<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indef Pertanyakan Pemilu dan Lebaran Tak Dongkrak Ekonomi RI Kuartal II-2019</title><description>Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang tumbuh melambat dinilai tidak seperti biasanya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019"/><item><title>Indef Pertanyakan Pemilu dan Lebaran Tak Dongkrak Ekonomi RI Kuartal II-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-Otmkkak2oM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indef (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/20/2089063/indef-pertanyakan-pemilu-dan-lebaran-tak-dongkrak-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-Otmkkak2oM.jpg</image><title>Indef (Foto: Taufik Fajar/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang tumbuh melambat dinilai tidak seperti biasanya. Dari tahun-tahun sebelumnya, ekonomi Indonesia selalu positif karena periode tersebut ada fenomena lebaran.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang sebesar 5,05%. Hasil pertumbuhan tersebut lebih lambat dari kuartal I-2019 yang sebesar 5,07%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani? 
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan ada beberapa evaluasi pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang tumbuh melambat.
&amp;nbsp;
&quot;Pertumbuhan ekonomi di kuartal II biasanya terdapat momentum lebaran di dalamnya justru tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya dan triwulan II 2018. Ini menggambarkan bahwa stimulasi musiman hari raya dan libur panjang semakin terbatas dalam mendorong perekonomian,&quot; ujar dia di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (7/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tergantung Global, Menko Darmin Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% 
Kemudian, lanjut dia, hajatan demokrasi pilpres 2019 tak cukup menstimulasi ekonomi. Di mana sering diwacanakan bahwa dampak pilpres dengan segala hiruk-pikuknya dapat mendongkrak ekonomi. Namun faktanya secara makro dapat terlihat bahwa dampak ekonomi atas peristiwa politik ini sangat terbatas.
&quot;Pesta demokrasi memang dapat melejitkan laju konsumsi LNPRT, tapi  secara proporsi masih sangat terbatas dampaknya bagi perekonomian secara  keseluruhan,&quot; tutur dia.

Lalu, tutur dia, dari sektor konsumsi melaju, tapi sektor produktif  termangu.  Konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah dapat tumbuh  lebih tinggi di triwulan II 2019 ini, namun di sisi sektoral tidak  banyak sektor-sektor yang dapat menyambut momentum peningkatan  permintaan dengan peningkatan produksi secara memadai.

&quot;Bahayanya jika konsumsi besar namun tidak ditopang oleh laju  Investasi yang memadai maka dalam waktu cepat akan dapat meningkatkan  impor dan selanjutnya mengguncang neraca transaksi berjalan,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang tumbuh melambat dinilai tidak seperti biasanya. Dari tahun-tahun sebelumnya, ekonomi Indonesia selalu positif karena periode tersebut ada fenomena lebaran.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang sebesar 5,05%. Hasil pertumbuhan tersebut lebih lambat dari kuartal I-2019 yang sebesar 5,07%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani? 
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan ada beberapa evaluasi pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2019 yang tumbuh melambat.
&amp;nbsp;
&quot;Pertumbuhan ekonomi di kuartal II biasanya terdapat momentum lebaran di dalamnya justru tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya dan triwulan II 2018. Ini menggambarkan bahwa stimulasi musiman hari raya dan libur panjang semakin terbatas dalam mendorong perekonomian,&quot; ujar dia di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (7/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tergantung Global, Menko Darmin Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,2% 
Kemudian, lanjut dia, hajatan demokrasi pilpres 2019 tak cukup menstimulasi ekonomi. Di mana sering diwacanakan bahwa dampak pilpres dengan segala hiruk-pikuknya dapat mendongkrak ekonomi. Namun faktanya secara makro dapat terlihat bahwa dampak ekonomi atas peristiwa politik ini sangat terbatas.
&quot;Pesta demokrasi memang dapat melejitkan laju konsumsi LNPRT, tapi  secara proporsi masih sangat terbatas dampaknya bagi perekonomian secara  keseluruhan,&quot; tutur dia.

Lalu, tutur dia, dari sektor konsumsi melaju, tapi sektor produktif  termangu.  Konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah dapat tumbuh  lebih tinggi di triwulan II 2019 ini, namun di sisi sektoral tidak  banyak sektor-sektor yang dapat menyambut momentum peningkatan  permintaan dengan peningkatan produksi secara memadai.

&quot;Bahayanya jika konsumsi besar namun tidak ditopang oleh laju  Investasi yang memadai maka dalam waktu cepat akan dapat meningkatkan  impor dan selanjutnya mengguncang neraca transaksi berjalan,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
