<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tawarkan Karyawan Pensiun Dini, Bagaimana Nasib Bisnis Net TV Selanjutnya?</title><description>Net TV tengah melakukan penyusunan strategi dan penataan lingkungan kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya"/><item><title>Tawarkan Karyawan Pensiun Dini, Bagaimana Nasib Bisnis Net TV Selanjutnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2019 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya-EUbyhKScln.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Televisi (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/10/320/2090246/tawarkan-karyawan-pensiun-dini-bagaimana-nasib-bisnis-net-tv-selanjutnya-EUbyhKScln.jpg</image><title>Televisi (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Net TV tengah melakukan penyusunan strategi dan penataan lingkungan kerja. Hal itu sebagai upaya perusahaan televisi swasta itu dalam  menghadapi persaingan bisnis dan era teknologi saat ini.
Imbasnya dilakukan efisiensi dengan perampingan karyawan. Perusahaan menawarkan kepada para karyawan yang ingin mengundurkan diri (resign), atau istilahnya pensiun dini.
&amp;nbsp;Baca juga: Net TV PHK Massal, Netizen: Kerasnya Industri Media di Indonesia
Lalu apa strategi bisnis yang tengah disusun Net TV sehingga membuat adanya pensiun dini?
Direktur Operasional Net TV Azuan Syahril  menyatakan, perusahaan akan tetap memfokuskan arah bisnisnya pada layanan televisi  free to air (FTA), alias televisi tak berbayar. Menurutnya, ini merupakan bisnis inti yang memang dijalankan perseroan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Isu PHK Massal, Direksi Net TV : Kami Tawarkan Pensiun Dini
&quot;Kita masih concern di FTA dulu lah. Kita tetap di sana, karena ini core bisnis kita,&quot; ujarnya ketika dihubungi Okezone, Jumat (9/8/2019).
&amp;nbsp;
Menurutnya, belum ada rencana untuk mengubah arah bisnis ke digital. Dia hanya menekankan untuk fokus ke pengembangan FTA.
&quot;Concern di sana (FTA) dulu, kalau bicara digital itu beda platform,&quot; katanya.Di sisi lain, Azuan juga menjelaskan, dalam hal membuka peluang bagi  karyawan untuk mengundurkan diri, perseroan dipastikan akan memberikan  benefit. Sehingga hal ini menepis isu adanya Pemutusan Hubungan Kerja  (PHK) massal secara sepihak.
&quot;Jadi bagi siapa yang berminat untuk mengundurkan diri, kita berikan  benefit dan ini dilakukan dengan langkah kesepakatan kedua pihak. Jadi  tidak ada unsur paksaan, apalagi dilakukan sepihak,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Net TV tengah melakukan penyusunan strategi dan penataan lingkungan kerja. Hal itu sebagai upaya perusahaan televisi swasta itu dalam  menghadapi persaingan bisnis dan era teknologi saat ini.
Imbasnya dilakukan efisiensi dengan perampingan karyawan. Perusahaan menawarkan kepada para karyawan yang ingin mengundurkan diri (resign), atau istilahnya pensiun dini.
&amp;nbsp;Baca juga: Net TV PHK Massal, Netizen: Kerasnya Industri Media di Indonesia
Lalu apa strategi bisnis yang tengah disusun Net TV sehingga membuat adanya pensiun dini?
Direktur Operasional Net TV Azuan Syahril  menyatakan, perusahaan akan tetap memfokuskan arah bisnisnya pada layanan televisi  free to air (FTA), alias televisi tak berbayar. Menurutnya, ini merupakan bisnis inti yang memang dijalankan perseroan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Isu PHK Massal, Direksi Net TV : Kami Tawarkan Pensiun Dini
&quot;Kita masih concern di FTA dulu lah. Kita tetap di sana, karena ini core bisnis kita,&quot; ujarnya ketika dihubungi Okezone, Jumat (9/8/2019).
&amp;nbsp;
Menurutnya, belum ada rencana untuk mengubah arah bisnis ke digital. Dia hanya menekankan untuk fokus ke pengembangan FTA.
&quot;Concern di sana (FTA) dulu, kalau bicara digital itu beda platform,&quot; katanya.Di sisi lain, Azuan juga menjelaskan, dalam hal membuka peluang bagi  karyawan untuk mengundurkan diri, perseroan dipastikan akan memberikan  benefit. Sehingga hal ini menepis isu adanya Pemutusan Hubungan Kerja  (PHK) massal secara sepihak.
&quot;Jadi bagi siapa yang berminat untuk mengundurkan diri, kita berikan  benefit dan ini dilakukan dengan langkah kesepakatan kedua pihak. Jadi  tidak ada unsur paksaan, apalagi dilakukan sepihak,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
