<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Naik 1%, Harga Emas Makin Kinclong</title><description>Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong"/><item><title>   Naik 1%, Harga Emas Makin Kinclong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2019 08:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong-KNKbwulcDV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088215/naik-1-harga-emas-makin-kinclong-KNKbwulcDV.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena Dow telah kehilangan lebih dari 900 poin di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Kontrak emas paling aktif untuk Desember naik USD19 atau 1,3%, menjadi menetap di USD1.476,5 per ounce.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Jadi Rp724.000/Gram
Indeks-indeks acuan saham AS tergelincir lebih dari 3% pada perdagangan Senin (5/8/2019), karena investor melepas saham-saham berisiko dan beralih ke aset-aset safe haven, seperti emas.

Indeks Dow Jones Industrial Average terjun lebih dari 900 poin. Indeks Komposit S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq mengikuti kejatuhan Dow.

Ketika ekuitas membukukan kerugian tajam, logam mulia biasanya naik secara signifikan, karena investor harus mencari tempat-tempat yang aman untuk memarkir dana mereka.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investor Cari Aman, Harga Emas Naik Lebih dari 1%
Melemahnya dolar AS juga turut mendukung emas berjangka. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun 0,6% menjadi 97,48 sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Presiden AS Donald Trump dalam cuitannya pada minggu lalu, mengancam  akan mengenakan tarif tambahan 10% pada sisa USD300 miliar barang-barang  yang diimpor dari China dimulai pada 1 September.

Langkah tak terduga ini memicu ketakutan di antara para pelaku pasar,  yang menjadi semakin prihatin dengan meningkatnya ketegangan  perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Akibatnya, emas untuk pengiriman Desember naik 1,75% pada Jumat lalu  (2/8/2019). Senin (5/8/2019) adalah sesi kedua berturut-turut dengan  kenaikan lebih dari 1% pada emas berjangka.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan September naik  12,3 sen atau 0,76% menjadi ditutup pada USD16,393 per ounce. Platinum  untuk pengiriman Oktober naik USD4,90 atau 0,57% menjadi USD857,90 per  ounce.
</description><content:encoded>CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena Dow telah kehilangan lebih dari 900 poin di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Kontrak emas paling aktif untuk Desember naik USD19 atau 1,3%, menjadi menetap di USD1.476,5 per ounce.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Jadi Rp724.000/Gram
Indeks-indeks acuan saham AS tergelincir lebih dari 3% pada perdagangan Senin (5/8/2019), karena investor melepas saham-saham berisiko dan beralih ke aset-aset safe haven, seperti emas.

Indeks Dow Jones Industrial Average terjun lebih dari 900 poin. Indeks Komposit S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq mengikuti kejatuhan Dow.

Ketika ekuitas membukukan kerugian tajam, logam mulia biasanya naik secara signifikan, karena investor harus mencari tempat-tempat yang aman untuk memarkir dana mereka.
&amp;nbsp;Baca Juga: Investor Cari Aman, Harga Emas Naik Lebih dari 1%
Melemahnya dolar AS juga turut mendukung emas berjangka. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun 0,6% menjadi 97,48 sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Presiden AS Donald Trump dalam cuitannya pada minggu lalu, mengancam  akan mengenakan tarif tambahan 10% pada sisa USD300 miliar barang-barang  yang diimpor dari China dimulai pada 1 September.

Langkah tak terduga ini memicu ketakutan di antara para pelaku pasar,  yang menjadi semakin prihatin dengan meningkatnya ketegangan  perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Akibatnya, emas untuk pengiriman Desember naik 1,75% pada Jumat lalu  (2/8/2019). Senin (5/8/2019) adalah sesi kedua berturut-turut dengan  kenaikan lebih dari 1% pada emas berjangka.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan September naik  12,3 sen atau 0,76% menjadi ditutup pada USD16,393 per ounce. Platinum  untuk pengiriman Oktober naik USD4,90 atau 0,57% menjadi USD857,90 per  ounce.
</content:encoded></item></channel></rss>
