<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Eropa Menurun, Harga Minyak Dunia Naik</title><description>Harga minyak naik lebih dari satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik"/><item><title>Pasokan Eropa Menurun, Harga Minyak Dunia Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2019 10:37 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik-WJLGbITncJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/10/320/2090152/pasokan-eropa-menurun-harga-minyak-dunia-naik-WJLGbITncJ.jpg</image><title>Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak naik lebih dari satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung oleh penurunan persediaan Eropa dan pengurangan produksi OPEC, meskipun Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pertumbuhan permintaan pada titik terendah sejak krisis keuangan 2008.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik USD1,15 atau 2,0 persen menjadi ditutup pada USD58,53 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Terus Merosot, Kembali Era Minyak Murah?
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September menguat USD1,96 atau 3,7 persen, menjadi menetap di USD54,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

&quot;Meskipun ada pemotongan lebih lanjut dalam pertumbuhan permintaan minyak oleh IEA, harga minyak diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena pemotongan pertumbuhan permintaan sudah diumumkan sebelumnya oleh Kepala IEA dan agensi masih memperkirakan penarikan persediaan yang lebih besar untuk paruh kedua tahun ini,&quot; kata analis UBS, Giovanni Staunovo mengutip laman antarnews.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perang Dagang Jatuhkan Harga Minyak Dunia
IEA mengatakan permintaan minyak global hingga Mei dari Januari tumbuh paling lambat sejak 2008, terluka oleh meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi dan peningkatan perang perdagangan AS-China.

Harga minyak naik setelah data Euroilstock menunjukkan total persediaan minyak mentah dan produk dari 16 negara Eropa pada Juli sedikit lebih rendah dari pada Juni. Namun harga minyak mentah telah kehilangan sekitar 20 persen dari puncak 2019 yang dicapai pada April.

Untuk minggu ini, Brent kehilangan lebih dari lima persen, sementara  WTI turun sekitar dua persen, setelah pasar minggu ini terbebani oleh  peningkatan tak terduga dalam stok minyak mentah AS dan di tengah  kekhawatiran melambatnya permintaan akibat perang dagang China-AS  semakin dalam.

Meskipun terjadi penurunan mingguan, hedge fund meningkatkan posisi  opsi dan net long minyak mentah AS mereka pada minggu yang berakhir 6  Agustus, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan  pada Jumat (9/8/2019).

Kementerian energi Rusia mengatakan perkiraan IEA sebagian besar  sejalan dengan perkiraannya sendiri dan bahwa Moskow telah  memperhitungkan kemungkinan perlambatan permintaan minyak ketika  memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi dengan Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Arab Saudi, pemimpin OPEC secara de facto, berencana untuk  mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah tujuh juta barel per  hari (bph) pada Agustus dan September untuk membawa pasar kembali  seimbang dan membantu menyerap persediaan minyak global, seorang pejabat  minyak Saudi mengatakan pada Rabu 7 Agustus 2019.

&quot;Saudi tampaknya melipatgandakan upaya mereka untuk membatasi pasokan  global, sebagai tanggapan atas aksi jual minggu ini,&quot; kata John  Kilduff, mitra di Again Capital Management.

Namun, produksi minyak di Rusia naik menjadi 11,32 juta barel per  hari pada 1-8 Agustus, naik dari rata-rata 11,15 juta barel per hari  pada Juli, dua sumber industri yang mengetahui data kementerian energi  mengatakan kepada Reuters.

Level ini lebih tinggi dari komitmen Moskow berdasarkan perjanjian pembatasan produksi dengan OPEC.

OPEC, Rusia dan produsen lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC+,  sepakat pada Juli untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret  2020 guna mendorong harga minyak.

