<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Mati Listrik Serentak, MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta</title><description>Mati listrik serentak yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 membuat kerugian beberapa pihak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta"/><item><title>Imbas Mati Listrik Serentak, MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2019 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta-dVJGZ1qfET.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT Gangguan (Dok MRT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088486/imbas-mati-listrik-serentak-mrt-jakarta-rugi-rp507-juta-dVJGZ1qfET.jpg</image><title>MRT Gangguan (Dok MRT)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mati listrik serentak yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 membuat kerugian beberapa pihak. Salah satunya MRT Jakarta yang sempat rangkaiannya berhenti di tengah jalan.

Kepala Divisi Sekretaris Korporat PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan kerugian akibat mati listrik diperkirakan sebesar Rp507 juta. Hal ini dihitung dari aspek reputasi, moril dan financial bagi MRT Jakarta dan para penggunanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menhub Minta MRT dan KRL Punya Pembangkit Listrik Sendiri
&quot;Akibat terputusnya pasokan listrik dari PLN ke MRT Jakarta diperkirakan mencapai Rp 507 juta per tanggal 4 Agustus 2019, yang berkaitan dengan potensi kehilangan penumpang mencapai 52.898 orang pada hari tersebut,&quot; ujar Kamaluddin melalui siaran pers, Selasa (6/8/2019).
&amp;nbsp;
Kerugian tersebut, lanjutnya, juga memperhitungkan moril dan materil dari para penumpang dan publik. Di mana mereka sudah menggantungkan perjalanan kepada MRT Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berhasil Dievakuasi, Penumpang MRT yang Terjebak Tak Alami Cedera
&quot;Sebagai dampak tidak langsung pada Senin kemarin, terjadi penurunan 16,43% penumpang dalam satu hari tersebut yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi. Diharapkan penurunan ini bersifat sementara, dan diharapkan gangguan listrik seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,&quot; papar Kamaluddin.Kamaluddin pun menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menyempurnakan  kembali SOP Evakuasi Keadaan Darurat untuk mengantisipasi situasi  pemadaman listrik oleh PLN dan memastikan evakuasi berjalan dengan  lancar dan aman.

Melalui keterangan resmi pada rilis yang diterima, Kamaluddin  mengatakan bahwa sistem pasokan listrik untuk MRT Jakarta mengandalkan  sistem listrik nasional yang dikelola oleh PLN.

Oleh karena itu, Kamaluddin mengaku pihaknya sangat menyesalkan  terputusnya pasokan listrik dari PLN dan membutuhkan tindak lanjut PLN  untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik dan secara serius mencegah  kejadian serupa terjadi kembali.

&quot;Padahal sebelumnya PLN telah berkomitmen untuk mendukung kehandalan  pasokan listrik ke sistem MRT Jakarta dengan membangun Pembangkit  Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga  tersebut,&quot; tutup Kamaluddin.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mati listrik serentak yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019 membuat kerugian beberapa pihak. Salah satunya MRT Jakarta yang sempat rangkaiannya berhenti di tengah jalan.

Kepala Divisi Sekretaris Korporat PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin mengatakan kerugian akibat mati listrik diperkirakan sebesar Rp507 juta. Hal ini dihitung dari aspek reputasi, moril dan financial bagi MRT Jakarta dan para penggunanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menhub Minta MRT dan KRL Punya Pembangkit Listrik Sendiri
&quot;Akibat terputusnya pasokan listrik dari PLN ke MRT Jakarta diperkirakan mencapai Rp 507 juta per tanggal 4 Agustus 2019, yang berkaitan dengan potensi kehilangan penumpang mencapai 52.898 orang pada hari tersebut,&quot; ujar Kamaluddin melalui siaran pers, Selasa (6/8/2019).
&amp;nbsp;
Kerugian tersebut, lanjutnya, juga memperhitungkan moril dan materil dari para penumpang dan publik. Di mana mereka sudah menggantungkan perjalanan kepada MRT Jakarta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berhasil Dievakuasi, Penumpang MRT yang Terjebak Tak Alami Cedera
&quot;Sebagai dampak tidak langsung pada Senin kemarin, terjadi penurunan 16,43% penumpang dalam satu hari tersebut yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi. Diharapkan penurunan ini bersifat sementara, dan diharapkan gangguan listrik seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,&quot; papar Kamaluddin.Kamaluddin pun menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menyempurnakan  kembali SOP Evakuasi Keadaan Darurat untuk mengantisipasi situasi  pemadaman listrik oleh PLN dan memastikan evakuasi berjalan dengan  lancar dan aman.

Melalui keterangan resmi pada rilis yang diterima, Kamaluddin  mengatakan bahwa sistem pasokan listrik untuk MRT Jakarta mengandalkan  sistem listrik nasional yang dikelola oleh PLN.

Oleh karena itu, Kamaluddin mengaku pihaknya sangat menyesalkan  terputusnya pasokan listrik dari PLN dan membutuhkan tindak lanjut PLN  untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik dan secara serius mencegah  kejadian serupa terjadi kembali.

&quot;Padahal sebelumnya PLN telah berkomitmen untuk mendukung kehandalan  pasokan listrik ke sistem MRT Jakarta dengan membangun Pembangkit  Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga  tersebut,&quot; tutup Kamaluddin.</content:encoded></item></channel></rss>
