<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Sindir Emak-Emak yang Suka Barang Impor</title><description>Jokowi melempar sindiran kepada ibu-ibu yang kerap membeli barang-barang dari luar negeri alias impor</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor"/><item><title>Presiden Jokowi Sindir Emak-Emak yang Suka Barang Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor</guid><pubDate>Kamis 15 Agustus 2019 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor-bYUNluyaqJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/15/320/2092438/presiden-jokowi-sindir-emak-emak-yang-suka-barang-impor-bYUNluyaqJ.jpeg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melempar sindiran kepada ibu-ibu yang kerap membeli barang-barang dari luar negeri alias impor. Menurutnya, hal tersebut menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Sampai Pasar RI Dikuasai Merek-Merek Luar
Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan pada Juli 2019 mengalami defisit tipis sebesar USD63,5 juta. Realisasi ini membaik bila dibandingkan neraca perdagangan Juli 2018 yang defisit sebesar USD2,01 miliar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/05/58305/297919_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Minta PLN Segera Bereskan Soal Matinya Listrik secara Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun sebaliknya, bila dibandingkan dengan posisi Juni 2019 yang mengalami surplus USD200 juta, maka realisasi ini memburuk.
&amp;ldquo;Karena neraca perdagangan kita masih defisit. Juga defisit transaksi berjalan kita masih gede. Kalau kita senangnya barang impor, impar-impor, impar-impor, terutama ibu-ibu. Senangnya kalau sudah pegang brand luar senang banget. Ini apa ini, tas, sepatu, apa gitu loh,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Cara Membangun Reputasi Perusahaan
Menurut Presiden Jokowi, sudah saatnya masyarakat mencintai produk dalam negeri. Karena dengan menggunakan produk dalam negeri bisa membantu ekonomi negara.
Lagi pula, produk Indonesia juga memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya dengan produk luar negeri. Selain itu harganya juga lebih kompetitif dibandingkan produk luar negeri.
&amp;ldquo;Kita bisa buat yang bagus-bagus juga banyak. Apal saya sebetulnya mau sebut merek-mereknya hafal saya juga. Tapi nanti ada pak Dubes enggak enak,&amp;rdquo; jelasnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebut produk Indonesia banyak  di gandrungi oleh masyarakat di luar negeri. Oleh karenanya seharusnya  masyarakat juga harus terbiasa membeli produk dalam negeri.
&amp;ldquo;Jadi sekali lagi, tolong kita mulai kecintaan kita terhadap produk  kita sendiri terhadap produk dalam negeri. Apa sih, masalah baju?  Desainer kita jago-jago.Barang kita di Vietnam laku keras,&amp;rdquo; kata Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melempar sindiran kepada ibu-ibu yang kerap membeli barang-barang dari luar negeri alias impor. Menurutnya, hal tersebut menyebabkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Sampai Pasar RI Dikuasai Merek-Merek Luar
Asal tahu saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan pada Juli 2019 mengalami defisit tipis sebesar USD63,5 juta. Realisasi ini membaik bila dibandingkan neraca perdagangan Juli 2018 yang defisit sebesar USD2,01 miliar.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/05/58305/297919_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Minta PLN Segera Bereskan Soal Matinya Listrik secara Massal&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun sebaliknya, bila dibandingkan dengan posisi Juni 2019 yang mengalami surplus USD200 juta, maka realisasi ini memburuk.
&amp;ldquo;Karena neraca perdagangan kita masih defisit. Juga defisit transaksi berjalan kita masih gede. Kalau kita senangnya barang impor, impar-impor, impar-impor, terutama ibu-ibu. Senangnya kalau sudah pegang brand luar senang banget. Ini apa ini, tas, sepatu, apa gitu loh,&amp;rdquo; ujar Presiden Jokowi saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Baca Juga: Cara Membangun Reputasi Perusahaan
Menurut Presiden Jokowi, sudah saatnya masyarakat mencintai produk dalam negeri. Karena dengan menggunakan produk dalam negeri bisa membantu ekonomi negara.
Lagi pula, produk Indonesia juga memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya dengan produk luar negeri. Selain itu harganya juga lebih kompetitif dibandingkan produk luar negeri.
&amp;ldquo;Kita bisa buat yang bagus-bagus juga banyak. Apal saya sebetulnya mau sebut merek-mereknya hafal saya juga. Tapi nanti ada pak Dubes enggak enak,&amp;rdquo; jelasnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebut produk Indonesia banyak  di gandrungi oleh masyarakat di luar negeri. Oleh karenanya seharusnya  masyarakat juga harus terbiasa membeli produk dalam negeri.
&amp;ldquo;Jadi sekali lagi, tolong kita mulai kecintaan kita terhadap produk  kita sendiri terhadap produk dalam negeri. Apa sih, masalah baju?  Desainer kita jago-jago.Barang kita di Vietnam laku keras,&amp;rdquo; kata Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
