<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu Perombakan Direksi Bank BUMN Bakal Ganggu Mandiri Cs?</title><description>Isu perombakan direksi bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin kencang terdengar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs"/><item><title>Isu Perombakan Direksi Bank BUMN Bakal Ganggu Mandiri Cs?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2019 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs-mAl2YBsdxQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bank: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/13/320/2091500/isu-perombakan-direksi-bank-bumn-bakal-ganggu-mandiri-cs-mAl2YBsdxQ.jpg</image><title>Ilustrasi Bank: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Isu perombakan direksi bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin kencang terdengar. Hal itu menyusul tersebarnya jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Center of Reform Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, perubahan direksi di tengah jalan sah-sah saja. Karena, siapapun yang menjadi direktur utama akan dapat membuat Bank BUMN melesat.
Baca Juga: Dilarang Presiden Jokowi, Rini Masih Berani Rombak Direksi Bank BUMN?
&amp;ldquo;Sah-sah saja mau digantikan kapanpun,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/8/2019).
Menurutnya, bank-bank BUMN yang mayoritas BUKU IV sudah dimanjakan dengan sistem perbankan yang ada saat ini.
Baca Juga: Super Holding BUMN Perlu Revisi Undang-Undang
&amp;ldquo;Jadi kalau kita bisa simpulkan. Dengan sistem yang ada bank BUKU I-IV sudah diuntungkan sistem. Tidak usah susah-susah mencari untung,&amp;rdquo; ucapnya.
Menurut Pieter, kondisi perbankan saat ini beragam. Untuk perbankan BUKU III dan BUKU IV kondisinya sangat menguntungkan.
&amp;ldquo;Sebelum ke sana kondisi perbankan kita ada BUKU I-IV. Perbankan mana  yang kondisinya sulit, kelompok bank mana yang agak mendingan dan mana  yang gampng. Kalau kita liat kinerja bank secara umum,&amp;rdquo; jelasnya.
Sedangkan untuk bank dengan BUKU I dan II ada kondisinya sangat  memperhatinkan. Fokus utama dari bank BUKU I dan II adalah bagaimana  bisa survive.
&amp;ldquo;Kelompok yang susah buku satu dan dua. Buku tiga ada beberapa yang  susah. Kall kelompok empat itu enggak ada yang susah,&amp;rdquo; kata Pieter.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Isu perombakan direksi bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin kencang terdengar. Hal itu menyusul tersebarnya jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Center of Reform Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam mengatakan, perubahan direksi di tengah jalan sah-sah saja. Karena, siapapun yang menjadi direktur utama akan dapat membuat Bank BUMN melesat.
Baca Juga: Dilarang Presiden Jokowi, Rini Masih Berani Rombak Direksi Bank BUMN?
&amp;ldquo;Sah-sah saja mau digantikan kapanpun,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/8/2019).
Menurutnya, bank-bank BUMN yang mayoritas BUKU IV sudah dimanjakan dengan sistem perbankan yang ada saat ini.
Baca Juga: Super Holding BUMN Perlu Revisi Undang-Undang
&amp;ldquo;Jadi kalau kita bisa simpulkan. Dengan sistem yang ada bank BUKU I-IV sudah diuntungkan sistem. Tidak usah susah-susah mencari untung,&amp;rdquo; ucapnya.
Menurut Pieter, kondisi perbankan saat ini beragam. Untuk perbankan BUKU III dan BUKU IV kondisinya sangat menguntungkan.
&amp;ldquo;Sebelum ke sana kondisi perbankan kita ada BUKU I-IV. Perbankan mana  yang kondisinya sulit, kelompok bank mana yang agak mendingan dan mana  yang gampng. Kalau kita liat kinerja bank secara umum,&amp;rdquo; jelasnya.
Sedangkan untuk bank dengan BUKU I dan II ada kondisinya sangat  memperhatinkan. Fokus utama dari bank BUKU I dan II adalah bagaimana  bisa survive.
&amp;ldquo;Kelompok yang susah buku satu dan dua. Buku tiga ada beberapa yang  susah. Kall kelompok empat itu enggak ada yang susah,&amp;rdquo; kata Pieter.</content:encoded></item></channel></rss>
