<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaya Hidup dan Hobi Bisa Jadi Duit, Intip Strateginya!</title><description>Memenuhi gaya hidup generasi milenial yang konsumtif tentu perlu merogoh kantong yang dalam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya"/><item><title>Gaya Hidup dan Hobi Bisa Jadi Duit, Intip Strateginya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2019 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya-gDkvazOUjJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gaya hidup (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/320/2088609/gaya-hidup-dan-hobi-bisa-jadi-duit-intip-strateginya-gDkvazOUjJ.jpg</image><title>Ilustrasi gaya hidup (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Memenuhi gaya hidup generasi milenial yang konsumtif tentu perlu merogoh kantong yang dalam. Milenial sangat suka gaya hidup yang nongkrong di cafe, menikmati berbagai kuliner, belanja online, nonton di bioskop, dan traveling.

Persoalannya, bagi milenial yang merupakan pekerja freshgraduate atau lulusan baru, tentu memiliki penghasilan yang terbatas. Dengan pendapatan sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, jika memenuhi gaya hidup milenial tersebut, maka seringkali hasilnya tak memiliki tabungan atau investasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Syukuri Saja Gaji Kamu, Ini Tips Mengelolanya!
Padahal tabungan dan investasi menjadi instrumen penting untuk kebutuhan masa depan. Terlebih jika ada kebutuhan dana yang mendesak.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menilai, milenial bisa mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi hobi yang konsumtif. Menariknya, hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan gaya hidup tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya 
Milenial yang suka traveling, bisa membuat hobinya tersebut untuk mendapatkan iklan atau istilah masa kininya mendapatkan endorse. Mereka bisa membagikan pengalaman perjalanannya lewat blog atau beragam media sosial lainnya.

Sehingga, ketika semakin banyak menarik perhatian warga internet, maka akan semakin memikat datangnya iklan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Biaya Pernikahan di Beberapa Negara, Masihkah Perlu Ngutang?
&quot;Jadi sekalian jadiin duit saja, pakai endorse, jadi jangan tanggung-tanggung. Jadi jangan sampai hobi jalan-jalan jadi sia-sia,&quot; ujar Andy kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Selain itu, bagi pecinta fotografi bisa juga dengan memanfaatkan hasil foto-foto dari perjalanan tersebut untuk dijual. Itu bisa dilakukan dengan seperti Getty Images atau Shutterstock.
Tambahan penghasilan juga bisa didapatkan dengan memanfaatkan bakat  yang dimiliki. Seperti menjadi fotografer dalam berbagai event. &quot;Terima  saja job kecil-kecilan, memfoto acara dari teman-teman,&quot; imbuhnya.

Dengan perkembangan teknologi terkini, bahkan bisa mencari  penghasilan  dengan berdagang lewat e-commerce. Biayanya murah, tak  perlu membuka toko fisik, dan waktu pengerjaannya fleksibel.

Sehingga dengan penghasilan tambahan yang didapatkan dari berbagai  cara tersebut, bisa digunakan untuk kebutuhan hobi sebagai milenial.  Maka alokasi dana untuk kebutuhan tabungan atau investasi pun semakin  besar karena tak terganggu.

&quot;Jadi banyak source (sumber) yang bisa dimanfaatkan. Artinya enggak  bisa kita cuma berpikir karena karyawan bagian ini atau itu, jadi enggak  punya jam lembur atau tambahan apa-apa,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Memenuhi gaya hidup generasi milenial yang konsumtif tentu perlu merogoh kantong yang dalam. Milenial sangat suka gaya hidup yang nongkrong di cafe, menikmati berbagai kuliner, belanja online, nonton di bioskop, dan traveling.

Persoalannya, bagi milenial yang merupakan pekerja freshgraduate atau lulusan baru, tentu memiliki penghasilan yang terbatas. Dengan pendapatan sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, jika memenuhi gaya hidup milenial tersebut, maka seringkali hasilnya tak memiliki tabungan atau investasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Syukuri Saja Gaji Kamu, Ini Tips Mengelolanya!
Padahal tabungan dan investasi menjadi instrumen penting untuk kebutuhan masa depan. Terlebih jika ada kebutuhan dana yang mendesak.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menilai, milenial bisa mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi hobi yang konsumtif. Menariknya, hal itu bisa didapatkan dengan memanfaatkan gaya hidup tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya 
Milenial yang suka traveling, bisa membuat hobinya tersebut untuk mendapatkan iklan atau istilah masa kininya mendapatkan endorse. Mereka bisa membagikan pengalaman perjalanannya lewat blog atau beragam media sosial lainnya.

Sehingga, ketika semakin banyak menarik perhatian warga internet, maka akan semakin memikat datangnya iklan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Intip Biaya Pernikahan di Beberapa Negara, Masihkah Perlu Ngutang?
&quot;Jadi sekalian jadiin duit saja, pakai endorse, jadi jangan tanggung-tanggung. Jadi jangan sampai hobi jalan-jalan jadi sia-sia,&quot; ujar Andy kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Selain itu, bagi pecinta fotografi bisa juga dengan memanfaatkan hasil foto-foto dari perjalanan tersebut untuk dijual. Itu bisa dilakukan dengan seperti Getty Images atau Shutterstock.
Tambahan penghasilan juga bisa didapatkan dengan memanfaatkan bakat  yang dimiliki. Seperti menjadi fotografer dalam berbagai event. &quot;Terima  saja job kecil-kecilan, memfoto acara dari teman-teman,&quot; imbuhnya.

Dengan perkembangan teknologi terkini, bahkan bisa mencari  penghasilan  dengan berdagang lewat e-commerce. Biayanya murah, tak  perlu membuka toko fisik, dan waktu pengerjaannya fleksibel.

Sehingga dengan penghasilan tambahan yang didapatkan dari berbagai  cara tersebut, bisa digunakan untuk kebutuhan hobi sebagai milenial.  Maka alokasi dana untuk kebutuhan tabungan atau investasi pun semakin  besar karena tak terganggu.

&quot;Jadi banyak source (sumber) yang bisa dimanfaatkan. Artinya enggak  bisa kita cuma berpikir karena karyawan bagian ini atau itu, jadi enggak  punya jam lembur atau tambahan apa-apa,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
