<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sumber Kebocoran Tumpahan Minyak Ditutup September   </title><description>Pertamina masih terus melakukan recovery pada tumpahan minyak dan gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september"/><item><title>Sumber Kebocoran Tumpahan Minyak Ditutup September   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september-AJG0xC3LGo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: PHE ONWJ Jelaskan Kondisi soal Tumpahan Minyak di Karawang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092274/sumber-kebocoran-tumpahan-minyak-ditutup-september-AJG0xC3LGo.jpeg</image><title>Foto: PHE ONWJ Jelaskan Kondisi soal Tumpahan Minyak di Karawang</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memprediksi gelembung gas dan tumpahan minyak di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang Jawa Barat bisa diselesaikan pada akhir September 2019.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kilang Minyak Balikpapan Kebakaran
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan recovery pada tumpahan minyak dan gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ).

&quot;Jadi dibutuhkan 7-8 Minggu atau akhir September kita bisa menyelesaikan itu. Maka itu masih ada 6 Minggu kita lakukan upaya-upaya maksimum, supaya sumber gelembung bisa dimatikan,&quot; ujar dia di Gedung Pertamina Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Kilang Balikpapan Kebakaran, Plt Dirjen Migas: Kecil Kok
Dia juga memastikan, pihaknya menaruh perhatian pada faktor keselamatan dan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak tumpahan minyak tersebut. Di mana dari sisi lingkungan dan sosial, Pertamina memerlukan kerja sama dengan pihak terkait.
&quot;Kami saat ini fokus untuk pelayanan yang baik kepada korban yang terdampak tumpahan minyak dan gelembung gas itu,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan kompensasi bagi korban  yang terdampak gelembung gas dan tumpahan minyak di sekitar anjungan  Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West  Java (ONWJ) di Karawang Jawa Barat akan dilakukan pada pekan depan.
Ketua Tim 1 Dampak Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi  mengatakan bahwa sebelum mendapatkan kompensasi, Pertamina akan mendata  korban yang terdampak tersebut.
&quot;Pendataan dilakukan di 66 desa yang ada di 7 daerah, yakni Kabupaten  Karawang, Kabupaten Bekasi, Kepulauan Seribu, Kota Tangerang, Kota  Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon,&quot; ujar Ketua Tim 1 Dampak  Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi di Gedung Pertamina  Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memprediksi gelembung gas dan tumpahan minyak di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang Jawa Barat bisa diselesaikan pada akhir September 2019.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kilang Minyak Balikpapan Kebakaran
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan recovery pada tumpahan minyak dan gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ).

&quot;Jadi dibutuhkan 7-8 Minggu atau akhir September kita bisa menyelesaikan itu. Maka itu masih ada 6 Minggu kita lakukan upaya-upaya maksimum, supaya sumber gelembung bisa dimatikan,&quot; ujar dia di Gedung Pertamina Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Kilang Balikpapan Kebakaran, Plt Dirjen Migas: Kecil Kok
Dia juga memastikan, pihaknya menaruh perhatian pada faktor keselamatan dan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak tumpahan minyak tersebut. Di mana dari sisi lingkungan dan sosial, Pertamina memerlukan kerja sama dengan pihak terkait.
&quot;Kami saat ini fokus untuk pelayanan yang baik kepada korban yang terdampak tumpahan minyak dan gelembung gas itu,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memastikan kompensasi bagi korban  yang terdampak gelembung gas dan tumpahan minyak di sekitar anjungan  Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West  Java (ONWJ) di Karawang Jawa Barat akan dilakukan pada pekan depan.
Ketua Tim 1 Dampak Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi  mengatakan bahwa sebelum mendapatkan kompensasi, Pertamina akan mendata  korban yang terdampak tersebut.
&quot;Pendataan dilakukan di 66 desa yang ada di 7 daerah, yakni Kabupaten  Karawang, Kabupaten Bekasi, Kepulauan Seribu, Kota Tangerang, Kota  Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon,&quot; ujar Ketua Tim 1 Dampak  Pengendalian Eksternal Pertamina Rifky Effendi di Gedung Pertamina  Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
