<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Lesu, Rasio Produktivitas Indonesia Juga Kalah dari Vietnam</title><description>Rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (Implemental Capital To Output Ratio) Indonesia masih sangat rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Lesu, Rasio Produktivitas Indonesia Juga Kalah dari Vietnam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2019 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam-pe4IoRLXHO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/09/20/2089802/pertumbuhan-ekonomi-lesu-rasio-produktivitas-indonesia-juga-kalah-dari-vietnam-pe4IoRLXHO.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (Implemental Capital To Output Ratio) Indonesia masih sangat rendah. Bahkan, jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Indonesa masih kalah.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ICOR Indonesia masih tinggi sebesar 6,6% dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%. Sedangkan, tingkat produktivitas Vietnam sebesar 4,6% dengan pertumbuhan ekonomi lebih dari 7%.
Baca Juga: JK Minta Indonesia Contek Singapura, Berubah Jadi Negara Industri
Artinya, dengan nilai ICOR 6,6%, maka seharusnya untuk menumbuhkan ekonomi 1% butuh penambahan investasi sebesar 6,6%. Sehingga, makin rendah nilai ICOR membuktikan produktivitas dalam negeri makin tinggi.
&quot;Kalau bicara gampang, Vietnam Pertumbuhan ekonominya 7% lebih, capital dalam negerinya 32%. Berarti ICOR nya 4,6%. Kita ICOR-nya 6,6%, tapi pertumbuhan ekonominya 5,1%,&quot; ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta , Jumat (9/8/2019).
Meskipun begitu, lanjut Darmin, ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya dengan menggenjot investasi di sektor industri dan agrobisnis.
&quot;Kita juga perlu mendorong di bidang ekspor,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Perbaiki Kualitas SDM dengan Rp495 Triliun, Sri Mulyani: Masih Ada Kendala
Akan tetapi, katanya, untuk meningkat produksi diperlukan hilirisasi industri. Oleh karenannya, pemerintah akan terus mendorong hilirasasi industri di sektor kehutanan hingga kelautan.
&quot;Hilirirasi kita kelihatannya kurang gegap gempita, maka perlu mendorong hilirisasi baik pertambangan, kehutanan, dan kelautan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rasio produktivitas Indonesia atau ICOR (Implemental Capital To Output Ratio) Indonesia masih sangat rendah. Bahkan, jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Vietnam, Indonesa masih kalah.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ICOR Indonesia masih tinggi sebesar 6,6% dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%. Sedangkan, tingkat produktivitas Vietnam sebesar 4,6% dengan pertumbuhan ekonomi lebih dari 7%.
Baca Juga: JK Minta Indonesia Contek Singapura, Berubah Jadi Negara Industri
Artinya, dengan nilai ICOR 6,6%, maka seharusnya untuk menumbuhkan ekonomi 1% butuh penambahan investasi sebesar 6,6%. Sehingga, makin rendah nilai ICOR membuktikan produktivitas dalam negeri makin tinggi.
&quot;Kalau bicara gampang, Vietnam Pertumbuhan ekonominya 7% lebih, capital dalam negerinya 32%. Berarti ICOR nya 4,6%. Kita ICOR-nya 6,6%, tapi pertumbuhan ekonominya 5,1%,&quot; ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta , Jumat (9/8/2019).
Meskipun begitu, lanjut Darmin, ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya dengan menggenjot investasi di sektor industri dan agrobisnis.
&quot;Kita juga perlu mendorong di bidang ekspor,&quot; ucapnya.
Baca Juga: Perbaiki Kualitas SDM dengan Rp495 Triliun, Sri Mulyani: Masih Ada Kendala
Akan tetapi, katanya, untuk meningkat produksi diperlukan hilirisasi industri. Oleh karenannya, pemerintah akan terus mendorong hilirasasi industri di sektor kehutanan hingga kelautan.
&quot;Hilirirasi kita kelihatannya kurang gegap gempita, maka perlu mendorong hilirisasi baik pertambangan, kehutanan, dan kelautan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
