<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Jadi Pejuang KPR, Simak 5 Taktik Keuangan Membeli Rumah</title><description>Harga tanah beserta bangunan rumah terus meroket.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah"/><item><title>Sebelum Jadi Pejuang KPR, Simak 5 Taktik Keuangan Membeli Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah-qJptSK2pU4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/470/2088838/sebelum-jadi-pejuang-kpr-simak-5-taktik-keuangan-membeli-rumah-qJptSK2pU4.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Harga tanah beserta bangunan rumah terus meroket. Sehingga jika ingin mewujudkan impian memiliki rumah pribadi, dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang.

Mengapa demikian? Memiliki rumah tidak hanya kemampuan untuk melunasi DP. Banyak hal yang perlu dipikirkan, antara lain kebutuhan untuk mengisi rumah seperti furnitur, juga kebutuhan hidup yang angkanya terus meningkat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Jangan Tunda Beli Rumah, Perhatikan Batas Usia Pelunasan KPR
Berikut ini taktik keuangan yang harus diperhitungkan sebelum membeli rumah, seperti dikutip dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (7/8/2019).

1. Tentukan Budget Rumah yang Ingin Dibeli

Hal pertama kali yang bisa dilakukan, yaitu menentukan harga rumah yang kalian inginkan. Tentukan target yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan kalian saat ini dan kemungkinan peningkatan penghasilan beberapa tahun ke depan.

Kalian bisa survei lokasi yang kira-kira masuk ke budget tersebut. Agar meringankan, coba cari lokasi yang menawarkan harga rumah terjangkau. Misalnya di daerah pinggiran Jakarta seperti Depok, Tangerang, atau Bekasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rasio KPR Indonesia Hanya 2,9%, Jauh Tertinggal dari Malaysia 38%
Daerah Depok yang dekat dengan Stasiun Kereta Citayam masih menawarkan harga rumah di sekitar angka Rp350 juta-an. Jika target kalian adalah lima tahun lagi, tentu terdapat kenaikan harga di tahun mendatang. Kenaikan harga rumah biasanya berkisar di 7% per tahun. Untuk dapat membeli rumah tersebut. Dana yang harus kalian miliki lima tahun ke depan adalah Rp490 juta.

2. Menabung Uang Muka dengan Disiplin dan Cerdas

Kesulitan utama milenial dalam membeli rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat KPR. Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP?

Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan. Namun, tidak sedikit yang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka. Cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan disimpan setiap bulannya, minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Serang-Panimbang Akan Tersambung Tol Tangerang-Merak
Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima. Jangan menunda menabung sampai akhir bulan, namun saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka.

Untuk membantu, maka bisa memanfaatkan fitur reksa dana auto-invest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan agar diinvestasikan di instrumen reksa dana yang dipilih. Dengan membuat prosesnya otomatis, maka akan menabung secara reguler dengan sendirinya. Jika dibandingkan menabung di tabungan, secara umum reksa dana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik.
3. Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari pekerjaan sampingan adalah salah satu solusi yang bisa   dilakukan jika pekerjaan utama kalian memberikan penghasilan yang   pas-pasan. Sulit bagi kalian untuk mengumpulkan uang muka rumah jika   hanya mengandalkan gaji utama yang jumlahnya habis untuk memenuhi   kebutuhan pokok.

Cari sebuah pekerjaan sampingan yang dapat kalian lakukan tanpa   menggangu pekerjaan utama. Penkerjaan pekerjaan sampingan ini setelah   pulang kerja atau di akhir pekan. Contoh pilihan pekerjaan yang dapat   kalian lakukan adalah menjadi freelancer. Perkembangan teknologi telah   memungkinkan kalian untuk dapat mengakses pekerjaan secara online, yang   dapat kalian manfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan sesuai   dengan keahlian yang kalian miliki.
&amp;nbsp;
 
4. Mulai Berinvestasi

Menyimpan uang dan membiarkannya mengendap di tabungan dalam jangka   waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak untuk dilakukan.   Mulailah mencoba untuk melipat gandakan uang kalian dengan berinvestasi.   Kalian dapat memulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola   teman atau keluarga. Selain itu, juga dapat menginvestasikan uang dalam   bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas, deposito, dan  reksadana. 
5. Menghemat Biaya Hidup

Untuk dapat mengumpukan dana uang muka pembelian rumah, harus diikuti  sikap mengelola keuangan dengan seimbang, pengeluaran tidak lebih besar  dari pendapatan dengan cara menekan pengeluaran. Pengeluaran yang  paling mudah ditekan adalah dengan kurangi makan di restoran atau kafe  atau dapat membawa bekal. Ketika kalian memasak di rumah kalian bisa  dengan hati-hati memilih bahan makanan. Jangan membeli sesuatu yang  mendadak di luar pos pengeluaran bulanan kalian, apalagi hal tersebut  tidak bersifat &amp;ldquo;wajib&amp;rdquo;. Pertimbangkanlah untuk membeli barang bekas  pakai/second yang menawarkan harga terjangkau. Selain itu, biaya  transportasi juga menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar. Catat  pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah  kalian tentukan.

