<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Optimisme Bisnis Naik, Tapi di Kuartal III-2019 Diprediksi Melambat</title><description>BPS menyebut kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis secara umum mengalami peningkatan pada kuartal II-2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat"/><item><title>Optimisme Bisnis Naik, Tapi di Kuartal III-2019 Diprediksi Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat-20als1CWte.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/320/2087966/optimisme-bisnis-naik-tapi-di-kuartal-iii-2019-diprediksi-melambat-20als1CWte.jpeg</image><title>Investasi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis secara umum mengalami peningkatan pada kuartal II-2019. Terlihat dari indeks tendensi bisnis (ITB) pada periode tersebut yang sebesar 108,81 naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 102,10.
Baca Juga: Pacu Investasi, Kebijakan OSS Perlu Diperkuat
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, peningkatan terjadi karena sebagian besar komponen pembentukan indeks mengalami kenaikan pada kuartal II-2019. Di mana komponen indeks, seperti pendapatan usaha mengalami kenaikan nilai yakni dari 101,07 menjadi 114,44.
Kemudian, penggunaan kapasitas produksi atau usaha naik dari 101,97 menjadi 110,73. Meski, rata-rata jumlah jam kerja, nilai indeksnya turun dari 103,25 menjadi 101,26.
Baca Juga: Ekspor dan Investasi Loyo Jadi Penyebab Ekonomi RI Lesu di Kuartal II-2019
&quot;Rata-rata jam kerja masih bagus di atas 100, tapi masih ada penurunan karena ada cuti bersama yang agak panjang,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Kendati demikian, untuk kuartal III-2019 tingkat kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis akan cenderung melemah dari kuartal II-2019. Kondisi itu tercermin dari nilai ITB yang jatuh menjadi 104,35.
&quot;Pada kuartal selanjutnya tingkat optimisme diperkirakan masih  tumbuh, tapi dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dari kuartal  II-2019,&quot; katanya.
Dia menyatakan, penurunan tersebut didorong perkiraan pelaku bisnis  terhadap semakin kuatnya dampak perlambatan perekonomian global pada  Indonesia. Hal ini terlihat pada komponen indeks order dari luar negeri  yang hanya sebesar 101,10, lebih rendah dari order dalam negeri yang  sebesar 115,86, kemudian order barang input 100,82, dan harga jual  produk 104,08.
&quot;Jadi pengusaha memahami pertumbuhan ekonomi negara lain masih  melambat, sehingga dia berharap produksinya bisa diambil alih dari dalam  negeri,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis secara umum mengalami peningkatan pada kuartal II-2019. Terlihat dari indeks tendensi bisnis (ITB) pada periode tersebut yang sebesar 108,81 naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 102,10.
Baca Juga: Pacu Investasi, Kebijakan OSS Perlu Diperkuat
Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, peningkatan terjadi karena sebagian besar komponen pembentukan indeks mengalami kenaikan pada kuartal II-2019. Di mana komponen indeks, seperti pendapatan usaha mengalami kenaikan nilai yakni dari 101,07 menjadi 114,44.
Kemudian, penggunaan kapasitas produksi atau usaha naik dari 101,97 menjadi 110,73. Meski, rata-rata jumlah jam kerja, nilai indeksnya turun dari 103,25 menjadi 101,26.
Baca Juga: Ekspor dan Investasi Loyo Jadi Penyebab Ekonomi RI Lesu di Kuartal II-2019
&quot;Rata-rata jam kerja masih bagus di atas 100, tapi masih ada penurunan karena ada cuti bersama yang agak panjang,&quot; kata dia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Kendati demikian, untuk kuartal III-2019 tingkat kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis akan cenderung melemah dari kuartal II-2019. Kondisi itu tercermin dari nilai ITB yang jatuh menjadi 104,35.
&quot;Pada kuartal selanjutnya tingkat optimisme diperkirakan masih  tumbuh, tapi dengan tingkat optimisme yang lebih rendah dari kuartal  II-2019,&quot; katanya.
Dia menyatakan, penurunan tersebut didorong perkiraan pelaku bisnis  terhadap semakin kuatnya dampak perlambatan perekonomian global pada  Indonesia. Hal ini terlihat pada komponen indeks order dari luar negeri  yang hanya sebesar 101,10, lebih rendah dari order dalam negeri yang  sebesar 115,86, kemudian order barang input 100,82, dan harga jual  produk 104,08.
&quot;Jadi pengusaha memahami pertumbuhan ekonomi negara lain masih  melambat, sehingga dia berharap produksinya bisa diambil alih dari dalam  negeri,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
