<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dahlan Iskan Pertanyakan 'Kopassus' PLN, Ternyata Sudah Berubah Jadi Pasukan Elit PDKB</title><description>Pada saat geger mati lampu, Dahlan Iskan sempat mempertanyakan recovery yang terlalu lama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb"/><item><title>   Dahlan Iskan Pertanyakan 'Kopassus' PLN, Ternyata Sudah Berubah Jadi Pasukan Elit PDKB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2019 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb-sI8EHfxJAh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pasukan Elit PLN (Dok PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/09/320/2089845/dahlan-iskan-pertanyakan-kopassus-pln-ternyata-sudah-berubah-jadi-pasukan-elit-pdkb-sI8EHfxJAh.jpg</image><title>Foto: Pasukan Elit PLN (Dok PLN)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada saat geger mati lampu, Dahlan Iskan sempat  mempertanyakan recovery yang terlalu lama. Mantan Direktur Utama PT PLN Persero mengatakan, PLN sebenarnya punya departemen khusus P2B yang isinya orang-orang istimewa dengan keahlian listrik. Dirinya menyebut P2B sebagai 'otak'-nya listrik karena lembaga itulah yang mengatur seluruh sistem di Jawa.
&quot;Ke mana pasukan 'Kopassus'-nya P2B? Yang dibentuk dulu itu? Yang bisa memelihara SUTET tanpa harus mematikan sistem itu?,&quot; tanya Dahlan, belum lama ini.
Baca Juga: Listrik Padam 2 Hari, Dahlan Iskan: ke Mana 'Kopassus' PLN?

Dirinya mengaku masih ingat saat P2B diresmikan. Ketika itu, acara dilakukan di Monas dengan demo cara-cara memelihara SUTET tanpa mematikannya.
Seakan menjawab pertanyaan Dahlan Iskan, PT PLN (Persero) menerbitkan keterangan resmi pada Jumat (9/8/2019). Seperti dikutip Okezone, PLN menyatakan sudah memiliki 'pasukan khusus' yang terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik. Pasukan tersebut dikenal dengan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Mati Listrik Serentak Tak Hanya di Jakarta, New York Juga Pernah Lho
Pasukan Elit yang bertugas memelihara tower listrik ini dihadapkan dengan arus listrik yang sangat kuat, meski demikian pemelihaaraan harus tetap dilakukan guna menjaga kehandalan suplai listrik bagi masyarakat.
&amp;nbsp;
Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) adalah pasukan elit milik PLN yang terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya.



Hingga saat ini (Agustus 2019) PLN memiliki sebanyak 1321 pasukan  PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra  Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, Tegangan  Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

Pasukan PDKB memiliki berbagai sertifikasi, diantaranya sertifikasi  internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex  Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK)  Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya

Pasukan PDKB  memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan  keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personil, K3 Peralatan dan K3  Instalasi. K3 personil memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu  Wear pack (pakaian kerja), Conductive suit complete, Conductive shoes,  Helm, Safety shoes, Safety gloves, Safety glasses, Lanyard, Harnes,  Handy Talky, Rompi Pengawas pekerjaan, Rompi Pengawas K3, termasuk  melakukan General Check Up dan dinyatakan lulus untuk bekerja.

Pasukan PDKB yang bekerja harus memahami tanggung jawab  masing-masing, mengidentifikasi pekerjaan mereka, melaksanakan Job  Safety Analysis (JSA), serta menentukan langkah yang akan diambil untuk  antisipasi bahaya, melaporkan kondisi fisik mereka jika mulai kelelahan,  sakit mendadak dan terjadi cidera saat melakukan pekerjaan kepada  Pengawas K3, mereka juga harus mematuhi Instruksi Kerja yang sesuai  dengan SOP, jarak aman minimum saat bekerja agar pekerjaan terlaksana  dengan aman dan lancar.