Jika sudah melakukan kelima hal di atas, selanjutnya menargetkan  waktu untuk mengumpulkan uang muka. Sekarang kita akan menghitung dana  yang kalian perlukan untuk bisa memiliki hunian melalui skema cicilan  KPR/KPA. Misal kita ingin membeli apartemen dengan harga Rp350 juta di  daerah Bekasi atau Karawang. Umumnya, DP rumah/apartemen untuk KPR/KPA  adalah 30% dari total harga rumah. Jadi kalian perlu menyiapkan dana  sekitar Rp105 juta. Jika kita perinci, Rp105 juta dibagi 10 tahun akan  menghasilkan Rp10.5 juta per tahun, Rp875 ribu per bulan, Rp30 ribu per  hari. Jika sudah mulai menabung Rp30 ribu setiap hari secara rutin  selama 10 tahun mulai dari umur 15, maka saat kalian memasuki usia 25  tahun kalian sudah memiliki uang muka untuk membeli apartemen. Rumus ini  juga dapat diterapkan para orang tua generasi X yang memiliki anak  milenial berusia 15 tahun dari sekarang.

Perhitungan lebih detailnya seperti di bawah ini, dengan  mengasumsikan peningkatan gaji sebesar 30% per tiga tahun dan tidak ada  return signifikan dalam tabungan. Jika kalian menabung 30% dari  penghasilan kalian setiap bulan secara disiplin, kurang lebih Rp50 ribu &amp;ndash;  Rp70 ribu setiap harinya, maka kalian akan mendapatkan dana sekitar  Rp137 juta pada usia 24 tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai uang muka  pembelian rumah. Dengan cara ini, kalian sudah bisa memiliki rumah saat  berusia 25 tahun. Untuk sisa pembayaran rumah (70% sisa total harga),  kalian bisa melunasi dengan mencicil dari gaji yang umumnya naik 10%  setiap tahunnya.



</description><content:encoded>JAKARTA - Harga tanah beserta bangunan rumah terus meroket. Sehingga jika ingin mewujudkan impian memiliki rumah pribadi, dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang.

Mengapa demikian? Memiliki rumah tidak hanya kemampuan untuk melunasi DP. Banyak hal yang perlu dipikirkan, antara lain kebutuhan untuk mengisi rumah seperti furnitur, juga kebutuhan hidup yang angkanya terus meningkat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Jangan Tunda Beli Rumah, Perhatikan Batas Usia Pelunasan KPR
Berikut ini taktik keuangan yang harus diperhitungkan sebelum membeli rumah, seperti dikutip dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rabu (7/8/2019).

1. Tentukan Budget Rumah yang Ingin Dibeli

Hal pertama kali yang bisa dilakukan, yaitu menentukan harga rumah yang kalian inginkan. Tentukan target yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan kalian saat ini dan kemungkinan peningkatan penghasilan beberapa tahun ke depan.

Kalian bisa survei lokasi yang kira-kira masuk ke budget tersebut. Agar meringankan, coba cari lokasi yang menawarkan harga rumah terjangkau. Misalnya di daerah pinggiran Jakarta seperti Depok, Tangerang, atau Bekasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Rasio KPR Indonesia Hanya 2,9%, Jauh Tertinggal dari Malaysia 38%
Daerah Depok yang dekat dengan Stasiun Kereta Citayam masih menawarkan harga rumah di sekitar angka Rp350 juta-an. Jika target kalian adalah lima tahun lagi, tentu terdapat kenaikan harga di tahun mendatang. Kenaikan harga rumah biasanya berkisar di 7% per tahun. Untuk dapat membeli rumah tersebut. Dana yang harus kalian miliki lima tahun ke depan adalah Rp490 juta.

2. Menabung Uang Muka dengan Disiplin dan Cerdas

Kesulitan utama milenial dalam membeli rumah adalah tidak memiliki dana untuk membayar uang muka yang merupakan prasyarat KPR. Karena itu, mau tidak mau, uang muka harus dikumpulkan jika ingin punya rumah. Bagaimana cara mengumpulkan DP?

Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan. Namun, tidak sedikit yang tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan uang muka. Cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang akan disimpan setiap bulannya, minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Serang-Panimbang Akan Tersambung Tol Tangerang-Merak
Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima. Jangan menunda menabung sampai akhir bulan, namun saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka.

