<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SKK Migas Tunggu Laporan Kerugian Bocornya Gas Pertamina di Karawang            </title><description>SKK Migas belum menghitung berapa kerugian akibat bocornya lapangan minyak di anjungan YY sumur YYA-1</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang"/><item><title>SKK Migas Tunggu Laporan Kerugian Bocornya Gas Pertamina di Karawang            </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang-G7slSRXnWf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Penanganan Kebocoran Gas Pertamina (Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/320/2090895/skk-migas-tunggu-laporan-kerugian-bocornya-gas-pertamina-di-karawang-G7slSRXnWf.jpg</image><title>Foto: Penanganan Kebocoran Gas Pertamina (Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) belum menghitung berapa kerugian akibat bocornya lapangan minyak di anjungan YY sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Baca Juga: Jaga Ekosistem, Penanganan Tumpahan Minyak Jangan Berlarut-larut
Wakil Ketua SKK Migas Fatar Yani Abdurahman mengatakan, pihaknya sudah meminta laporan kerugian kepada PHE ONWJ. Hingga saat ini, SKK Migas masih menunggu hasil laporan kerugian tersebut.
&amp;ldquo;Ya kami ambil dari situ aja nanti, karena kami yang minta,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Baca Juga: Tumpahan Minyak Pertamina, Gubernur Jabar Minta Kompensasi
Menurut Fatir, pihaknya enggan membuat perhitungan sendiri, karena untuk menghindari bercabangnya data kerugian yang beredar di masyarakat.
&amp;ldquo;Belum, kita lagi sama dia datanya. SKK tidak berani ngeluarin angka itu karena nanti salah memperkirakan. Karena ini kan banyak, kalau angka mesti benar-benar data yang tercatat kalau tidak tercatat nanti repot,&amp;rdquo; katanya.Sebagai informasi, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE  ONWJ) berhasil mempercepat rencana tajak pengeboran Relief Well YYA-1RW  sebagai upaya menghentikan gelembung gas setelah selama satu Minggu  melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan ring
Pengeboran sumur telah dimulai jam 14.00 WIB pada Kamis 1 Agustus  atau 2 hari lebih cepat dari jadwal semula. Sampai pukul 06.00 WIB pagi  ini, Sabtu Agustus, pengeboran sudah mencapai kedalaman 136 meter dan  terus dilanjutkan sampai target kedalaman 2.765 meter.
PHE ONWJ menggandeng perusahaan berpengalaman di bidang well control  yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama antara lain peristiwa  di Teluk Meksiko, kendati permasalahan yang saat ini terjadi di PHE  ONWJ dalam skala yang jauh lebih kecil.</description><content:encoded>JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) belum menghitung berapa kerugian akibat bocornya lapangan minyak di anjungan YY sumur YYA-1 milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Baca Juga: Jaga Ekosistem, Penanganan Tumpahan Minyak Jangan Berlarut-larut
Wakil Ketua SKK Migas Fatar Yani Abdurahman mengatakan, pihaknya sudah meminta laporan kerugian kepada PHE ONWJ. Hingga saat ini, SKK Migas masih menunggu hasil laporan kerugian tersebut.
&amp;ldquo;Ya kami ambil dari situ aja nanti, karena kami yang minta,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).
Baca Juga: Tumpahan Minyak Pertamina, Gubernur Jabar Minta Kompensasi
Menurut Fatir, pihaknya enggan membuat perhitungan sendiri, karena untuk menghindari bercabangnya data kerugian yang beredar di masyarakat.
&amp;ldquo;Belum, kita lagi sama dia datanya. SKK tidak berani ngeluarin angka itu karena nanti salah memperkirakan. Karena ini kan banyak, kalau angka mesti benar-benar data yang tercatat kalau tidak tercatat nanti repot,&amp;rdquo; katanya.Sebagai informasi, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE  ONWJ) berhasil mempercepat rencana tajak pengeboran Relief Well YYA-1RW  sebagai upaya menghentikan gelembung gas setelah selama satu Minggu  melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan ring
Pengeboran sumur telah dimulai jam 14.00 WIB pada Kamis 1 Agustus  atau 2 hari lebih cepat dari jadwal semula. Sampai pukul 06.00 WIB pagi  ini, Sabtu Agustus, pengeboran sudah mencapai kedalaman 136 meter dan  terus dilanjutkan sampai target kedalaman 2.765 meter.
PHE ONWJ menggandeng perusahaan berpengalaman di bidang well control  yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama antara lain peristiwa  di Teluk Meksiko, kendati permasalahan yang saat ini terjadi di PHE  ONWJ dalam skala yang jauh lebih kecil.</content:encoded></item></channel></rss>
