<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Kalau Negara Maju 'Bersin' Dunia Akan Terkena 'Flu'</title><description>Lingkungan perekonomian global sedang memanas akibat perang dagang. Hal  ini menjadi concern bagi pemerintah untuk tidak terlalu berimbas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu"/><item><title>Sri Mulyani: Kalau Negara Maju 'Bersin' Dunia Akan Terkena 'Flu'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2019 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu-nX7mxLj02q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/10/20/2090159/sri-mulyani-kalau-negara-maju-bersin-dunia-akan-terkena-flu-nX7mxLj02q.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lingkungan perekonomian global sedang memanas akibat perang dagang. Hal ini menjadi concern bagi pemerintah untuk tidak terlalu terkena imbasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyati Indrawati mengemukakan, Pemerintah bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait fiskal dan moneter seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah, sedang dan akan terus melakukan kebijakan yang tepat dalam memperbaiki dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: JK Ingatkan Sri Mulyani soal Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahun
&amp;ldquo;Berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat Indonesia mempunyai daya tahan tinggi dalam menghadapi gejolak lingkungan global maupun perubahan di dalam negeri yang sering kali tidak terduga,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani mengutip setkab, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
&amp;nbsp;
Akan tetapi, sedemikian rupa melakukan kebijakan ekonomi yang tepat, menurut Sri Mulyani masih ada faktor-faktor penting yang di luar kendali Indonesia. Kendali tersebut berada pada negara yang secara sistem ekonomi sangat kuat seperti Amerika, Eropa, Jepang,dan  RRC.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Kuartal II-2019 Tumbuh Melambat, Destry: Perlu Diversifikasi Ekspor
&amp;ldquo;Kalau mereka &amp;lsquo;bersin&amp;rsquo; maka seluruh dunia akan terkena flu,&amp;rdquo; ujar Menkeu.

Dirinya menambahkan, di era ekonomi yang saling terkait saat ini, banyak sekali faktor kebijakan negara-negara maju yang mempengarMenkeuuhi perekonomian Indonesia dan seluruh negara lainya.Oleh karena itu, Menkeu menekankan, diperlukan kemandirian ekonomi  yang terutama bersumber dari dalam negeri agar Indonesia mampu bertahan  apabila terjadi goncangan lingkungan global.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki modal yang menjanjikan misalnya dari sisi jumlah  penduduk, potensi ekonomi yang besar, geografi yang luas dan kekayaan  alamnya,&amp;rdquo; tegas Menkeu.
Untuk dapat mandiri secara ekonomi, menurut Menkeu, terdapat beberapa  hal fundamental yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan. Hal  tersebut adalah peningkatan produktifitas dan daya saing, pendalaman  jasa keuangan yang inklusif serta reformasi struktural.
Diharapkan perbaikan tersebut akan membawa Indonesia menjadi semakin  mandiri dan tidak mudah tergoncang oleh perubahan global yang sekaligus  menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu menjadi pemain  utama dalam persaingan perdagangan global.</description><content:encoded>JAKARTA - Lingkungan perekonomian global sedang memanas akibat perang dagang. Hal ini menjadi concern bagi pemerintah untuk tidak terlalu terkena imbasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyati Indrawati mengemukakan, Pemerintah bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait fiskal dan moneter seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah, sedang dan akan terus melakukan kebijakan yang tepat dalam memperbaiki dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: JK Ingatkan Sri Mulyani soal Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahun
&amp;ldquo;Berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat Indonesia mempunyai daya tahan tinggi dalam menghadapi gejolak lingkungan global maupun perubahan di dalam negeri yang sering kali tidak terduga,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani mengutip setkab, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
&amp;nbsp;
Akan tetapi, sedemikian rupa melakukan kebijakan ekonomi yang tepat, menurut Sri Mulyani masih ada faktor-faktor penting yang di luar kendali Indonesia. Kendali tersebut berada pada negara yang secara sistem ekonomi sangat kuat seperti Amerika, Eropa, Jepang,dan  RRC.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Kuartal II-2019 Tumbuh Melambat, Destry: Perlu Diversifikasi Ekspor
&amp;ldquo;Kalau mereka &amp;lsquo;bersin&amp;rsquo; maka seluruh dunia akan terkena flu,&amp;rdquo; ujar Menkeu.

Dirinya menambahkan, di era ekonomi yang saling terkait saat ini, banyak sekali faktor kebijakan negara-negara maju yang mempengarMenkeuuhi perekonomian Indonesia dan seluruh negara lainya.Oleh karena itu, Menkeu menekankan, diperlukan kemandirian ekonomi  yang terutama bersumber dari dalam negeri agar Indonesia mampu bertahan  apabila terjadi goncangan lingkungan global.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki modal yang menjanjikan misalnya dari sisi jumlah  penduduk, potensi ekonomi yang besar, geografi yang luas dan kekayaan  alamnya,&amp;rdquo; tegas Menkeu.
Untuk dapat mandiri secara ekonomi, menurut Menkeu, terdapat beberapa  hal fundamental yang perlu diperbaiki secara berkelanjutan. Hal  tersebut adalah peningkatan produktifitas dan daya saing, pendalaman  jasa keuangan yang inklusif serta reformasi struktural.
Diharapkan perbaikan tersebut akan membawa Indonesia menjadi semakin  mandiri dan tidak mudah tergoncang oleh perubahan global yang sekaligus  menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu menjadi pemain  utama dalam persaingan perdagangan global.</content:encoded></item></channel></rss>
