<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Penyebab Ekonomi RI Kuartal II-2019 Melambat</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05% (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat"/><item><title>Mahalnya Tiket Pesawat Jadi Penyebab Ekonomi RI Kuartal II-2019 Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat-J3VbCV8CNC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/20/2089083/mahalnya-tiket-pesawat-jadi-penyebab-ekonomi-ri-kuartal-ii-2019-melambat-J3VbCV8CNC.jpg</image><title>Ekonomi RI (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ada beberapa subsektor perekonomian yang mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal II-2019. Salah satunya yakni subsektor transportasi dan pergudangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indef Pertanyakan Pemilu dan Lebaran Tak Dongkrak Ekonomi RI Kuartal II-2019
&quot;Jadi, transportasi udara pertumbuhannya turun menjadi sebesar -13,77%  pada kuartal II 2019. Hal itu, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar 9,58%&quot; ujar dia di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dia menuturkan anjloknya pertumbuhan transportasi udara, tercermin dengan merosotnya angka penumpang pesawat sepanjang semester pertama tahun ini.  Tercatat sejak Januari-Juni 2019 jumlah penumpang pesawat rute domestik hanya mencapai 36,5 juta penumpang, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 45,9 juta penumpang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani? 
&quot;Tiket masih jadi persoalan utama kita di kuartal II. Bahkan ada Lebaran dan sebagainya karena tiket masih mahal tidak menggerakkan sektor transportasi,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan pemerintah perlu menjaga kebijakan-kebijakan ini  sampai akhir tahun ini agar mampu memperbaiki sektor transportasi udara.  Walaupun belum begitu terasa dampaknya, terlihat ada peningkatan jumlah  penumpang pesawat pada Juni 2019 sebesar 33,55% dari bulan sebelumnya.

&quot;Namun, kebijakan tersebut harusnya dipermanenkan sampai 6 bulan.  Karena kalau nanti dicabut ekonomi belum normal akan berdampak lagi,&quot;  pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2019 sebesar 5,05% (year on year/yoy). Realisasi ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang sebesar 5,07% yoy.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ada beberapa subsektor perekonomian yang mengalami perlambatan pertumbuhan pada kuartal II-2019. Salah satunya yakni subsektor transportasi dan pergudangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indef Pertanyakan Pemilu dan Lebaran Tak Dongkrak Ekonomi RI Kuartal II-2019
&quot;Jadi, transportasi udara pertumbuhannya turun menjadi sebesar -13,77%  pada kuartal II 2019. Hal itu, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar 9,58%&quot; ujar dia di Hotel Aryaduta Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dia menuturkan anjloknya pertumbuhan transportasi udara, tercermin dengan merosotnya angka penumpang pesawat sepanjang semester pertama tahun ini.  Tercatat sejak Januari-Juni 2019 jumlah penumpang pesawat rute domestik hanya mencapai 36,5 juta penumpang, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 45,9 juta penumpang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi RI Melambat, Apa Strategi Sri Mulyani? 
&quot;Tiket masih jadi persoalan utama kita di kuartal II. Bahkan ada Lebaran dan sebagainya karena tiket masih mahal tidak menggerakkan sektor transportasi,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan pemerintah perlu menjaga kebijakan-kebijakan ini  sampai akhir tahun ini agar mampu memperbaiki sektor transportasi udara.  Walaupun belum begitu terasa dampaknya, terlihat ada peningkatan jumlah  penumpang pesawat pada Juni 2019 sebesar 33,55% dari bulan sebelumnya.

&quot;Namun, kebijakan tersebut harusnya dipermanenkan sampai 6 bulan.  Karena kalau nanti dicabut ekonomi belum normal akan berdampak lagi,&quot;  pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
