<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Petani, Kini Kementan Tumbuhkan Eksportir Milenial</title><description>Giat ekspor produk pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam paya meningkatkan produk ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial"/><item><title>Setelah Petani, Kini Kementan Tumbuhkan Eksportir Milenial</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2019 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial-uwv3sMKvWM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Kementan Eksportir Milenial (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/08/320/2089185/setelah-petani-kini-kementan-tumbuhkan-eksportir-milenial-uwv3sMKvWM.jpg</image><title>Foto: Kementan Eksportir Milenial (Ist)</title></images><description>JAKARTA - Giat ekspor produk pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam paya meningkatkan produk ekspor dengan menggali produk-produk ekspor baru dan mendorong tumbuhnya eksportir milenial menjadi terobosan yang dilakukan oleh Kementan saat ini.

&amp;ldquo;Semangat Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menggenjot ekspor produk pertanian perlu kita dukung penuh. Upaya strategis peningkatan dan percepatan ekspor komoditas pertanian menjadi modal bagi bangsa Indonesia, selain itu kita beruntung bahwa bangsa ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, terutama hasil pertanian,&amp;rdquo; sebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementan Terus Berupaya Menciptakan Petani dari Kalangan Milenial
Dedi menyampaikan bahwa meningkatkan jumlah eksportir terutama di kalangan generasi milenial, yaitu dengan cara mendorong kreativitas generasi muda dalam meningkatkan produksi yang layak ekspor.

&quot;Kita gerakan petani milenial melalui Balai-Balai Pelatihan Pertanian serta Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang Kementan miliki. Kita ciptakan job seeker dan job creator yang siap mengguncang dunia dengan kreatifitas dan produktivitas generasi milenial pertanian Indonesia,&quot; ucap Dedi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Amran Optimistis Polbangtan Cetak Generasi Petani Milenial Sukses
Dedi juga mengatakan bahwa kaum milenial akan kita dorong untuk dapat meningkatkan diiversifikasi atau keberagaman komoditas/produk dengan minimal produk setengah jadi bahkan sampai jadi.

&quot;Sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, bahwa BPPSDMP akan terus melakukan upaya khusus untuk menciptakan generasi muda milenial di sektor pertanian,&quot; tutur Dedi.
&amp;nbsp;Kementan saat ini sudah memiliki enam Polbangtan diantaranya:  Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta &amp;ndash;Magelang,  Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Manokwari. Sebentar  lagi memiliki Politeknik Enjinering Pertanian (PEPI). Lulusan-lulusan  Polbangtan ini yang kita cetak untuk menjadi job seeker dan job creator  di Pertanian.

Polbangtan dan PEPI merupakan Lembaga Pendidikan vokasi pertanian  yang diarahkan menjadi world class univerisities untuk mempersiapkan  tenaga kerja pertanian yang siap kerja (job seeker) maupun siap menjadi  wirausaha pertanian (job creator).

Di mana saat ini terjadi pergeseran paradigma lulusan, tidak lagi  based on supply melainkan demand driven, mewadahi adanya wacana terkait  regenerasi petani dan peningkatan minat generasi muda milenial  berkecimpung di sektor pertanian.

&quot;Balai pelatihan yang kita miliki juga akan didorong untuk mencetak  petani-petani muda handal yang siap membantu menambah pundi-pundi devisa  negara dengan ekspor produk-produk pertanian,&quot; ungkap Dedi.
Tentu saja, peningkatan kualitas dan kuantitas generasi muda   pertanian milenial selaras dengan visi Kementerian Pertanian dalam   meningkatkan produksi dan daya saing pertanian berorientasi ekspor serta   mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045, berbasis  sumber  daya lokal, dengan penekanan pada pengembangan komoditas  strategis  pertanian yaitu padi, jagung, bawang merah, bawang putih,  cabai, sapi,  tebu, kakao, kopi dan rempah lainnya.

Dedi juga menekankan bahwa di era keterbukaan informasi pada industri   4.0, sistem informasi pertanian dan mekanisasi pertanian menjadi tools   yang sangat strategis bagi Polbangtan dan PEPI serta Balai Pelatihan   yang Kementan miliki dalam upaya menghasilkan lulusan yang adaptif   terhadap teknologi, yang siap terjun ke dunia kerja dan wirausaha   agribisnis, berorientasi ekspor serta menjadi agents of changes dalam   pembangunan pertanian, utamanya penyebaran informasi pertanian bagi   stakeholders dan modernisasi pertanian.

