<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Tercekik' Cicilan Mobil-KPR, Ini Masalah dan Solusi bagi si Gaji Segitu-gitu Saja   </title><description>Kalau gaji habis buat bayar cicilan, maka kemungkinan besar saat mengambil KPR dan KPM tidak memperhitungkan kemampuan membayar cicilan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja"/><item><title>'Tercekik' Cicilan Mobil-KPR, Ini Masalah dan Solusi bagi si Gaji Segitu-gitu Saja   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2019 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja-4VnTGOn7sV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/320/2091028/tercekik-cicilan-mobil-kpr-ini-masalah-dan-solusi-bagi-si-gaji-segitu-gitu-saja-4VnTGOn7sV.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Mewujudkan impian memiliki rumah pribadi dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Apalagi menghadapi tekanan pada cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kendaraan. Gaji habis hanya untuk bayar cicilan.
Lantas apa yang perlu dilakukan supaya  cicilan KPR dan kendaraan bisa berjalan lancar?
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno mengatakan, kalau gaji habis buat bayar cicilan, maka kemungkinan besar saat mengambil KPR dan KPM (Kredit Pemilikan Mobil) tidak memperhitungkan kemampuan membayar cicilan kembali.
Baca Juga: Gaya Hidup dan Hobi Bisa Jadi Duit, Intip Strateginya!
&quot;Masalah kemudian bisa timbul jika total cicilan utang seseorang lebih besar dari 30% atau 1/3 gajinya tiap bulan. Dia akan kesulitan menabung untuk masa depan, membayar premi asuransi, dan membayar pengeluaran biaya hidupnya,&quot; ujar dia kepada Okezone, Selasa (13/8/2019).
Apalagi, lanjut dia, jika cenderung konsumtif. Ketika gaji habis untuk bayar cicilan utang berjalan dan gaya hidupnya maka arus kas-nya bisa defisit, akibatnya utang lagi dengan kartu kredit.

&quot;Sedangkan, bagaimana mengatasi persoalan keuangan jika punya cicilan KPR dan kendaraan? Menurutnya rumah dan mobil yang kita beli dengan kredit, belum sepenuhnya menjadi milik kita selama cicilan belum lunas. Jika kita telat membayar cicilan selama beberapa bulan, maka pihak pemberi pinjaman berhak mengambil alih rumah dan mobil tersebut. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi, menjadi tuna wisma dan kehilangan mobil,&quot; kata dia
Baca Juga: Syukuri Saja Gaji Kamu, Ini Tips Mengelolanya!
Karena itu, tutur dia perlu diprioritaskan untuk membayar cicilan KPR dan KPM dibandingkan pengeluaran apapun. Jika Anda kesulitan membayar cicilan KPR dan KPM,  Artinya Anda harus mengorbankan pengeluaran lain agar tidak menunggak.
&quot;Hentikan pengeluaran biaya hidup yang tidak prioritas, contoh entertainment, ngopi di cafe, jajan, shoping karena program diskon,&quot; ucap dia.
Mulailah mengoptimalkan aset rumah dan mobil itu agar menghasilkan pendapatan sampingan. Misal menjadikan rumah sebagai tempat usaha dan mobil Anda sebagai kendaraan operasional usaha. Walau aset rumah dan mobil dibeli dengan utang. Namun karena menghasilkan pendapatn maka aset tersebut menjadi produktif.&quot;Target Anda usaha yang Anda rintis dengan menggunakan rumah dan  mobil tersebut, maka pendapatannya harus bisa menutup cicilannya. Nah,  Anda tidak perlu khawatir tak bisa bayar cicilan ketika PHK, kan  pendapatan dari asetnya sudah bisa menutup cicilannya,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan, bagaimana cara mengevaluasi keuangan. Evaluasi  keuangan bisa dilakukan dengan melakukan financial health check up atau  cek kesehatan keuangan yaitu suatu proses memeriksa apakah kondisi  keuangannya sudah baik atau belum dengan menggunakan rasio-rasio  keuangan pribadi. Dalam cek kesehatan keuangan, maka yang diperiksa  antara lain.
