<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Selektif Beri Insentif Fiskal ke Industri   </title><description>Pemberian insentif fiskal dan pajak akan diberikan bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri"/><item><title>Sri Mulyani Selektif Beri Insentif Fiskal ke Industri   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri-sXU9LmLXRK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/20/2090969/sri-mulyani-selektif-beri-insentif-fiskal-ke-industri-sXU9LmLXRK.jpg</image><title>Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan konsisten mendukung peningkatan ekspor, investasi, dan daya saing industri. Hal itu dilakukan dengan pemberian insentif fiskal dan skema&amp;nbsp; pajak.
Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan, pemberian insentif fiskal dan pajak akan diberikan bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan.
Baca Juga: Fakta-Fakta di Balik Diskon Pajak Besar-besaran, Siapa Saja yang Dapat?
&quot;Namun, kami (pemerintah) dalam mendesain kebijakannya harus lebih selektif. Insentif seharusnya diberikan untuk sektor-sektor yang memang mau didorong. Intinya pemerintah dalam memberikan insentif harus selektif,&quot; ujar dia di Gedung BI Jakarta, Senin (12/8/2019).
Salah satu contohnya, selektif dalam menentukan objek penerima insentif dengan hanya memberikan insentif untuk industri yang memiliki daya saing.
Baca Juga: Insentif Super Deduction Tax Segera Diterapkan
&quot;Sehingga industri tersebut lebih terpacu untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di kancah internasional,&quot; kata dia.
Dia menuturkan insentif yang diberikan harus berdampak luas terhadap industri secara keseluruhan. Maka itu, dalam penyusunan kebijakan insentif, pemerintah perlu mengkajinya dengan melihat pohon industri nasional.&quot;Jadi, setelah kebijakan insentif sudah ditentukan, pemerintah perlu  melihat bagaimana implementasi insentif di lapangan,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan, apabila insentif sudah disiapkan. Maka yang perlu  dilihat lebih lanjut adalah bagaimana implementasinya di lapangan.  Contohnya memeriksa kembali aspek perizinan daerah perusahaan yang  mendapat insentif. Atau pemerintah harus menciptakan iklim investasi  yang kondusif dan memastikan selalu menyediakan pekerja yang keahliannya  banyak dicari.
&quot;Kita harapkan semua bisa disiapkan dengan baik, maka akan menjadi  baik investor. Intinya fokus memperbaiki iklim investasi di Indonesia&quot;  pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan konsisten mendukung peningkatan ekspor, investasi, dan daya saing industri. Hal itu dilakukan dengan pemberian insentif fiskal dan skema&amp;nbsp; pajak.
Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan mengatakan, pemberian insentif fiskal dan pajak akan diberikan bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi serta penelitian dan pengembangan.
Baca Juga: Fakta-Fakta di Balik Diskon Pajak Besar-besaran, Siapa Saja yang Dapat?
&quot;Namun, kami (pemerintah) dalam mendesain kebijakannya harus lebih selektif. Insentif seharusnya diberikan untuk sektor-sektor yang memang mau didorong. Intinya pemerintah dalam memberikan insentif harus selektif,&quot; ujar dia di Gedung BI Jakarta, Senin (12/8/2019).
Salah satu contohnya, selektif dalam menentukan objek penerima insentif dengan hanya memberikan insentif untuk industri yang memiliki daya saing.
Baca Juga: Insentif Super Deduction Tax Segera Diterapkan
&quot;Sehingga industri tersebut lebih terpacu untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di kancah internasional,&quot; kata dia.
Dia menuturkan insentif yang diberikan harus berdampak luas terhadap industri secara keseluruhan. Maka itu, dalam penyusunan kebijakan insentif, pemerintah perlu mengkajinya dengan melihat pohon industri nasional.&quot;Jadi, setelah kebijakan insentif sudah ditentukan, pemerintah perlu  melihat bagaimana implementasi insentif di lapangan,&quot; tutur dia.
Dia menambahkan, apabila insentif sudah disiapkan. Maka yang perlu  dilihat lebih lanjut adalah bagaimana implementasinya di lapangan.  Contohnya memeriksa kembali aspek perizinan daerah perusahaan yang  mendapat insentif. Atau pemerintah harus menciptakan iklim investasi  yang kondusif dan memastikan selalu menyediakan pekerja yang keahliannya  banyak dicari.
&quot;Kita harapkan semua bisa disiapkan dengan baik, maka akan menjadi  baik investor. Intinya fokus memperbaiki iklim investasi di Indonesia&quot;  pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