Kondisi personil juga harus dipastikan sehat baik fisik maupun mental  dengan mengisi blangko Kesiapan Pelaksana Dan Pembagian Tugas.
Untuk K3 peralatan, peralatan PDKB harus disimpan pada tempat yang   sejuk dan kering, mempunyai sertifikat lulus uji dari pabrikan dan unit   setempat yang ditunjuk, melakukan pengetesan Hot stick yaitu peralatan   berisolasi yang digunakan sebagai media dalam bekerja yang menjaga   posisi bagian yang bertegangan dan tidak bertegangan serta Rope yaitu   tali tambang yang mempunyai nilai isolasi yang digunakan sebagai media   transportasi.

Pengecekan kondisi peralatan PDKB yang akan digunakan dalam pekerjaan   secara visual dilakukan sebelum berangkat ke lapangan dan sesudah tiba   di lapangan untuk memastikan apakah permukaannya terdapat kotoran  tanah,  lumpur dan kondisinya masih layak digunakan sesuai dengan  standar.

Personil PDKB juga membuat jadwal pekerjaan kemudian dimintakan   persetujuan kepada Unit PLN terkait serta melakukan pekerjaan sesuai   jadwal pekerjaan yang telah disetujui. Cuaca dan kelembaban udara   diperhatikan sebelum dilaksanakannya pekerjaan PDKB. Pengawas pekerjaan   dan Pengawas K3 berkoordinasi dengan Unit PLN terkait mengenai kapan   pekerjaan akan dimulai / diakhiri, beban dan apabila terjadi keadaan   darurat.

Terdapat Pasukan PDKB Transmisi dan Gardu Induk, untuk PDKB Transmisi   harus memenuhi kualifikasi rekrutmen yang relatif lebih ketat karena   jenis pekerjaannya memang berbeda dengan pekerjaan tenaga kerja PLN   lainnya diantaranya yaitu tidak takut ketinggian. Personil PDKB terbagi   menjadi dua kompetensi bidang, yaitu bidang metode berjarak dan bidang   metode sentuh langsung dengan kompetensi 5 level,

Pasukan PDKB Sentuh Langsung merupakan tim yang dapat memperbaiki   jaringan dengan cara menyentuh langsung jaringan tersebut, contohnya   untuk PDKB TM melakukan pekerjaan sentuh langsung pada jaringan 70.000   Volt, menggunakan sarana pendukung antara lain kendaraan crane yang   berisolasi tahan 24.000 Volt untuk membawa petugas ke posisi mendekati   jaringan, boom isolasi yang tahan tegangan 130 kV; dan bucket isolasi   yang tahan tegangan 40 kV. Para personil yang teribat dalam pekerjaan   ini harus menggunakan sleeve (pelindung/isolasi lengan) yang tahan 40   kV, sarung tangan isolasi yang tahan 30 kV, dan sepatu boot isolasi yang   tahan 30 kV. Kelebihan dari Tim PDKB-TM Sentuh Langsung adalah dapat   bekerja 3 kali lebih cepat daripada Tim PDKB-TM dengan metode berjarak   (menggunakan tongkat khusus dan tidak menyentuh langsung jaringan).

Para personil PDKB pun memiliki acara tahunan yaitu Konvensi PDKB   yang bertujuan untuk saling berbagi ilmu keterampilan lapangan dalam   meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kegiatan tahunan ini merupakan   diadakan juga dalam rangka memperingati hari jadi PDKB yang jatuh   bersamaan dengan hari pahlawan yaitu setiap tanggal 10 November dan pada   2019 nanti PDKB akan berumur 24 tahun.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari tim PDKB unit PLN seluruh   Indonesia dengan menghadirkan 3 orang dari setiap Unit Area.  Kegiatan   konvensi ini diharapkan dapat merefresh kembali kondisi team PDKB dan   menumbuhkan rasa solidaritas terhadap lingkungan dan kerjasama dalam tim   PDKB serta dukungan terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat   meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Pasukan PDKB harus mengedepankan konsep zero accident, patuh pada   SOP, keutamaan teamwork, dan profesionalisme kerja, keberadaan Tim PDKB   ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam upaya memberikan pelayanan   terbaik bagi para pelanggan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada saat geger mati lampu, Dahlan Iskan sempat  mempertanyakan recovery yang terlalu lama. Mantan Direktur Utama PT PLN Persero mengatakan, PLN sebenarnya punya departemen khusus P2B yang isinya orang-orang istimewa dengan keahlian listrik. Dirinya menyebut P2B sebagai 'otak'-nya listrik karena lembaga itulah yang mengatur seluruh sistem di Jawa.
&quot;Ke mana pasukan 'Kopassus'-nya P2B? Yang dibentuk dulu itu? Yang bisa memelihara SUTET tanpa harus mematikan sistem itu?,&quot; tanya Dahlan, belum lama ini.
Baca Juga: Listrik Padam 2 Hari, Dahlan Iskan: ke Mana 'Kopassus' PLN?