&quot;Seperti apakah kita memiliki cukup dana dalam menghadapi situasi  darurat. Misalnya musibah dan PHK yang bisa terjadi kapan saja, apakah  kita memiliki cukup dana untuk melunasi hutang, apakah kita bisa  membayar cicilan hutang dengan lancar, apakah kita memiliki cukup dana  untuk masa tua ketika sudah tidak bekerja,&quot; jelas dia
Untuk memeriksa ini tentunya Anda perlu mengumpulakn informasi  mengenai data-data keuangan Anda. &quot;Seperti jumlah harta dan utang serta  jumlah penghasilan dan pengeluaran,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Mewujudkan impian memiliki rumah pribadi dibutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Apalagi menghadapi tekanan pada cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kendaraan. Gaji habis hanya untuk bayar cicilan.
Lantas apa yang perlu dilakukan supaya  cicilan KPR dan kendaraan bisa berjalan lancar?
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Mike Rini Sutikno mengatakan, kalau gaji habis buat bayar cicilan, maka kemungkinan besar saat mengambil KPR dan KPM (Kredit Pemilikan Mobil) tidak memperhitungkan kemampuan membayar cicilan kembali.
Baca Juga: Gaya Hidup dan Hobi Bisa Jadi Duit, Intip Strateginya!
&quot;Masalah kemudian bisa timbul jika total cicilan utang seseorang lebih besar dari 30% atau 1/3 gajinya tiap bulan. Dia akan kesulitan menabung untuk masa depan, membayar premi asuransi, dan membayar pengeluaran biaya hidupnya,&quot; ujar dia kepada Okezone, Selasa (13/8/2019).
Apalagi, lanjut dia, jika cenderung konsumtif. Ketika gaji habis untuk bayar cicilan utang berjalan dan gaya hidupnya maka arus kas-nya bisa defisit, akibatnya utang lagi dengan kartu kredit.

&quot;Sedangkan, bagaimana mengatasi persoalan keuangan jika punya cicilan KPR dan kendaraan? Menurutnya rumah dan mobil yang kita beli dengan kredit, belum sepenuhnya menjadi milik kita selama cicilan belum lunas. Jika kita telat membayar cicilan selama beberapa bulan, maka pihak pemberi pinjaman berhak mengambil alih rumah dan mobil tersebut. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi, menjadi tuna wisma dan kehilangan mobil,&quot; kata dia
Baca Juga: Syukuri Saja Gaji Kamu, Ini Tips Mengelolanya!
Karena itu, tutur dia perlu diprioritaskan untuk membayar cicilan KPR dan KPM dibandingkan pengeluaran apapun. Jika Anda kesulitan membayar cicilan KPR dan KPM,  Artinya Anda harus mengorbankan pengeluaran lain agar tidak menunggak.
&quot;Hentikan pengeluaran biaya hidup yang tidak prioritas, contoh entertainment, ngopi di cafe, jajan, shoping karena program diskon,&quot; ucap dia.
Mulailah mengoptimalkan aset rumah dan mobil itu agar menghasilkan pendapatan sampingan. Misal menjadikan rumah sebagai tempat usaha dan mobil Anda sebagai kendaraan operasional usaha. Walau aset rumah dan mobil dibeli dengan utang. Namun karena menghasilkan pendapatn maka aset tersebut menjadi produktif.&quot;Target Anda usaha yang Anda rintis dengan menggunakan rumah dan  mobil tersebut, maka pendapatannya harus bisa menutup cicilannya. Nah,  Anda tidak perlu khawatir tak bisa bayar cicilan ketika PHK, kan  pendapatan dari asetnya sudah bisa menutup cicilannya,&quot; ungkap dia.
Dia menambahkan, bagaimana cara mengevaluasi keuangan. Evaluasi  keuangan bisa dilakukan dengan melakukan financial health check up atau  cek kesehatan keuangan yaitu suatu proses memeriksa apakah kondisi  keuangannya sudah baik atau belum dengan menggunakan rasio-rasio  keuangan pribadi. Dalam cek kesehatan keuangan, maka yang diperiksa  antara lain.
&quot;Seperti apakah kita memiliki cukup dana dalam menghadapi situasi  darurat. Misalnya musibah dan PHK yang bisa terjadi kapan saja, apakah  kita memiliki cukup dana untuk melunasi hutang, apakah kita bisa  membayar cicilan hutang dengan lancar, apakah kita memiliki cukup dana  untuk masa tua ketika sudah tidak bekerja,&quot; jelas dia
Untuk memeriksa ini tentunya Anda perlu mengumpulakn informasi  mengenai data-data keuangan Anda. &quot;Seperti jumlah harta dan utang serta  jumlah penghasilan dan pengeluaran,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
