<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina Berpikir Keras Ingin Masuk ke Bisnis Mobil Listrik</title><description>PT Pertamina (Persero) mengaku siap membuka peluang untuk ikut masuk dalam bisnis mobil listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik"/><item><title>Pertamina Berpikir Keras Ingin Masuk ke Bisnis Mobil Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik-4ziEzm6Swf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092195/pertamina-berpikir-keras-ingin-masuk-ke-bisnis-mobil-listrik-4ziEzm6Swf.jpg</image><title>Pertamina (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku siap membuka peluang untuk ikut masuk dalam bisnis mobil listrik. Hal tersebut menyusul sudah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas'ud Khamid mengatakan, perseroan kini tengah memikirkan langkah bisnis baru untuk menghadapi masalah modernisasi layanan kepada pelanggan atau customernya. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pendekatan dan juga mencoba memberikan apa yang costumer butuhkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perpres Mobil Listrik Tunggu Disahkan di Kemenkumham
&quot;Saat ini Pertamina sedang berpikir keras, yang pertama adalah managing customer atau mendekatkan diri ke customer. Karena ke depan siapa yang menguasai customer dialah yang bisa menguasai bisnis,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
&amp;nbsp;
Apalagi menurutnya saat ini mulai datang tren baru yakni kendaraan listrik. Menurutnya, kendaraan listrik dianggapnya paling membahayakan aspek bisnis utama perseroan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Tugas Khusus, Menperin Bocorkan Perpres Mobil Listrik
Mas'ud lantas membandingkan perkembangan kendaraan listrik di China yang saat ini begitu pesat. Oleh karena itu menurutnya, perseroan berpikir untuk ikut masuk ke dalam bisnis kendaraan listrik ini.

Sebagai salah satu contohnya di China ada sekitar 2,7 juta kendaraan listrik hari ini. Angka tersebut mengalami kenaikan terus  dari 4,7 juta dari kendaraan listrik di dunia, di China sekitar 2,7. China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mobil Listrik Berpotensi Gantikan Kendaraan BBM hingga B20
&quot;Sementara tren itu (mobil listrik) di China luar biasa dahsyatnya. Bahkan penjualan minyak di sana di Petrochina itu tidak tumbuh, sementara marketnya tumbuh,&quot; ucapnya
Saat ini lanjut Mas&amp;rsquo;ud, Pertamina beserta pelaku industri migas  tengah memikirkan strategi menghadapi kompetitor baru tersebut.  Menurutnya, para pelaku usaha sedang berpikir keras bagaimana  keterjangkauan ini bisa dilayani pakai migas atau dilayani pakai solusi  substitusi.

&amp;ldquo;Ini perlu pemikiran bersama,&quot; kata Mas&amp;rsquo;ud

Jika perkembangan mobil listrik semakin pesat dan tidak bisa  terbendung lagi, ia pun lantas membuka kemungkinan agar Pertamina dapat  ikut bergelut di sektor industri baru tersebut.

&quot;Kita bisa juga masuk ke mobil listrik, tergantung regulasinya. Itu jadi bagian dari yang kita pikirkan,&quot; kata Mas&amp;rsquo;ud.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu  telah resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil  listrik. Payung hukum mobil ramah lingkungan ini juga akan didukung oleh  Peraturan Pemerintah (PP) baru, hasil revisi PP Nomor 41 Tahun 2013  tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku siap membuka peluang untuk ikut masuk dalam bisnis mobil listrik. Hal tersebut menyusul sudah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang mobil listrik.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas'ud Khamid mengatakan, perseroan kini tengah memikirkan langkah bisnis baru untuk menghadapi masalah modernisasi layanan kepada pelanggan atau customernya. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pendekatan dan juga mencoba memberikan apa yang costumer butuhkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perpres Mobil Listrik Tunggu Disahkan di Kemenkumham
&quot;Saat ini Pertamina sedang berpikir keras, yang pertama adalah managing customer atau mendekatkan diri ke customer. Karena ke depan siapa yang menguasai customer dialah yang bisa menguasai bisnis,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
&amp;nbsp;
Apalagi menurutnya saat ini mulai datang tren baru yakni kendaraan listrik. Menurutnya, kendaraan listrik dianggapnya paling membahayakan aspek bisnis utama perseroan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada Tugas Khusus, Menperin Bocorkan Perpres Mobil Listrik
Mas'ud lantas membandingkan perkembangan kendaraan listrik di China yang saat ini begitu pesat. Oleh karena itu menurutnya, perseroan berpikir untuk ikut masuk ke dalam bisnis kendaraan listrik ini.

Sebagai salah satu contohnya di China ada sekitar 2,7 juta kendaraan listrik hari ini. Angka tersebut mengalami kenaikan terus  dari 4,7 juta dari kendaraan listrik di dunia, di China sekitar 2,7. China.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mobil Listrik Berpotensi Gantikan Kendaraan BBM hingga B20
&quot;Sementara tren itu (mobil listrik) di China luar biasa dahsyatnya. Bahkan penjualan minyak di sana di Petrochina itu tidak tumbuh, sementara marketnya tumbuh,&quot; ucapnya
Saat ini lanjut Mas&amp;rsquo;ud, Pertamina beserta pelaku industri migas  tengah memikirkan strategi menghadapi kompetitor baru tersebut.  Menurutnya, para pelaku usaha sedang berpikir keras bagaimana  keterjangkauan ini bisa dilayani pakai migas atau dilayani pakai solusi  substitusi.

&amp;ldquo;Ini perlu pemikiran bersama,&quot; kata Mas&amp;rsquo;ud

Jika perkembangan mobil listrik semakin pesat dan tidak bisa  terbendung lagi, ia pun lantas membuka kemungkinan agar Pertamina dapat  ikut bergelut di sektor industri baru tersebut.

&quot;Kita bisa juga masuk ke mobil listrik, tergantung regulasinya. Itu jadi bagian dari yang kita pikirkan,&quot; kata Mas&amp;rsquo;ud.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu  telah resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil  listrik. Payung hukum mobil ramah lingkungan ini juga akan didukung oleh  Peraturan Pemerintah (PP) baru, hasil revisi PP Nomor 41 Tahun 2013  tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).</content:encoded></item></channel></rss>