&quot;Pengembangan sistem informasi pertanian (ICT, IoT, artificial   intelligent) diperuntukkan bagi kepentingan penyebaran informasi baik   secara internal maupun secara eksternal dengan maksud memberikan layanan   terhadap informasi secara cepat, tepat, akurat dan kekinian yang dapat   mendukung institusi dalam pengambilan keputusan,&quot; tutup Dedi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Giat ekspor produk pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dalam paya meningkatkan produk ekspor dengan menggali produk-produk ekspor baru dan mendorong tumbuhnya eksportir milenial menjadi terobosan yang dilakukan oleh Kementan saat ini.

&amp;ldquo;Semangat Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menggenjot ekspor produk pertanian perlu kita dukung penuh. Upaya strategis peningkatan dan percepatan ekspor komoditas pertanian menjadi modal bagi bangsa Indonesia, selain itu kita beruntung bahwa bangsa ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, terutama hasil pertanian,&amp;rdquo; sebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementan Terus Berupaya Menciptakan Petani dari Kalangan Milenial
Dedi menyampaikan bahwa meningkatkan jumlah eksportir terutama di kalangan generasi milenial, yaitu dengan cara mendorong kreativitas generasi muda dalam meningkatkan produksi yang layak ekspor.

&quot;Kita gerakan petani milenial melalui Balai-Balai Pelatihan Pertanian serta Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang Kementan miliki. Kita ciptakan job seeker dan job creator yang siap mengguncang dunia dengan kreatifitas dan produktivitas generasi milenial pertanian Indonesia,&quot; ucap Dedi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Amran Optimistis Polbangtan Cetak Generasi Petani Milenial Sukses
Dedi juga mengatakan bahwa kaum milenial akan kita dorong untuk dapat meningkatkan diiversifikasi atau keberagaman komoditas/produk dengan minimal produk setengah jadi bahkan sampai jadi.

&quot;Sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian, bahwa BPPSDMP akan terus melakukan upaya khusus untuk menciptakan generasi muda milenial di sektor pertanian,&quot; tutur Dedi.
&amp;nbsp;Kementan saat ini sudah memiliki enam Polbangtan diantaranya:  Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta &amp;ndash;Magelang,  Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, dan Polbangtan Manokwari. Sebentar  lagi memiliki Politeknik Enjinering Pertanian (PEPI). Lulusan-lulusan  Polbangtan ini yang kita cetak untuk menjadi job seeker dan job creator  di Pertanian.

Polbangtan dan PEPI merupakan Lembaga Pendidikan vokasi pertanian  yang diarahkan menjadi world class univerisities untuk mempersiapkan  tenaga kerja pertanian yang siap kerja (job seeker) maupun siap menjadi  wirausaha pertanian (job creator).

Di mana saat ini terjadi pergeseran paradigma lulusan, tidak lagi  based on supply melainkan demand driven, mewadahi adanya wacana terkait  regenerasi petani dan peningkatan minat generasi muda milenial  berkecimpung di sektor pertanian.

&quot;Balai pelatihan yang kita miliki juga akan didorong untuk mencetak  petani-petani muda handal yang siap membantu menambah pundi-pundi devisa  negara dengan ekspor produk-produk pertanian,&quot; ungkap Dedi.
Tentu saja, peningkatan kualitas dan kuantitas generasi muda   pertanian milenial selaras dengan visi Kementerian Pertanian dalam   meningkatkan produksi dan daya saing pertanian berorientasi ekspor serta   mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045, berbasis  sumber  daya lokal, dengan penekanan pada pengembangan komoditas  strategis  pertanian yaitu padi, jagung, bawang merah, bawang putih,  cabai, sapi,  tebu, kakao, kopi dan rempah lainnya.

Dedi juga menekankan bahwa di era keterbukaan informasi pada industri   4.0, sistem informasi pertanian dan mekanisasi pertanian menjadi tools   yang sangat strategis bagi Polbangtan dan PEPI serta Balai Pelatihan   yang Kementan miliki dalam upaya menghasilkan lulusan yang adaptif   terhadap teknologi, yang siap terjun ke dunia kerja dan wirausaha   agribisnis, berorientasi ekspor serta menjadi agents of changes dalam   pembangunan pertanian, utamanya penyebaran informasi pertanian bagi   stakeholders dan modernisasi pertanian.

&quot;Pengembangan sistem informasi pertanian (ICT, IoT, artificial   intelligent) diperuntukkan bagi kepentingan penyebaran informasi baik   secara internal maupun secara eksternal dengan maksud memberikan layanan   terhadap informasi secara cepat, tepat, akurat dan kekinian yang dapat   mendukung institusi dalam pengambilan keputusan,&quot; tutup Dedi.
</content:encoded></item></channel></rss>