Dirinya mengaku masih ingat saat P2B diresmikan. Ketika itu, acara dilakukan di Monas dengan demo cara-cara memelihara SUTET tanpa mematikannya.
Seakan menjawab pertanyaan Dahlan Iskan, PT PLN (Persero) menerbitkan keterangan resmi pada Jumat (9/8/2019). Seperti dikutip Okezone, PLN menyatakan sudah memiliki 'pasukan khusus' yang terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik. Pasukan tersebut dikenal dengan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
&amp;nbsp;Baca Juga: Mati Listrik Serentak Tak Hanya di Jakarta, New York Juga Pernah Lho
Pasukan Elit yang bertugas memelihara tower listrik ini dihadapkan dengan arus listrik yang sangat kuat, meski demikian pemelihaaraan harus tetap dilakukan guna menjaga kehandalan suplai listrik bagi masyarakat.
&amp;nbsp;
Pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) adalah pasukan elit milik PLN yang terlatih melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan penggantian isolator, konduktor maupun komponen lainnya pada jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik, sehingga masyarakat Indonesia dapat tetap menikmati listriknya.



Hingga saat ini (Agustus 2019) PLN memiliki sebanyak 1321 pasukan  PDKB yang tersebar se-Indonesia, terbagi menjadi PDKB Tegangan Extra  Tinggi (TET) dan Tegangan Tinggi (TT) sebanyak 351 personil, Tegangan  Menengah (TM) sebanyak 970 personel.

Pasukan PDKB memiliki berbagai sertifikasi, diantaranya sertifikasi  internal PLN, Sertifikasi internasional dari Omaka New Zealand dan Terex  Ritz Brazil, sertifikasi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (DJK)  Kementerian ESDM terkait bidang dan level kompetensinya

Pasukan PDKB  memiliki pedoman K3 atau kesehatan, keamanan dan  keselamatan dalam bekerja berupa K3 Personil, K3 Peralatan dan K3  Instalasi. K3 personil memakai peralatan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu  Wear pack (pakaian kerja), Conductive suit complete, Conductive shoes,  Helm, Safety shoes, Safety gloves, Safety glasses, Lanyard, Harnes,  Handy Talky, Rompi Pengawas pekerjaan, Rompi Pengawas K3, termasuk  melakukan General Check Up dan dinyatakan lulus untuk bekerja.

Pasukan PDKB yang bekerja harus memahami tanggung jawab  masing-masing, mengidentifikasi pekerjaan mereka, melaksanakan Job  Safety Analysis (JSA), serta menentukan langkah yang akan diambil untuk  antisipasi bahaya, melaporkan kondisi fisik mereka jika mulai kelelahan,  sakit mendadak dan terjadi cidera saat melakukan pekerjaan kepada  Pengawas K3, mereka juga harus mematuhi Instruksi Kerja yang sesuai  dengan SOP, jarak aman minimum saat bekerja agar pekerjaan terlaksana  dengan aman dan lancar.

