<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Masih Gagal Paham dengan Perubahan Era Industri 4.0</title><description>Segala benda baik buatan alam maupun manusia sama-sama terhubung dengan manusia dari segala belahan dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0"/><item><title>Masyarakat Masih Gagal Paham dengan Perubahan Era Industri 4.0</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0-abxXvmvHdB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/14/320/2091635/masyarakat-masih-gagal-paham-dengan-perubahan-era-industri-4-0-abxXvmvHdB.jpg</image><title>Personal Finance</title></images><description>BEKASI - Industri 4.0 memunculkan adanya gerakan mobilisasi dan orkestrasi, dimana segala benda baik buatan alam maupun manusia sama-sama terhubung dengan manusia dari segala belahan dunia. Kedua hal ini merupakan bagian dari interconnected society yang timbul dari 6 pilar teknologi.
&quot;6 pilar teknologi yang dimaksud, Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Big Data analystic, Artificial Intelligence (AI), Super Apps, dan Broadband Infrastructure,&quot; kata Guru Besar UI Rhenald Kasali di Jatiwarna, Bekasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin: Diaspora Bisa Ambil Peluang Bisnis di Era Industri 4.0 
Mobilisasi sendiri menjadi salah satu upaya menciptakan sebuah gerakan besar, yang dampaknya kebanyakan bersifat negatif. Salah satu upaya mobilisasi yang paling banyak dilakukan, yakni kampanye di media sosial menggunakan tagar. Rhenald menilai cara ini tak selalu bersih dari kepentingan pihak tertentu.
&quot;Dalam kampanye ini tentu banyak pihak-pihak yang berkepentingan yang memanfaatkan isu yang sedang hangat dibahas netizen, demi mewujudkan kepentingannya,&quot; ujar Guru Besar Ilmu Manajemen FEUI itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peran Generasi Petani Milenial di Era Pertanian 4.0
Rhenald juga menjelaskan upaya orkestrasi pada era yang disebutnya MO, sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan. Pasalnya, saat ini banyak perusahaan yang mengalami keterpurukan lantaran masih mengadopsi teori dan model bisnis yang lama. Sementara beberapa perusahaan justru mengalami perkembangan yang signifikan karena melakukan ekosistem bisnis dengan berbagai recources yang ada di luarnya.
&quot;Contoh perusahaan yang melakukan ekosistem bisnis, iPhone yang bisa mendapatkan game dengan jumlah banyak dan beragam dari developer di luar Apple,&quot; jelas pria lulusan University of Illinois itu.
 
Baca juga: Hadapi Era 4.0, Polri Luncurkan Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu 
Rhenald menilai masih banyak kalangan masyarakat yang gagal paham dengan perkembangan teknologi saat ini, karena masih berpegang dengan paradigma yang lama. Padahal gejala mobilisasi dan orkestrasi sebagai dampak dari digitalisasi, semakin jelas terlihat.
&quot;Karena itulah kita membutuhkan lensa baru untuk meneropong apa yang sebenarnya tengah terjadi, agar tidak terjadi gagal paham,&quot; tandasnya.Sementara itu, Menkominfo, Rudiantara yang hadir di lokasi mengatakan  buku yang diluncurkan Rhenald Kasali semakin membuka pengetahuan  tentang perubahan yang terjadi di era industri revolusi 4.0 saat ini.
&quot;Buku yang sangat layak dibaca bagi kita yang ingin mengetahui  sebetulnya perubahan. Perubahan itu kan berjalan dari waktu ke waktu,  tetapi di era digital, apa yang menyebabkan perubahan? Bagaimana membuat  perubahan?&quot; ujarnya.
Ia pun ikut menyikapi perubahan yang terjadi akibat gempuran  digitalisasi, sebagaimana yang dipaparkan Rhenald. Rudi berharap  masyarakat juga semakin mengerti dan paham dengan perubahan yang sedang  terjadi saat ini.
&quot;Ada beberapa teknologi industri revolusi 0.4 yang digunakan untuk  melakukan perubahan. Dengan cara memobilisasi netizen menggunakan tagar.  Banyak kita lihat tagar yang itu semua ujungnya kepada  perubahan-perubahan. Dengan demikian kita tahu sebetulnya perubahan apa  yang sedang terjadi di era digital ini. Jangan sampai kita istilahnya  gagal paham,&quot; imbuhnya.