Untuk membantu, maka bisa memanfaatkan fitur reksa dana auto-invest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu tertentu setiap bulan agar diinvestasikan di instrumen reksa dana yang dipilih. Dengan membuat prosesnya otomatis, maka akan menabung secara reguler dengan sendirinya. Jika dibandingkan menabung di tabungan, secara umum reksa dana menyediakan instrumen yang memberikan return lebih tinggi dengan tingkat keamanan yang baik.
3. Mencari Penghasilan Tambahan

Mencari pekerjaan sampingan adalah salah satu solusi yang bisa   dilakukan jika pekerjaan utama kalian memberikan penghasilan yang   pas-pasan. Sulit bagi kalian untuk mengumpulkan uang muka rumah jika   hanya mengandalkan gaji utama yang jumlahnya habis untuk memenuhi   kebutuhan pokok.

Cari sebuah pekerjaan sampingan yang dapat kalian lakukan tanpa   menggangu pekerjaan utama. Penkerjaan pekerjaan sampingan ini setelah   pulang kerja atau di akhir pekan. Contoh pilihan pekerjaan yang dapat   kalian lakukan adalah menjadi freelancer. Perkembangan teknologi telah   memungkinkan kalian untuk dapat mengakses pekerjaan secara online, yang   dapat kalian manfaatkan untuk memperoleh penghasilan tambahan sesuai   dengan keahlian yang kalian miliki.
&amp;nbsp;
 
4. Mulai Berinvestasi

Menyimpan uang dan membiarkannya mengendap di tabungan dalam jangka   waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang bijak untuk dilakukan.   Mulailah mencoba untuk melipat gandakan uang kalian dengan berinvestasi.   Kalian dapat memulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola   teman atau keluarga. Selain itu, juga dapat menginvestasikan uang dalam   bentuk investasi yang lebih aman, seperti emas, deposito, dan  reksadana. 
5. Menghemat Biaya Hidup

Untuk dapat mengumpukan dana uang muka pembelian rumah, harus diikuti  sikap mengelola keuangan dengan seimbang, pengeluaran tidak lebih besar  dari pendapatan dengan cara menekan pengeluaran. Pengeluaran yang  paling mudah ditekan adalah dengan kurangi makan di restoran atau kafe  atau dapat membawa bekal. Ketika kalian memasak di rumah kalian bisa  dengan hati-hati memilih bahan makanan. Jangan membeli sesuatu yang  mendadak di luar pos pengeluaran bulanan kalian, apalagi hal tersebut  tidak bersifat &amp;ldquo;wajib&amp;rdquo;. Pertimbangkanlah untuk membeli barang bekas  pakai/second yang menawarkan harga terjangkau. Selain itu, biaya  transportasi juga menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar. Catat  pengeluaran dan evaluasi secara berkala agar mencapai target yang telah  kalian tentukan.

Jika sudah melakukan kelima hal di atas, selanjutnya menargetkan  waktu untuk mengumpulkan uang muka. Sekarang kita akan menghitung dana  yang kalian perlukan untuk bisa memiliki hunian melalui skema cicilan  KPR/KPA. Misal kita ingin membeli apartemen dengan harga Rp350 juta di  daerah Bekasi atau Karawang. Umumnya, DP rumah/apartemen untuk KPR/KPA  adalah 30% dari total harga rumah. Jadi kalian perlu menyiapkan dana  sekitar Rp105 juta. Jika kita perinci, Rp105 juta dibagi 10 tahun akan  menghasilkan Rp10.5 juta per tahun, Rp875 ribu per bulan, Rp30 ribu per  hari. Jika sudah mulai menabung Rp30 ribu setiap hari secara rutin  selama 10 tahun mulai dari umur 15, maka saat kalian memasuki usia 25  tahun kalian sudah memiliki uang muka untuk membeli apartemen. Rumus ini  juga dapat diterapkan para orang tua generasi X yang memiliki anak  milenial berusia 15 tahun dari sekarang.

Perhitungan lebih detailnya seperti di bawah ini, dengan  mengasumsikan peningkatan gaji sebesar 30% per tiga tahun dan tidak ada  return signifikan dalam tabungan. Jika kalian menabung 30% dari  penghasilan kalian setiap bulan secara disiplin, kurang lebih Rp50 ribu &amp;ndash;  Rp70 ribu setiap harinya, maka kalian akan mendapatkan dana sekitar  Rp137 juta pada usia 24 tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai uang muka  pembelian rumah. Dengan cara ini, kalian sudah bisa memiliki rumah saat  berusia 25 tahun. Untuk sisa pembayaran rumah (70% sisa total harga),  kalian bisa melunasi dengan mencicil dari gaji yang umumnya naik 10%  setiap tahunnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
