<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ogah Bicara Kompensasi Soal Mati Listrik, Bos MRT Jakarta : Reputasi Tidak Bisa Dihitung</title><description>PT MRT Jakarta ogah membicarakan kompensasi kerugian yang harus dibayarkan PT PLN (Persero) akibat padamnya listrik (blackout).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung"/><item><title>Ogah Bicara Kompensasi Soal Mati Listrik, Bos MRT Jakarta : Reputasi Tidak Bisa Dihitung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung-JCz6D7Vf07.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092286/ogah-bicara-kompensasi-soal-mati-listrik-bos-mrt-jakarta-reputasi-tidak-bisa-dihitung-JCz6D7Vf07.jpg</image><title>MRT (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT MRT Jakarta ogah membicarakan kompensasi kerugian yang harus dibayarkan PT PLN (Persero) akibat padamnya listrik (blackout) beberapa waktu lalu. Padahal, total kerugian MET Jakarta mencapai Rp507 juta akibat pemadaman listrik tersebut.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, permasalahan tidak hanya melulu tentang pembayaran kompensasi saja. Melainkan juga banyak hal-hal lain yang merugikan dan tidak dapat dihitung dengan angka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: MRT Jakarta Minta PLTD Senayan Standby 24 Jam
Menurut William, reputasi MRT Jakarta dan pelayanan ke penumpang pun menjadi taruhannya. Apalagi MRT Jakarta sebagai perusahaan tansportasi baru yang saat ini keberadaanya sedang di gandrungi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami nggak bicara kompensasi di sini, karena persoalannya kan kita kehilangan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dihitung ya, soal reputasi, soal penumpang yang mengalami kerugian, itu gitu,&quot; ujarnya di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cegah Mati Listrik, MRT Jakarta Belajar dari Korea 
Menurut William, saat listrik padam, kereta MRT sampai ada yang berhenti di jalur bawah tanah dengan penumpang terjebak di dalamnya. Bahkan penumpang pun harus segera dievakuasi.

&quot;Kalau menggunakan mekanisme kompensasi PLN kan itu tidak menggambarkan sebenarnya the big think kerugian yang kita terima ya. Yang kita ingin minta adalah komitmen PLN untuk memberikan jaminan bahwa tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti kemarin,&quot; jelasnya.
Oleh karena itu lanjut William berharap kejadian serupa tidak terjadi  lagi di masa mendatang. Pasalnha, operasional MRT Jakarta bergantung  pada pasokan listrik. Bila kehilangan pasokan sumber daya tersebut maka  MRT akan mogok.

&quot;Karena dampak dari kejadian kemarin itu adalah situasi bahwa  ternyata pasokan listrik itu bisa terhenti, dan kalau pasokan listrik  terhenti operasi MRT otomatis terhenti,&quot; kata William.</description><content:encoded>JAKARTA - PT MRT Jakarta ogah membicarakan kompensasi kerugian yang harus dibayarkan PT PLN (Persero) akibat padamnya listrik (blackout) beberapa waktu lalu. Padahal, total kerugian MET Jakarta mencapai Rp507 juta akibat pemadaman listrik tersebut.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, permasalahan tidak hanya melulu tentang pembayaran kompensasi saja. Melainkan juga banyak hal-hal lain yang merugikan dan tidak dapat dihitung dengan angka.
 
&amp;nbsp;Baca juga: MRT Jakarta Minta PLTD Senayan Standby 24 Jam
Menurut William, reputasi MRT Jakarta dan pelayanan ke penumpang pun menjadi taruhannya. Apalagi MRT Jakarta sebagai perusahaan tansportasi baru yang saat ini keberadaanya sedang di gandrungi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami nggak bicara kompensasi di sini, karena persoalannya kan kita kehilangan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dihitung ya, soal reputasi, soal penumpang yang mengalami kerugian, itu gitu,&quot; ujarnya di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cegah Mati Listrik, MRT Jakarta Belajar dari Korea 
Menurut William, saat listrik padam, kereta MRT sampai ada yang berhenti di jalur bawah tanah dengan penumpang terjebak di dalamnya. Bahkan penumpang pun harus segera dievakuasi.

&quot;Kalau menggunakan mekanisme kompensasi PLN kan itu tidak menggambarkan sebenarnya the big think kerugian yang kita terima ya. Yang kita ingin minta adalah komitmen PLN untuk memberikan jaminan bahwa tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti kemarin,&quot; jelasnya.
Oleh karena itu lanjut William berharap kejadian serupa tidak terjadi  lagi di masa mendatang. Pasalnha, operasional MRT Jakarta bergantung  pada pasokan listrik. Bila kehilangan pasokan sumber daya tersebut maka  MRT akan mogok.

&quot;Karena dampak dari kejadian kemarin itu adalah situasi bahwa  ternyata pasokan listrik itu bisa terhenti, dan kalau pasokan listrik  terhenti operasi MRT otomatis terhenti,&quot; kata William.</content:encoded></item></channel></rss>
