<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump ke The Fed: Pangkas Suku Bunga Lebih Besar dan Cepat!</title><description>Presiden Donald Trump semakin menekan bank sentral AS atau The Fed agar menurunkan suku bunga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat"/><item><title>Trump ke The Fed: Pangkas Suku Bunga Lebih Besar dan Cepat!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2019 21:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat-XmAR8eYUGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/08/20/2089574/trump-ke-the-fed-pangkas-suku-bunga-lebih-besar-dan-cepat-XmAR8eYUGL.jpg</image><title>The Fed (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Presiden Donald Trump semakin menekan bank sentral AS atau The Fed agar menurunkan suku bunga. Trump mengatakan perlambanan ekonomi Amerika adalah karena ulah Bank Sentral dan bukan akibat sengketa dagang dengan China.

&amp;ldquo;Mereka harus memotong suku bunga lebih besar dan lebih cepat,&amp;rdquo; kata Trump dalam serangkaian cuitan pada Rabu 7 Agustus 2019 pagi, satu minggu setelah Fed memotong suku bunga utama untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Mantan Bos The Fed Kritik Campur Tangan Trump saat Pembuatan Keputusan
Ditambahkannya, &amp;ldquo;Masalah kita bukan China, masalah kita adalah Fed yang terlalu pongah untuk mengakui kesalahan mereka yang terlalu ketat.&amp;rdquo;

Trump sering mengkritik The Fed dan cuitan terakhir ini menuntut Bank Sentral memotong suku bunga guna mendongkrak ekonomi Amerika sebelum pemilihan presiden 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penurunan Suku Bunga The Fed Pacu Pertumbuhan Ekonomi RI 

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (8/8/2019), meskipun ekonomi Amerika masih mengalami pertumbuhan, tetapi lajunya lebih lamban. Ekonomi tumbuh hanya 2,1 persen dalam kuartal kedua, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian menurut US Bureau of Economic Analysis.

Kecemasan semakin besar dengan perlambanan ekonomi sehingga memicu investor untuk menjual saham serta mengalihkan dana mereka ke surat-surat berharga yang tidak berisiko tinggi, meskipun pengembaliannya lebih rendah.

Banyak analis pasar menduga Fed akan memotong suku bunga lagi pada September, dan kemungkinan dua kali lagi sebelum tahun berakhir.

Perang dagang dengan China telah menimbulkan keprihatinan akan  terjadinya perlambanan baik ekonomi Amerika maupun global. Gubernur Fed  Jerome Powell mengatakan, penurunan suku bunga baru-baru ini dilakukan  akibat ketidak pastian yang muncul seputar kebijakan perdagangan  Amerika.

Sementara Trump mengecam Fed, empat mantan pemimpin bank sentral  mendukung kebebasan dan pemisahan dari eksekutif lembaga itu. Dalam  kolom opini Senin di Wall Street Journal, Ben Bernanke, Alan Greenspan,  Paul Volcker, dan Janet Yellen mengatakan, ekonomi Amerika kuat dan  berfungsi sangat baik kalau Fed bisa bertindak secara independen dan  didasarkan pada data dan prinsip ekonomi yang wajar.

&amp;ldquo;Persepsi bahwa keputusan moneter dimotivir oleh politik atau  dipengaruhi ancaman pemecatan penyusun kebijakan, bisa memperlemah  kepercayaan publik bahwa Fed itu bertindak demi kepentingan terbaik  ekonomi. Hal ini bisa mengarah pada pasar finansial tidak stabil dan  hasil ekonomi lebih buruk,&amp;rdquo; demikian isi tulisan para mantan pemimpin  The Fed itu.

Trump dilaporkan membahas kemungkinan untuk memecat Powell dari  jabatannya, sehingga memunculkan pertanyaan dengan kebebasan yang  dimiliki bank sentral. Powell secara berulangkali telah menekankan  komitmen Fed pada kebebasan lembaga itu dan katanya dia bermaksud  menyelesaikan masa jabatan empat tahunnya di sana.</description><content:encoded>NEW YORK - Presiden Donald Trump semakin menekan bank sentral AS atau The Fed agar menurunkan suku bunga. Trump mengatakan perlambanan ekonomi Amerika adalah karena ulah Bank Sentral dan bukan akibat sengketa dagang dengan China.

&amp;ldquo;Mereka harus memotong suku bunga lebih besar dan lebih cepat,&amp;rdquo; kata Trump dalam serangkaian cuitan pada Rabu 7 Agustus 2019 pagi, satu minggu setelah Fed memotong suku bunga utama untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 4 Mantan Bos The Fed Kritik Campur Tangan Trump saat Pembuatan Keputusan
Ditambahkannya, &amp;ldquo;Masalah kita bukan China, masalah kita adalah Fed yang terlalu pongah untuk mengakui kesalahan mereka yang terlalu ketat.&amp;rdquo;

Trump sering mengkritik The Fed dan cuitan terakhir ini menuntut Bank Sentral memotong suku bunga guna mendongkrak ekonomi Amerika sebelum pemilihan presiden 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Penurunan Suku Bunga The Fed Pacu Pertumbuhan Ekonomi RI 

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (8/8/2019), meskipun ekonomi Amerika masih mengalami pertumbuhan, tetapi lajunya lebih lamban. Ekonomi tumbuh hanya 2,1 persen dalam kuartal kedua, jauh lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, demikian menurut US Bureau of Economic Analysis.

Kecemasan semakin besar dengan perlambanan ekonomi sehingga memicu investor untuk menjual saham serta mengalihkan dana mereka ke surat-surat berharga yang tidak berisiko tinggi, meskipun pengembaliannya lebih rendah.

Banyak analis pasar menduga Fed akan memotong suku bunga lagi pada September, dan kemungkinan dua kali lagi sebelum tahun berakhir.

Perang dagang dengan China telah menimbulkan keprihatinan akan  terjadinya perlambanan baik ekonomi Amerika maupun global. Gubernur Fed  Jerome Powell mengatakan, penurunan suku bunga baru-baru ini dilakukan  akibat ketidak pastian yang muncul seputar kebijakan perdagangan  Amerika.

Sementara Trump mengecam Fed, empat mantan pemimpin bank sentral  mendukung kebebasan dan pemisahan dari eksekutif lembaga itu. Dalam  kolom opini Senin di Wall Street Journal, Ben Bernanke, Alan Greenspan,  Paul Volcker, dan Janet Yellen mengatakan, ekonomi Amerika kuat dan  berfungsi sangat baik kalau Fed bisa bertindak secara independen dan  didasarkan pada data dan prinsip ekonomi yang wajar.

&amp;ldquo;Persepsi bahwa keputusan moneter dimotivir oleh politik atau  dipengaruhi ancaman pemecatan penyusun kebijakan, bisa memperlemah  kepercayaan publik bahwa Fed itu bertindak demi kepentingan terbaik  ekonomi. Hal ini bisa mengarah pada pasar finansial tidak stabil dan  hasil ekonomi lebih buruk,&amp;rdquo; demikian isi tulisan para mantan pemimpin  The Fed itu.

Trump dilaporkan membahas kemungkinan untuk memecat Powell dari  jabatannya, sehingga memunculkan pertanyaan dengan kebebasan yang  dimiliki bank sentral. Powell secara berulangkali telah menekankan  komitmen Fed pada kebebasan lembaga itu dan katanya dia bermaksud  menyelesaikan masa jabatan empat tahunnya di sana.</content:encoded></item></channel></rss>
