<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Goldman Sachs Sebut Perang Dagang AS-China Menuju Resesi</title><description>Goldman Sachs Group Inc mengatakan pada Minggu (11/8) bahwa kekhawatiran perang dagang AS-China mengarah ke resesi meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi"/><item><title>Goldman Sachs Sebut Perang Dagang AS-China Menuju Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 11:26 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi-vAmAplF792.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Dagang (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/20/2090769/goldman-sachs-sebut-perang-dagang-as-china-menuju-resesi-vAmAplF792.jpg</image><title>Perang Dagang (Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Goldman Sachs Group Inc mengatakan pada Minggu (11/8) bahwa kekhawatiran perang dagang AS-China mengarah ke resesi meningkat dan Goldman tidak lagi memperkirakan kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia sebelum pemilu presiden AS 2020.

&quot;Kami memperkirakan tarif yang menargetkan sisa USD300 miliar impor dari China akan berlaku,&quot; kata bank itu dalam catatan yang dikirim kepada para nasabahnya mengutip laman antaranews.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Sebut Perang Dagang AS-China Turunkan Ekonomi Dunia 0,5%
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 1 Agustus bahwa pihaknya akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor China senilai 300 miliar dolar AS pada 1 September, mendorong China untuk menghentikan pembelian produk-produk pertanian AS.

Amerika Serikat juga menyatakan China sebagai manipulator mata uang. China menyangkal telah memanipulasi yuan untuk keuntungan kompetitif.
 
Baca juga: Perang Dagang 4 Negara hingga Kasus Yuan, Destry: Ekonomi RI Tidak Mudah
Perselisihan perdagangan selama setahun telah berkisar pada masalah-masalah seperti tarif, subsidi, teknologi, kekayaan intelektual dan keamanan siber, di antara lainnya.Goldman Sachs mengatakan pihaknya menurunkan perkiraan pertumbuhan  kuartal keempat AS sebesar 20 basis poin menjadi 1,8 persen karena  dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan dari perkembangan  ketegangan perdagangan.

&quot;Secara keseluruhan, kami telah meningkatkan perkiraan kami tentang  dampak peningkatan perang dagang,&quot; kata bank itu dalam catatan yang  ditulis oleh tiga ekonomnya, Jan Hatzius, Alec Phillips dan David  Mericle.

Meningkatnya biaya input dari gangguan rantai pasokan dapat  menyebabkan perusahaan-perusahaan AS mengurangi aktivitas domestik  mereka, kata catatan itu. &quot;Ketidakpastian kebijakan&quot; seperti itu juga  dapat membuat perusahaan-perusahaan menurunkan belanja modal mereka,  tambah para ekonom.</description><content:encoded>WASHINGTON - Goldman Sachs Group Inc mengatakan pada Minggu (11/8) bahwa kekhawatiran perang dagang AS-China mengarah ke resesi meningkat dan Goldman tidak lagi memperkirakan kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia sebelum pemilu presiden AS 2020.

&quot;Kami memperkirakan tarif yang menargetkan sisa USD300 miliar impor dari China akan berlaku,&quot; kata bank itu dalam catatan yang dikirim kepada para nasabahnya mengutip laman antaranews.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Sebut Perang Dagang AS-China Turunkan Ekonomi Dunia 0,5%
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 1 Agustus bahwa pihaknya akan mengenakan tarif tambahan 10 persen pada impor China senilai 300 miliar dolar AS pada 1 September, mendorong China untuk menghentikan pembelian produk-produk pertanian AS.

Amerika Serikat juga menyatakan China sebagai manipulator mata uang. China menyangkal telah memanipulasi yuan untuk keuntungan kompetitif.
 
Baca juga: Perang Dagang 4 Negara hingga Kasus Yuan, Destry: Ekonomi RI Tidak Mudah
Perselisihan perdagangan selama setahun telah berkisar pada masalah-masalah seperti tarif, subsidi, teknologi, kekayaan intelektual dan keamanan siber, di antara lainnya.Goldman Sachs mengatakan pihaknya menurunkan perkiraan pertumbuhan  kuartal keempat AS sebesar 20 basis poin menjadi 1,8 persen karena  dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan dari perkembangan  ketegangan perdagangan.

&quot;Secara keseluruhan, kami telah meningkatkan perkiraan kami tentang  dampak peningkatan perang dagang,&quot; kata bank itu dalam catatan yang  ditulis oleh tiga ekonomnya, Jan Hatzius, Alec Phillips dan David  Mericle.

Meningkatnya biaya input dari gangguan rantai pasokan dapat  menyebabkan perusahaan-perusahaan AS mengurangi aktivitas domestik  mereka, kata catatan itu. &quot;Ketidakpastian kebijakan&quot; seperti itu juga  dapat membuat perusahaan-perusahaan menurunkan belanja modal mereka,  tambah para ekonom.</content:encoded></item></channel></rss>
