<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Dagang Memanas, Bos BI: Rupiah Sempat Kaget   </title><description>Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Presiden Trump dengan tarif tambahan 10% kepada produk China membuat perang dagang kembali memanas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget"/><item><title>Perang Dagang Memanas, Bos BI: Rupiah Sempat Kaget   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2019 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget-td29CQiPEy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/09/278/2089892/perang-dagang-memanas-bos-bi-rupiah-sempat-kaget-td29CQiPEy.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar Rupiah sempat terkoreksi beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang tak kunjung membaik.
Baca Juga: Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Rp14.200/USD
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ucapan Presiden Trump dengan memberikan tarif tambahan 10% kepada produk China membuat perang dagang kembali memanas. Pengenaan tarif tambahan 10% terhadap impor barang asal China senilai USD300 miliar akan berlaku mulai 1 September.

Menurut Perry, ucapan Presiden Trump membuat nilai tukar Rupiah sempat kaget. Sehingga Rupiah sempat terkoreksi.
&quot;Saat ini nilai tukar Rupiah bergerak stabil walaupun sempat berubah karena faktor teknikal karena memang kaget ucapan yang diluncurkan Amerika Serikat dan kenaikan tarif USD300 miliar ke China,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jumat (9/8/2019).
Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Melemah Tipis ke Rp14.228/USD
Perry menegaskan, pihaknya selalu berada di pasar untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah walaupun ada faktor teknikal yang masih akan menggangu mata uang kecintaan. Salah satunya akan selalu melakukan intervensi.
&quot;Hal ini tidak hanya di pasar spot tapi di Domestic Non Delivery  Forward (DNDF) dan dengan pembelian pasar sekunder dan tetap menjaga  likuidtas di pasar dan komitmennya,&quot; jelasnya.
Sementara itu, saat ini nilai tukar Rupiah sudah relatif stabil.  Meskipun perang dagang masih berlangsung nilai tukar Rupiah stabil  diangka Rp14.205 per USD.
Sebagai informasi, Bloomberg, Jumat (9/8/2019), Rupiah dibuka di  angka Rp14.205 per USD. Angka ini menguat jika dibandingkan dengan  penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp14.213 per USD.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar Rupiah sempat terkoreksi beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang tak kunjung membaik.
Baca Juga: Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Rp14.200/USD
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan ucapan Presiden Trump dengan memberikan tarif tambahan 10% kepada produk China membuat perang dagang kembali memanas. Pengenaan tarif tambahan 10% terhadap impor barang asal China senilai USD300 miliar akan berlaku mulai 1 September.

Menurut Perry, ucapan Presiden Trump membuat nilai tukar Rupiah sempat kaget. Sehingga Rupiah sempat terkoreksi.
&quot;Saat ini nilai tukar Rupiah bergerak stabil walaupun sempat berubah karena faktor teknikal karena memang kaget ucapan yang diluncurkan Amerika Serikat dan kenaikan tarif USD300 miliar ke China,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jumat (9/8/2019).
Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Melemah Tipis ke Rp14.228/USD
Perry menegaskan, pihaknya selalu berada di pasar untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah walaupun ada faktor teknikal yang masih akan menggangu mata uang kecintaan. Salah satunya akan selalu melakukan intervensi.
&quot;Hal ini tidak hanya di pasar spot tapi di Domestic Non Delivery  Forward (DNDF) dan dengan pembelian pasar sekunder dan tetap menjaga  likuidtas di pasar dan komitmennya,&quot; jelasnya.
Sementara itu, saat ini nilai tukar Rupiah sudah relatif stabil.  Meskipun perang dagang masih berlangsung nilai tukar Rupiah stabil  diangka Rp14.205 per USD.
Sebagai informasi, Bloomberg, Jumat (9/8/2019), Rupiah dibuka di  angka Rp14.205 per USD. Angka ini menguat jika dibandingkan dengan  penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp14.213 per USD.</content:encoded></item></channel></rss>