Perusahaan-perusahaan energi AS pekan ini mengurangi jumlah rig  minyak yang beroperasi selama enam minggu berturut-turut, mengurang enam  rig dan membuat jumlah total turun menjadi 764 rig, terendah sejak  Februari 2018, perusahaan jasa energi General Electric Co Baker Hughes  mengatakan pada Jumat (9/8/2019).</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak naik lebih dari satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didukung oleh penurunan persediaan Eropa dan pengurangan produksi OPEC, meskipun Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pertumbuhan permintaan pada titik terendah sejak krisis keuangan 2008.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik USD1,15 atau 2,0 persen menjadi ditutup pada USD58,53 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Terus Merosot, Kembali Era Minyak Murah?
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September menguat USD1,96 atau 3,7 persen, menjadi menetap di USD54,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

&quot;Meskipun ada pemotongan lebih lanjut dalam pertumbuhan permintaan minyak oleh IEA, harga minyak diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena pemotongan pertumbuhan permintaan sudah diumumkan sebelumnya oleh Kepala IEA dan agensi masih memperkirakan penarikan persediaan yang lebih besar untuk paruh kedua tahun ini,&quot; kata analis UBS, Giovanni Staunovo mengutip laman antarnews.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perang Dagang Jatuhkan Harga Minyak Dunia
IEA mengatakan permintaan minyak global hingga Mei dari Januari tumbuh paling lambat sejak 2008, terluka oleh meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi dan peningkatan perang perdagangan AS-China.

Harga minyak naik setelah data Euroilstock menunjukkan total persediaan minyak mentah dan produk dari 16 negara Eropa pada Juli sedikit lebih rendah dari pada Juni. Namun harga minyak mentah telah kehilangan sekitar 20 persen dari puncak 2019 yang dicapai pada April.

Untuk minggu ini, Brent kehilangan lebih dari lima persen, sementara  WTI turun sekitar dua persen, setelah pasar minggu ini terbebani oleh  peningkatan tak terduga dalam stok minyak mentah AS dan di tengah  kekhawatiran melambatnya permintaan akibat perang dagang China-AS  semakin dalam.

Meskipun terjadi penurunan mingguan, hedge fund meningkatkan posisi  opsi dan net long minyak mentah AS mereka pada minggu yang berakhir 6  Agustus, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan  pada Jumat (9/8/2019).

Kementerian energi Rusia mengatakan perkiraan IEA sebagian besar  sejalan dengan perkiraannya sendiri dan bahwa Moskow telah  memperhitungkan kemungkinan perlambatan permintaan minyak ketika  memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi dengan Organisasi  Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Arab Saudi, pemimpin OPEC secara de facto, berencana untuk  mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah tujuh juta barel per  hari (bph) pada Agustus dan September untuk membawa pasar kembali  seimbang dan membantu menyerap persediaan minyak global, seorang pejabat  minyak Saudi mengatakan pada Rabu 7 Agustus 2019.

&quot;Saudi tampaknya melipatgandakan upaya mereka untuk membatasi pasokan  global, sebagai tanggapan atas aksi jual minggu ini,&quot; kata John  Kilduff, mitra di Again Capital Management.

Namun, produksi minyak di Rusia naik menjadi 11,32 juta barel per  hari pada 1-8 Agustus, naik dari rata-rata 11,15 juta barel per hari  pada Juli, dua sumber industri yang mengetahui data kementerian energi  mengatakan kepada Reuters.

Level ini lebih tinggi dari komitmen Moskow berdasarkan perjanjian pembatasan produksi dengan OPEC.

OPEC, Rusia dan produsen lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC+,  sepakat pada Juli untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret  2020 guna mendorong harga minyak.

Perusahaan-perusahaan energi AS pekan ini mengurangi jumlah rig  minyak yang beroperasi selama enam minggu berturut-turut, mengurang enam  rig dan membuat jumlah total turun menjadi 764 rig, terendah sejak  Februari 2018, perusahaan jasa energi General Electric Co Baker Hughes  mengatakan pada Jumat (9/8/2019).</content:encoded></item></channel></rss>
