<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbaiki Defisit Neraca Dagang, Kemendag Bakal Buka Pasar Baru   </title><description>Kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD63,5 juta di Juli 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru"/><item><title>Perbaiki Defisit Neraca Dagang, Kemendag Bakal Buka Pasar Baru   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru-rdG8Z9RJ7B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092371/perbaiki-defisit-neraca-dagang-kemendag-bakal-buka-pasar-baru-rdG8Z9RJ7B.jpg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD63,5 juta di Juli 2019. Hal ini didorong laju ekspor yang lebih rendah sebesar USD15,51 miliar, sedangkan impor sebesar USD15,45 miliar.
Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Defisit USD63,5 Juta di Juli 2019
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan ekspor untuk memperbaiki   defisit neraca perdagangan. Sehingga diharapkan laju ekspor bisa melampau impor.
&quot;Pasti kita lakukan peningkatan ekspor,&quot; ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Perdagangan ke AS Surplus, Kepala BPS: Semoga Tak Diperhatikan Trump
Menurut Wisnu, upaya peningkatan ekspor dilakukan dengan membuka pasar baru, membidik negara-negara yang berpotensi menjadi mitra dagang Indonesia. Salah satunya dengan mempercepat penyelesaian perundingan dengan berbagai negara.
&quot;Kami akan mempercepat perundingan-perundingan supaya terbuka akses pasarnya. Kami juga akan melakukan misi dagang dan promosi. Ini bisa mendorong ekspor dalam waktu pendek,&quot; jelas dia.
Sekedar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas non  migas mengalami surplus USD78,9 juta. Namun, migas masih mengalami  defisit sebesar USD142,4 juta.
Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit  USD304,4 juta dan hasil minyak defisit USD687,2 juta. Namun pada gas  tercatat surplus USD849,2 juta.
Adapun sepanjang Januari-Juli 2019 neraca perdagangan Indonesia  defisit sebesar USD1,90 miliar. Realisasi ini memang membaik dari  Januari-Juli 2018 yang defisit sebesar USD3,21 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kinerja neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD63,5 juta di Juli 2019. Hal ini didorong laju ekspor yang lebih rendah sebesar USD15,51 miliar, sedangkan impor sebesar USD15,45 miliar.
Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Defisit USD63,5 Juta di Juli 2019
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan ekspor untuk memperbaiki   defisit neraca perdagangan. Sehingga diharapkan laju ekspor bisa melampau impor.
&quot;Pasti kita lakukan peningkatan ekspor,&quot; ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Perdagangan ke AS Surplus, Kepala BPS: Semoga Tak Diperhatikan Trump
Menurut Wisnu, upaya peningkatan ekspor dilakukan dengan membuka pasar baru, membidik negara-negara yang berpotensi menjadi mitra dagang Indonesia. Salah satunya dengan mempercepat penyelesaian perundingan dengan berbagai negara.
&quot;Kami akan mempercepat perundingan-perundingan supaya terbuka akses pasarnya. Kami juga akan melakukan misi dagang dan promosi. Ini bisa mendorong ekspor dalam waktu pendek,&quot; jelas dia.
Sekedar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas non  migas mengalami surplus USD78,9 juta. Namun, migas masih mengalami  defisit sebesar USD142,4 juta.
Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit  USD304,4 juta dan hasil minyak defisit USD687,2 juta. Namun pada gas  tercatat surplus USD849,2 juta.
Adapun sepanjang Januari-Juli 2019 neraca perdagangan Indonesia  defisit sebesar USD1,90 miliar. Realisasi ini memang membaik dari  Januari-Juli 2018 yang defisit sebesar USD3,21 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
