<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Isu Bangkrut dan Diambil Alih China, Bank Mandiri: Hoaks   </title><description>Mandiri membantah isu terkait terjadinya serangan siber di sistem IT perusahaan itu yang disebut-sebut akan mengalami kebangkrutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks"/><item><title>   Isu Bangkrut dan Diambil Alih China, Bank Mandiri: Hoaks   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 13:30 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks-0F1ad77HAX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/14/278/2091750/isu-bangkrut-dan-diambil-alih-china-bank-mandiri-hoaks-0F1ad77HAX.jpeg</image><title>Ilustrasi: Foto Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membantah beredarnya isu terkait terjadinya serangan siber di sistem IT perusahaan itu yang disebut-sebut akan mengalami kebangkrutan.
&amp;ldquo;Pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil China adalah tidak benar,&quot; kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kacau, 37 Nasabah Bank Mandiri Belum Kembalikan Rp1,7 Miliar
Menurut Rohan, tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah RI.
Bank Mandiri, lanjutnya, merupakan bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia.
&quot;Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut. Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki iktikas tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah,&amp;rdquo; tegas Rohan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Terkuak Fakta Sistem Perbankan RI Diincar HackerRohan mengemukakan bahwa Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan  kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri  pun mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong Karena  dapat melanggar UU ITE. Demikian dikutip Antaranews.
Sebelumnya, di media sosial dan sejumlah grup WA isu serangan siber  ini mengakibatkan kerugian Bank Mandiri mencapai sekitar Rp9 triliun.
Pada Sabtu, 20 Juli 2019, Bank Mandiri juga menghadapi masalah pelik  ketika layananya mengalami gangguan saat melakukan pemeliharaan sistem  teknologi informasi.
Peristiwa ini cukup menyita perhatian publik, karena banyak nasabah  yang mengaku saldo di rekeningnya bertambah secara drastis dan nasabah  yang tiba-tiba mendapati saldonya menjadi angka nol.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membantah beredarnya isu terkait terjadinya serangan siber di sistem IT perusahaan itu yang disebut-sebut akan mengalami kebangkrutan.
&amp;ldquo;Pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil China adalah tidak benar,&quot; kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kacau, 37 Nasabah Bank Mandiri Belum Kembalikan Rp1,7 Miliar
Menurut Rohan, tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah RI.
Bank Mandiri, lanjutnya, merupakan bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia.
&quot;Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut. Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki iktikas tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah,&amp;rdquo; tegas Rohan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Terkuak Fakta Sistem Perbankan RI Diincar HackerRohan mengemukakan bahwa Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan  kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri  pun mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong Karena  dapat melanggar UU ITE. Demikian dikutip Antaranews.
Sebelumnya, di media sosial dan sejumlah grup WA isu serangan siber  ini mengakibatkan kerugian Bank Mandiri mencapai sekitar Rp9 triliun.
Pada Sabtu, 20 Juli 2019, Bank Mandiri juga menghadapi masalah pelik  ketika layananya mengalami gangguan saat melakukan pemeliharaan sistem  teknologi informasi.
Peristiwa ini cukup menyita perhatian publik, karena banyak nasabah  yang mengaku saldo di rekeningnya bertambah secara drastis dan nasabah  yang tiba-tiba mendapati saldonya menjadi angka nol.</content:encoded></item></channel></rss>
