<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Jangan Tunda Beli Rumah, Perhatikan Batas Usia Pelunasan KPR</title><description>Membeli rumah tidaklah semudah membalikkan tangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr"/><item><title>Alasan Jangan Tunda Beli Rumah, Perhatikan Batas Usia Pelunasan KPR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2019 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr-G0rBGTELXE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi KPR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/470/2088538/alasan-jangan-tunda-beli-rumah-perhatikan-batas-usia-pelunasan-kpr-G0rBGTELXE.jpg</image><title>Ilustrasi KPR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Memiliki rumah adalah salah satu impian banyak orang. Bagaimana tidak, rumah merupakan kebutuhan primer dan juga bagian dari investasi yang menguntungkan.
Membeli rumah tidaklah semudah membalikkan tangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari pertimbangan lokasi, kemampuan ekonomi hingga perhitungan kemampuan merawat rumah.
Baca Juga: Ini Skema KPR bagi 81 Juta Milenial agar Miliki Rumah
Setidaknya ada tiga alasan kenapa kebutuhan yang satu ini harus diperjuangan secara serius dan tidak ditunda-tunda. Berikut penjelasan seperti dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan, Selasa (6/8/2019).
1. Lahan perumahan semakin sedikit
Tingginya permintaan akan tempat tinggal membuat para developer semakin agresif mengembangkan properti. Semakin lama menunda, semakin sulit kalian menemukan lahan perumahan dengan lokasi strategis dengan harga yang terjangkau.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli rumah, perlu untuk berpikir ulang apakah benar-benar membutuhkan rumah? Untuk menentukan tujuan pembelian rumah tersebut.
Hunting rumah sebanyak mungkin, jangan berhenti di 2-3 pilihan. Juga jangan hanya mencari perumahan baru, perlu juga untuk melihat rumah bekas/second, serta bisa juga mencari rumah yang gagal kredit atau cicilannya macet.
Baca Juga: Rasio KPR Indonesia Hanya 2,9%, Jauh Tertinggal dari Malaysia 38%
Tidak kalah penting juga, Sobat Sikapi juga perlu untuk memerika perihal status legalitasnya, mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sertifikat Hak Milik (SHM), dan lain-lain.Lokasi menjadi salah satu poin penting yang harus dipertimbangkan  dengan matang. Kalian wajib mengetahui lokasi tersebut strategis atau  tidak. Jangan sekedar melihat iklan untuk menentukan lokasi strategis  atau tidak, tapi dibutuhkan observasi mendalam untuk bisa mendapatkan  keuntungan maksimal di kemudian hari.
Selain pertimbangan-pertimbangan di atas, juga perlu melihat semua  kemungkinan. Ingin rumah yang tanahnya luas tapi bangunannya kecil atau  bangunan luas dengan tanah kecil, rumah dengan lokasi di pinggir kota  atau tengah kota. Mungkin sebagian ada yang membeli kavling tanah lalu  membangun rumah sendiri, mungkin ada juga yang membeli rumah second lalu  merenovasi sendiri. Pilihan-pilihan tersebut akan menghasilkan hasil  yang berbeda.
2. Harga naik terus
Alasan penting lainnya, membeli rumah sedini mungkin adalah harga  rumah yang memiliki kemungkinan untuk naik secara signifikan setiap  tahun. Kondisi ini biasanya didukung oleh lokasi yang potensial. Semakin  lama Sobat Sikapi menunda untuk membeli rumah, semakin sulit menjangkau  harga rumah dan semakin besar juga dana yang harus disiapkan.
3. Usia terus bertambah
Semakin lama menunda rencana membeli rumah, semakin sedikit waktu  yang dimiliki untuk mengumpulkan dana. Selain itu jika memutuskan  mengajukan KPR/KPA, semakin kecil kemungkinan pinjaman kalian diterima karena batas usia pelunasan kredit biasanya adalah 55 tahun.
Menunda pembelian rumah tidak akan membantu meningkatkan kemampuan  membeli, karena walaupun penghasilan meningkat tetapi harga rumah juga  meningkat.</description><content:encoded>JAKARTA - Memiliki rumah adalah salah satu impian banyak orang. Bagaimana tidak, rumah merupakan kebutuhan primer dan juga bagian dari investasi yang menguntungkan.
Membeli rumah tidaklah semudah membalikkan tangan. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Mulai dari pertimbangan lokasi, kemampuan ekonomi hingga perhitungan kemampuan merawat rumah.
Baca Juga: Ini Skema KPR bagi 81 Juta Milenial agar Miliki Rumah
Setidaknya ada tiga alasan kenapa kebutuhan yang satu ini harus diperjuangan secara serius dan tidak ditunda-tunda. Berikut penjelasan seperti dikutip dari Otoritas Jasa Keuangan, Selasa (6/8/2019).
1. Lahan perumahan semakin sedikit
Tingginya permintaan akan tempat tinggal membuat para developer semakin agresif mengembangkan properti. Semakin lama menunda, semakin sulit kalian menemukan lahan perumahan dengan lokasi strategis dengan harga yang terjangkau.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli rumah, perlu untuk berpikir ulang apakah benar-benar membutuhkan rumah? Untuk menentukan tujuan pembelian rumah tersebut.
Hunting rumah sebanyak mungkin, jangan berhenti di 2-3 pilihan. Juga jangan hanya mencari perumahan baru, perlu juga untuk melihat rumah bekas/second, serta bisa juga mencari rumah yang gagal kredit atau cicilannya macet.
Baca Juga: Rasio KPR Indonesia Hanya 2,9%, Jauh Tertinggal dari Malaysia 38%
Tidak kalah penting juga, Sobat Sikapi juga perlu untuk memerika perihal status legalitasnya, mulai dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Sertifikat Hak Milik (SHM), dan lain-lain.Lokasi menjadi salah satu poin penting yang harus dipertimbangkan  dengan matang. Kalian wajib mengetahui lokasi tersebut strategis atau  tidak. Jangan sekedar melihat iklan untuk menentukan lokasi strategis  atau tidak, tapi dibutuhkan observasi mendalam untuk bisa mendapatkan  keuntungan maksimal di kemudian hari.
Selain pertimbangan-pertimbangan di atas, juga perlu melihat semua  kemungkinan. Ingin rumah yang tanahnya luas tapi bangunannya kecil atau  bangunan luas dengan tanah kecil, rumah dengan lokasi di pinggir kota  atau tengah kota. Mungkin sebagian ada yang membeli kavling tanah lalu  membangun rumah sendiri, mungkin ada juga yang membeli rumah second lalu  merenovasi sendiri. Pilihan-pilihan tersebut akan menghasilkan hasil  yang berbeda.
2. Harga naik terus
Alasan penting lainnya, membeli rumah sedini mungkin adalah harga  rumah yang memiliki kemungkinan untuk naik secara signifikan setiap  tahun. Kondisi ini biasanya didukung oleh lokasi yang potensial. Semakin  lama Sobat Sikapi menunda untuk membeli rumah, semakin sulit menjangkau  harga rumah dan semakin besar juga dana yang harus disiapkan.
3. Usia terus bertambah
Semakin lama menunda rencana membeli rumah, semakin sedikit waktu  yang dimiliki untuk mengumpulkan dana. Selain itu jika memutuskan  mengajukan KPR/KPA, semakin kecil kemungkinan pinjaman kalian diterima karena batas usia pelunasan kredit biasanya adalah 55 tahun.
Menunda pembelian rumah tidak akan membantu meningkatkan kemampuan  membeli, karena walaupun penghasilan meningkat tetapi harga rumah juga  meningkat.</content:encoded></item></channel></rss>
