<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga 20 Kali Lipat, Kepala BKPM: Contoh China   </title><description>Thomas Lembong menyebut investasi asing menjadi salah satu stimulus agar ekonomi bisa tinggi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china"/><item><title>   Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi hingga 20 Kali Lipat, Kepala BKPM: Contoh China   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2019 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china-97TESzhemY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/09/320/2090012/investasi-topang-pertumbuhan-ekonomi-hingga-20-kali-lipat-kepala-bkpm-contoh-china-97TESzhemY.jpg</image><title>Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut investasi asing menjadi salah satu stimulus agar ekonomi bisa tinggi. Karena banyak negara maju dengan pertumbuhan ekonomi tinggi ditopang investasi asing.
Salah satu contohnya China. Negara Tirai Bambu berhasil meningkatkan pendapatan 20 kali lipat berkat masuknya investasi asing.
Baca Juga: Tom Lembong Sebut Indonesia Masih Anti Investasi Asing
Awalnya, pendapatan China hanya USD0,5 triliun. Namun dalam kurun waktu 20 tahun meningkat menjadi USD13 triliun.
&quot;Saya kira Pak Wapres memberi contoh China. Dalam 20 tahun dia bisa menumbuhkan ekonominya 20 kali lipat dari USD0,5 triliun per tahun jadi USD13 triliun per tahun. Dan itu diawali dengan arus modal masuk yang luar biasa yang dasyat,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Mantan Menteri Perdagangan menjelaskan, 20 tahun lalu, China sangat kental dengan pelibatan pengusaha dalam negeri untuk pembangunan. Namun, seiring bergantinya pemerintahan negara itu pun melakukan banyak transformasi.
Baca Juga: Kepercayaan Investor Eropa Berbisnis di Indonesia Turun
China yang semula merupakan negara agraris melakukan transformasi dari ekonomi menjadi ekonomi industri atau manufaktur. Hal tersebut berawal dari membuka diri dari penanaman modal asing di sektor industri.
Seharusnya, lanjut Thomas, Indonesia meniru hal tersebut dan mulai terbuka dengan investasi asing.  Pasalnya, Indonesia masih tergolong menjadi negara yang anti dengan modal asing.Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh organisasi untuk  kerja sama dan pembangunan ekonomi atau Organisation for Economic  Co-operation and Development (OECD) menempatkan Indonesia diurutan 3  terbawah negara anti investasi asing.
&quot;Beberapa minggu lalu ada study oleh OECD, dia mengurut 60 negara di  dunia dan Indonesia adalah paling rendah nomor 3 dari bawah. Negara  paling tertutup terhadap investasi asing atau investasi internasional,&amp;rdquo;  ucapnya.
Indonesia sudah mulai terbuka dengan aliran modal asing walau belum  secepat negara tetangga. Dalam 4,5 tahun terakhir berbagai kebijakan dan  upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menggaet pemodal asing  masuk ke Indonesia.
&quot;Tentunya kita mendorong keras untuk membuka lebih banyak sektor di  perekonomian Indonesia lebih terbuka di internasional dan saya kita 4,5  tahun terakhir banyak kemajuan. Namun, tadi Pak Wapres beri  banchmarking. Saya cuma ingin memperlihatkan keterbukaan ekonomi kita  dibanding negara-negara tetangga,&quot; kata Thomas.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut investasi asing menjadi salah satu stimulus agar ekonomi bisa tinggi. Karena banyak negara maju dengan pertumbuhan ekonomi tinggi ditopang investasi asing.
Salah satu contohnya China. Negara Tirai Bambu berhasil meningkatkan pendapatan 20 kali lipat berkat masuknya investasi asing.
Baca Juga: Tom Lembong Sebut Indonesia Masih Anti Investasi Asing
Awalnya, pendapatan China hanya USD0,5 triliun. Namun dalam kurun waktu 20 tahun meningkat menjadi USD13 triliun.
&quot;Saya kira Pak Wapres memberi contoh China. Dalam 20 tahun dia bisa menumbuhkan ekonominya 20 kali lipat dari USD0,5 triliun per tahun jadi USD13 triliun per tahun. Dan itu diawali dengan arus modal masuk yang luar biasa yang dasyat,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Mantan Menteri Perdagangan menjelaskan, 20 tahun lalu, China sangat kental dengan pelibatan pengusaha dalam negeri untuk pembangunan. Namun, seiring bergantinya pemerintahan negara itu pun melakukan banyak transformasi.
Baca Juga: Kepercayaan Investor Eropa Berbisnis di Indonesia Turun
China yang semula merupakan negara agraris melakukan transformasi dari ekonomi menjadi ekonomi industri atau manufaktur. Hal tersebut berawal dari membuka diri dari penanaman modal asing di sektor industri.
Seharusnya, lanjut Thomas, Indonesia meniru hal tersebut dan mulai terbuka dengan investasi asing.  Pasalnya, Indonesia masih tergolong menjadi negara yang anti dengan modal asing.Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh organisasi untuk  kerja sama dan pembangunan ekonomi atau Organisation for Economic  Co-operation and Development (OECD) menempatkan Indonesia diurutan 3  terbawah negara anti investasi asing.
&quot;Beberapa minggu lalu ada study oleh OECD, dia mengurut 60 negara di  dunia dan Indonesia adalah paling rendah nomor 3 dari bawah. Negara  paling tertutup terhadap investasi asing atau investasi internasional,&amp;rdquo;  ucapnya.
Indonesia sudah mulai terbuka dengan aliran modal asing walau belum  secepat negara tetangga. Dalam 4,5 tahun terakhir berbagai kebijakan dan  upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menggaet pemodal asing  masuk ke Indonesia.
&quot;Tentunya kita mendorong keras untuk membuka lebih banyak sektor di  perekonomian Indonesia lebih terbuka di internasional dan saya kita 4,5  tahun terakhir banyak kemajuan. Namun, tadi Pak Wapres beri  banchmarking. Saya cuma ingin memperlihatkan keterbukaan ekonomi kita  dibanding negara-negara tetangga,&quot; kata Thomas.</content:encoded></item></channel></rss>
