<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Infrastruktur, Senegal hingga Rwanda Berebut Jasa Wika   </title><description>Negara Afrika yang berminat meminang jasa Wika sebagai kontraktor, Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika"/><item><title>Bangun Infrastruktur, Senegal hingga Rwanda Berebut Jasa Wika   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika-NiC5Go5sRe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Infrastruktur (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/320/2088941/bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika-NiC5Go5sRe.jpg</image><title>Ilustrasi Infrastruktur (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengaku banyak diminati oleh banyak negara di Afrika untuk membangun infrastruktur di benua hitam. Ada beberapa negara Afrika yang akan tandatangan kontrak dengan perusahaan konstruksi dengan pelat merah tersebut.
Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, beberapa kontrak akan ditandatangani dalam forum Indonesia-Afrika Infrastruktur di Bali. Meskipun begitu, dirinya belum bisa menyebutkan proyek apa dan negara mana yang akan diteken dalam kontrak tersebut.
Baca Juga: Disebut Utang Membengkak, Bos Wika: Kalau Tak Naik Mending Tidur Saja di Rumah
Asal tahu saja, pada 20-21 Agustus 2019 akan digelar Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali. Pada kesempatan itu, Wijaya Karya akan mengumumkan proyek di Afrika yang akan digarap.
&amp;ldquo;Iya ada beberapa yang akan ditandatangani (kontrak proyek dengan negara Afrika),&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/8/2019).
Baca Juga: Laba Wika Naik 60% Berkat Kontrak Baru Senilai RP15,23 Triliun di Semester I
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, negara Afrika yang berminat meminang perusahaannya sebagai kontraktor yakni Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda. Namun perseroan akan memilah mana saja proyek di negara tersebut yang cukup menguntungkan.
&quot;Banyak tawaran pekerjaan di Afrika. Mulai dari Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda,&quot; ucapnya.Meski demikian, pihaknya akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum  mengambil tawaran proyek tersebut. Sebagai salah satu contohnya seperti  negara itu memiliki dana yang cukup untuk membayar, hingga potensi  profit yang menggiurkan.
&quot;Ya memilih tawaran ini sama seperti kalau (perempuan) di dekatkan  sama cowok, boleh pilih. Yang ganteng, kemudian yang kaya,&quot; ucapnya.
Menurut Mahendra, seleksi itu dilakukan lantaran risiko mengerjakan  proyek di luar negeri begitu tinggi. Selain itu faktor keamanan negara  setempat juga perlu diperhatikan.
&quot;Yang disasar itu infrastruktur pelabuhan, ada apartemen. Nanti (di  Bali) akan membuat agreement. Potensi di Afrika itu n&amp;lrm;ilainya besar,&quot;  kata Mahendra.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengaku banyak diminati oleh banyak negara di Afrika untuk membangun infrastruktur di benua hitam. Ada beberapa negara Afrika yang akan tandatangan kontrak dengan perusahaan konstruksi dengan pelat merah tersebut.
Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, beberapa kontrak akan ditandatangani dalam forum Indonesia-Afrika Infrastruktur di Bali. Meskipun begitu, dirinya belum bisa menyebutkan proyek apa dan negara mana yang akan diteken dalam kontrak tersebut.
Baca Juga: Disebut Utang Membengkak, Bos Wika: Kalau Tak Naik Mending Tidur Saja di Rumah
Asal tahu saja, pada 20-21 Agustus 2019 akan digelar Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali. Pada kesempatan itu, Wijaya Karya akan mengumumkan proyek di Afrika yang akan digarap.
&amp;ldquo;Iya ada beberapa yang akan ditandatangani (kontrak proyek dengan negara Afrika),&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/8/2019).
Baca Juga: Laba Wika Naik 60% Berkat Kontrak Baru Senilai RP15,23 Triliun di Semester I
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, negara Afrika yang berminat meminang perusahaannya sebagai kontraktor yakni Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda. Namun perseroan akan memilah mana saja proyek di negara tersebut yang cukup menguntungkan.
&quot;Banyak tawaran pekerjaan di Afrika. Mulai dari Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda,&quot; ucapnya.Meski demikian, pihaknya akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum  mengambil tawaran proyek tersebut. Sebagai salah satu contohnya seperti  negara itu memiliki dana yang cukup untuk membayar, hingga potensi  profit yang menggiurkan.
&quot;Ya memilih tawaran ini sama seperti kalau (perempuan) di dekatkan  sama cowok, boleh pilih. Yang ganteng, kemudian yang kaya,&quot; ucapnya.
Menurut Mahendra, seleksi itu dilakukan lantaran risiko mengerjakan  proyek di luar negeri begitu tinggi. Selain itu faktor keamanan negara  setempat juga perlu diperhatikan.
&quot;Yang disasar itu infrastruktur pelabuhan, ada apartemen. Nanti (di  Bali) akan membuat agreement. Potensi di Afrika itu n&amp;lrm;ilainya besar,&quot;  kata Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