Selain Menkominfo, acara peluncuran buku Rhenald Kasali juga dihadiri  oleh sejumlah pejabat negara lainnya, diantaranya Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan  Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Mahfud MD, serta Panglima TNI  Hadi Tjahjanto.</description><content:encoded>BEKASI - Industri 4.0 memunculkan adanya gerakan mobilisasi dan orkestrasi, dimana segala benda baik buatan alam maupun manusia sama-sama terhubung dengan manusia dari segala belahan dunia. Kedua hal ini merupakan bagian dari interconnected society yang timbul dari 6 pilar teknologi.
&quot;6 pilar teknologi yang dimaksud, Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Big Data analystic, Artificial Intelligence (AI), Super Apps, dan Broadband Infrastructure,&quot; kata Guru Besar UI Rhenald Kasali di Jatiwarna, Bekasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin: Diaspora Bisa Ambil Peluang Bisnis di Era Industri 4.0 
Mobilisasi sendiri menjadi salah satu upaya menciptakan sebuah gerakan besar, yang dampaknya kebanyakan bersifat negatif. Salah satu upaya mobilisasi yang paling banyak dilakukan, yakni kampanye di media sosial menggunakan tagar. Rhenald menilai cara ini tak selalu bersih dari kepentingan pihak tertentu.
&quot;Dalam kampanye ini tentu banyak pihak-pihak yang berkepentingan yang memanfaatkan isu yang sedang hangat dibahas netizen, demi mewujudkan kepentingannya,&quot; ujar Guru Besar Ilmu Manajemen FEUI itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peran Generasi Petani Milenial di Era Pertanian 4.0
Rhenald juga menjelaskan upaya orkestrasi pada era yang disebutnya MO, sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan. Pasalnya, saat ini banyak perusahaan yang mengalami keterpurukan lantaran masih mengadopsi teori dan model bisnis yang lama. Sementara beberapa perusahaan justru mengalami perkembangan yang signifikan karena melakukan ekosistem bisnis dengan berbagai recources yang ada di luarnya.
&quot;Contoh perusahaan yang melakukan ekosistem bisnis, iPhone yang bisa mendapatkan game dengan jumlah banyak dan beragam dari developer di luar Apple,&quot; jelas pria lulusan University of Illinois itu.
 
Baca juga: Hadapi Era 4.0, Polri Luncurkan Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu 
Rhenald menilai masih banyak kalangan masyarakat yang gagal paham dengan perkembangan teknologi saat ini, karena masih berpegang dengan paradigma yang lama. Padahal gejala mobilisasi dan orkestrasi sebagai dampak dari digitalisasi, semakin jelas terlihat.
&quot;Karena itulah kita membutuhkan lensa baru untuk meneropong apa yang sebenarnya tengah terjadi, agar tidak terjadi gagal paham,&quot; tandasnya.Sementara itu, Menkominfo, Rudiantara yang hadir di lokasi mengatakan  buku yang diluncurkan Rhenald Kasali semakin membuka pengetahuan  tentang perubahan yang terjadi di era industri revolusi 4.0 saat ini.
&quot;Buku yang sangat layak dibaca bagi kita yang ingin mengetahui  sebetulnya perubahan. Perubahan itu kan berjalan dari waktu ke waktu,  tetapi di era digital, apa yang menyebabkan perubahan? Bagaimana membuat  perubahan?&quot; ujarnya.
Ia pun ikut menyikapi perubahan yang terjadi akibat gempuran  digitalisasi, sebagaimana yang dipaparkan Rhenald. Rudi berharap  masyarakat juga semakin mengerti dan paham dengan perubahan yang sedang  terjadi saat ini.
&quot;Ada beberapa teknologi industri revolusi 0.4 yang digunakan untuk  melakukan perubahan. Dengan cara memobilisasi netizen menggunakan tagar.  Banyak kita lihat tagar yang itu semua ujungnya kepada  perubahan-perubahan. Dengan demikian kita tahu sebetulnya perubahan apa  yang sedang terjadi di era digital ini. Jangan sampai kita istilahnya  gagal paham,&quot; imbuhnya.
Selain Menkominfo, acara peluncuran buku Rhenald Kasali juga dihadiri  oleh sejumlah pejabat negara lainnya, diantaranya Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan  Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Mahfud MD, serta Panglima TNI  Hadi Tjahjanto.</content:encoded></item></channel></rss>
