<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Dibuka Menguat Imbas Penundaan Tarif Impor Barang-Barang China</title><description>Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa. Hal ini dikarenakan penundaan pengumuman tarif baru yang direncanakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china"/><item><title>Wall Street Dibuka Menguat Imbas Penundaan Tarif Impor Barang-Barang China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china-v2N2VRM4lU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/14/278/2091628/wall-street-dibuka-menguat-imbas-penundaan-tarif-impor-barang-barang-china-v2N2VRM4lU.jpg</image><title>Wall Street (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa. Hal ini dikarenakan penundaan pengumuman tarif baru yang direncanakan untuk barang-barang impor China.

Penundaan pengumuman tersebut membawa pembeli kembali ke pasar ekuitas dalam reli berbasis luas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AS Tunda Tarif Impor China, Wall Street Perkasa
Melansir Reuters, New York, Rabu (14/8/2019), Dow Jones Industrial Average naik 372,54 poin atau 1,44% menjadi 26.279,91, S&amp;amp;P 500 naik 42,48 poin atau 1,47% menjadi 2.926,23 dan Nasdaq Composite menambahkan 152,95 poin atau 1,95% menjadi 8.016,16.

Melirik saham teknologi, Apple Inc (AAPL.O) memimpin penguatan. Di mana saham tersebut memimpin ketiga indeks utama AS menyusul pengumuman tersebut, yang meredakan kekhawatiran atas perang dagang AS-China dan tanda-tanda meningkatnya resesi yang akan segera terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah Imbas Prospek Pertumbuhan Ekonomi AS Memburuk
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan Amerika Serikat akan menunda mengenakan tarif 10% tambahan pada barang-barang utama Tiongkok, termasuk laptop dan ponsel, tarif yang semula diberlakukan mulai bulan depan.

&quot;Ini adalah momentum yang berasal dari penurunan perdagangan karena memberikan sedikit optimisme perdagangan,&quot; kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perang Dagang AS-China Berlarut, Wall Street Dibuka Melemah 
&quot;Kami memasuki akhir musim pendapatan, sehingga berita geopolitik dan makroekonomi akan mendominasi arah pasar untuk beberapa minggu ke depan,&quot; tambahnya.
Apple dimungkinkan ambil untung atas penundaan tersebut dan naik 4,2%  pada Nasdaq. Sedangkan Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX) naik  3,0%.

Pembacaan inflasi yang positif tidak mungkin mengubah ekspektasi  pasar untuk pemangkasan suku bunga lagi dari The Fed bulan depan karena  bergulat dengan perang perdagangan AS-China dan kejatuhan ekonominya.

&quot;Masalah perdagangan benar-benar dapat mengganggu pertumbuhan  ekonomi,&quot; tambah Sroka. &quot;Dan jika The Fed memotong suku bunga pada bulan  September, itu dapat dianggap sebagai jaring pengaman, untuk menjadi  proaktif daripada menunggu sampai terlambat.&quot;

Spread antara 2-tahun dan 10-tahun Treasury AS mencapai level  tertinggi dalam 12 tahun, mencerminkan kecemasan atas perdagangan dan  gejolak geopolitik. Tetapi imbal hasil naik di papan atas berita  penundaan tarif.</description><content:encoded>NEW YORK - Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa. Hal ini dikarenakan penundaan pengumuman tarif baru yang direncanakan untuk barang-barang impor China.

Penundaan pengumuman tersebut membawa pembeli kembali ke pasar ekuitas dalam reli berbasis luas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: AS Tunda Tarif Impor China, Wall Street Perkasa
Melansir Reuters, New York, Rabu (14/8/2019), Dow Jones Industrial Average naik 372,54 poin atau 1,44% menjadi 26.279,91, S&amp;amp;P 500 naik 42,48 poin atau 1,47% menjadi 2.926,23 dan Nasdaq Composite menambahkan 152,95 poin atau 1,95% menjadi 8.016,16.

Melirik saham teknologi, Apple Inc (AAPL.O) memimpin penguatan. Di mana saham tersebut memimpin ketiga indeks utama AS menyusul pengumuman tersebut, yang meredakan kekhawatiran atas perang dagang AS-China dan tanda-tanda meningkatnya resesi yang akan segera terjadi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Wall Street Ditutup Melemah Imbas Prospek Pertumbuhan Ekonomi AS Memburuk
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan Amerika Serikat akan menunda mengenakan tarif 10% tambahan pada barang-barang utama Tiongkok, termasuk laptop dan ponsel, tarif yang semula diberlakukan mulai bulan depan.

&quot;Ini adalah momentum yang berasal dari penurunan perdagangan karena memberikan sedikit optimisme perdagangan,&quot; kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perang Dagang AS-China Berlarut, Wall Street Dibuka Melemah 
&quot;Kami memasuki akhir musim pendapatan, sehingga berita geopolitik dan makroekonomi akan mendominasi arah pasar untuk beberapa minggu ke depan,&quot; tambahnya.
Apple dimungkinkan ambil untung atas penundaan tersebut dan naik 4,2%  pada Nasdaq. Sedangkan Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX) naik  3,0%.

Pembacaan inflasi yang positif tidak mungkin mengubah ekspektasi  pasar untuk pemangkasan suku bunga lagi dari The Fed bulan depan karena  bergulat dengan perang perdagangan AS-China dan kejatuhan ekonominya.

&quot;Masalah perdagangan benar-benar dapat mengganggu pertumbuhan  ekonomi,&quot; tambah Sroka. &quot;Dan jika The Fed memotong suku bunga pada bulan  September, itu dapat dianggap sebagai jaring pengaman, untuk menjadi  proaktif daripada menunggu sampai terlambat.&quot;

Spread antara 2-tahun dan 10-tahun Treasury AS mencapai level  tertinggi dalam 12 tahun, mencerminkan kecemasan atas perdagangan dan  gejolak geopolitik. Tetapi imbal hasil naik di papan atas berita  penundaan tarif.</content:encoded></item></channel></rss>