Kondisi personil juga harus dipastikan sehat baik fisik maupun mental  dengan mengisi blangko Kesiapan Pelaksana Dan Pembagian Tugas.
Untuk K3 peralatan, peralatan PDKB harus disimpan pada tempat yang   sejuk dan kering, mempunyai sertifikat lulus uji dari pabrikan dan unit   setempat yang ditunjuk, melakukan pengetesan Hot stick yaitu peralatan   berisolasi yang digunakan sebagai media dalam bekerja yang menjaga   posisi bagian yang bertegangan dan tidak bertegangan serta Rope yaitu   tali tambang yang mempunyai nilai isolasi yang digunakan sebagai media   transportasi.

Pengecekan kondisi peralatan PDKB yang akan digunakan dalam pekerjaan   secara visual dilakukan sebelum berangkat ke lapangan dan sesudah tiba   di lapangan untuk memastikan apakah permukaannya terdapat kotoran  tanah,  lumpur dan kondisinya masih layak digunakan sesuai dengan  standar.

Personil PDKB juga membuat jadwal pekerjaan kemudian dimintakan   persetujuan kepada Unit PLN terkait serta melakukan pekerjaan sesuai   jadwal pekerjaan yang telah disetujui. Cuaca dan kelembaban udara   diperhatikan sebelum dilaksanakannya pekerjaan PDKB. Pengawas pekerjaan   dan Pengawas K3 berkoordinasi dengan Unit PLN terkait mengenai kapan   pekerjaan akan dimulai / diakhiri, beban dan apabila terjadi keadaan   darurat.

Terdapat Pasukan PDKB Transmisi dan Gardu Induk, untuk PDKB Transmisi   harus memenuhi kualifikasi rekrutmen yang relatif lebih ketat karena   jenis pekerjaannya memang berbeda dengan pekerjaan tenaga kerja PLN   lainnya diantaranya yaitu tidak takut ketinggian. Personil PDKB terbagi   menjadi dua kompetensi bidang, yaitu bidang metode berjarak dan bidang   metode sentuh langsung dengan kompetensi 5 level,

Pasukan PDKB Sentuh Langsung merupakan tim yang dapat memperbaiki   jaringan dengan cara menyentuh langsung jaringan tersebut, contohnya   untuk PDKB TM melakukan pekerjaan sentuh langsung pada jaringan 70.000   Volt, menggunakan sarana pendukung antara lain kendaraan crane yang   berisolasi tahan 24.000 Volt untuk membawa petugas ke posisi mendekati   jaringan, boom isolasi yang tahan tegangan 130 kV; dan bucket isolasi   yang tahan tegangan 40 kV. Para personil yang teribat dalam pekerjaan   ini harus menggunakan sleeve (pelindung/isolasi lengan) yang tahan 40   kV, sarung tangan isolasi yang tahan 30 kV, dan sepatu boot isolasi yang   tahan 30 kV. Kelebihan dari Tim PDKB-TM Sentuh Langsung adalah dapat   bekerja 3 kali lebih cepat daripada Tim PDKB-TM dengan metode berjarak   (menggunakan tongkat khusus dan tidak menyentuh langsung jaringan).

Para personil PDKB pun memiliki acara tahunan yaitu Konvensi PDKB   yang bertujuan untuk saling berbagi ilmu keterampilan lapangan dalam   meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Kegiatan tahunan ini merupakan   diadakan juga dalam rangka memperingati hari jadi PDKB yang jatuh   bersamaan dengan hari pahlawan yaitu setiap tanggal 10 November dan pada   2019 nanti PDKB akan berumur 24 tahun.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari tim PDKB unit PLN seluruh   Indonesia dengan menghadirkan 3 orang dari setiap Unit Area.  Kegiatan   konvensi ini diharapkan dapat merefresh kembali kondisi team PDKB dan   menumbuhkan rasa solidaritas terhadap lingkungan dan kerjasama dalam tim   PDKB serta dukungan terhadap kinerja perusahaan sehingga dapat   meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Pasukan PDKB harus mengedepankan konsep zero accident, patuh pada   SOP, keutamaan teamwork, dan profesionalisme kerja, keberadaan Tim PDKB   ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam upaya memberikan pelayanan   terbaik bagi para pelanggan.</content:encoded></item></channel></rss>
