Perang Dagang Memperberat Ekonomi RI
Sementara dari sisi investasi, dia berharap setelah adanya siklus politik (pemilu) pada kuartal kedua maka padakuartal III-2019, akan mulai meningkat.
&quot;Beberapa indikator sebenarnya menunjukkan investasi akan peak up seperti kemarin PMA kita pada kuartal II sudah tumbuh 9%,&quot; katanya.Sementara dari sisi sektor keuangan, mantan Direktur Pelaksana Bank  Dunia itu masih mengecek baik pertumbuhan kredit maupun belanja modal  berbagai perusahaan.
&quot;Sebetulnya mereka cukup positif, mereka akan terekam di kuartal III dan IV,&quot; katanya.
Dia menyebutkan dari laporan BPS, dua sektor yang kuat pertumbuhannya  adalah konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,17% dan setelah itu  belanja pemerintah.
&quot;Itu konsisten dengan belanja APBN kita. Di semester kedua, kami  harapkan indikator investasi dan ekspor yang akan peak up,&quot; katanya,  demikian dikutip dari Antaranews, Senin (5/8/2019).
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada kuartal II 2019 mencapai 5,05% secara tahunan (year on  year/yoy) atau lebih rendah dibanding kuartal II 2018 yang sebesar 5,27%  secara tahunan (year on year/yoy).(fbn)</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan ekspor dan investasi masih perlu digenjot untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkualitas.
&quot;Posisi dari konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah itu porsinya masih sangat tinggi di kuartal kedua 2019,&quot; kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: Tergantung Global, Menko Darmin Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2%
Dia menegaskan yang masih perlu ditingkatkan adalah porsi dari investasi dan ekspor.
&quot;Untuk ekspor, karena berkaitan dengan kondisi global, kinerja ekspor kita masih jauh dari harapan,&quot; katanya.
Baca Juga: BPS Sebut Perang Dagang Memperberat Ekonomi RI
Sementara dari sisi investasi, dia berharap setelah adanya siklus politik (pemilu) pada kuartal kedua maka padakuartal III-2019, akan mulai meningkat.
&quot;Beberapa indikator sebenarnya menunjukkan investasi akan peak up seperti kemarin PMA kita pada kuartal II sudah tumbuh 9%,&quot; katanya.Sementara dari sisi sektor keuangan, mantan Direktur Pelaksana Bank  Dunia itu masih mengecek baik pertumbuhan kredit maupun belanja modal  berbagai perusahaan.
&quot;Sebetulnya mereka cukup positif, mereka akan terekam di kuartal III dan IV,&quot; katanya.
Dia menyebutkan dari laporan BPS, dua sektor yang kuat pertumbuhannya  adalah konsumsi rumah tangga yang mencapai 5,17% dan setelah itu  belanja pemerintah.
&quot;Itu konsisten dengan belanja APBN kita. Di semester kedua, kami  harapkan indikator investasi dan ekspor yang akan peak up,&quot; katanya,  demikian dikutip dari Antaranews, Senin (5/8/2019).
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada kuartal II 2019 mencapai 5,05% secara tahunan (year on  year/yoy) atau lebih rendah dibanding kuartal II 2018 yang sebesar 5,27%  secara tahunan (year on year/yoy).(fbn)</content:encoded></item></channel></rss>
